(FF NC 21) Coffee Shop

Author : poro19

Cast : 
Bang Yongguk as Yongguk
Jeong Jae Rin (OC)

Other cast : find it by yourself

Karena ada yang request dan juga author merasa tertantang *tendang author!* buat bikin dengan cast yongguk meskipun ntar ff ini hasil nya gagal T.T mian yah. Ini usaha author, kalo ada kekurangan jangan malu malu buat comment, don’t be silent reader! :D 

No plagiarism, no silent reader , no bash and no haters :D 

sebenernya author ada playlist saat membuat *ceilah thor matii tembakin diri sendiri* ff ini
- bap – coffee shop
- ha dong gyun – nabiya
- narsha – I’m in love

Ga suka silahkan jangan dibaca karena author ga maksa dan yang under age *ceilah thor bahasa nya * jangan baca kalo ga siap iman *?* beware this is very long story

RCL :)

~0~

Kulihat pemandangan kota seoul dari sebuah coffee shop kegemaran ku, tempat favorit ku selama 1tahun terakhir ini. Aku hanya terduduk disini, dengan 2 gelas kopi, 1 americano dan 1 cappuccino. 
Kuletakkan gelas americano di depan ku, seolah ada seseorang disana. 
Bukan seolah, iya.. Disana masih ada dirimu, aku yakin kau masih akan datang ke sini, iya kan? 

Kuhirup aroma kopi sedalam dalamnya. Air mata sudah menggenang di ujung mataku, bersiap untuk jatuh saat aku sudah tak bisa menahan nya lagi. 

Aroma yang sangat familiar, seperti candu bagiku untuk tetap menghirup aroma ini. 

duduk di sini, seperti sekarang, sama persis seperti dulu, tapi hanya 2 hal yang membuat nya berbeda, tak ada lagi senyuman yang bisa kuukir di wajahku dan sudah tak ada lagi namja yang selalu kutunggu. 

Seandainya waktu dapat kuputar kembali..

flashback…

kulirik jam yang bertengger manis di tangan kiriku

17.00 kst

1jam, sudah 1 jam aku disini dan oppa tak juga datang. Kami janjian bertemu seharusnya, tapi lagi lagi ia tidak datang. Untuk kesekian kali nya ia mengingkari janji nya, asshh! 

Segera aku berdiri dari tempat duduk ku, lihat saja oppa, kau akan menyesal telah membuat ku menunggu selama ini! 

Aku adalah Jeong Jae Rin, putri direktur perusahaan ternama di korea sekaligus noona dari salah satu member B.A.P. Yaitu Jeong Dae Hyun,lebih tua 1 tahun ,yang artinya bahwa aku bukan dari keluarga sembarangan. Dan yang tadi kutunggu adalah Yongguk, Bang Yongguk, leader dari rookie boy band yang sedang naik daun , B.A.P. Aku mengenal nya dari Daehyun dulu saat aku berkunjung ke dorm mereka.

Aku dan Yongguk sedang berpacaran, sudah 6 bulan sebenarnya, karena ia masih rookie maka hubungan kami masih belum dipublikasikan.Ia sering sekali membatalkan janji dengan ku, aku tau BAP sedang sibuk, hajiman!, ia tak harus mengingkari janji terus kan?!

Keluarga ku terkenal dengan ketegasan nya dan juga disiplin di perusahaan, kecuali namdongsaeng ku yang satu itu, ia lebih memilih menjadi anggota boyband. Tapi entah mengapa aku sama sekali tak bisa tegas atau pun marah terlalu lama dengan namja yang memiliki deep voice itu.

Sedangkan aku karena mengurus cabang dari perusahaan yang jauh dari rumah, aku memutuskan untuk tinggal di apartment sendirian, meskipun sempat ditentang oleh orang tua ku awalnya. Dan yang lebih penting bahwa apartment ku dekat dengan dorm BAP, jadi daehyun kadang mengunjungi ku jika bosan.

“Mianhaeyo rin-a”

Akhirnya namja ini muncul juga

“Rin-a, jeongmal mianhae, jadwal nya berubah chagi”

Sungguh aku ingin sekali memakan namja ini seandainya aku sudah benar benar tak sabar.

“Jangan marah lagi chagii..hmm?”

Aku tetap mendiamkan nya.

Sepertinya ia kebingungan,

“Geu americano,  punyaku kan?” Tanya nya sambil memamerkan gummy smile nya

“Ne. Tapi pesanlah yang baru oppa, americano itu sudah dingin, sudah 1jam ia menemaniku duduk di sini” ucap ku sambil sedikit menyindir nya.

“Shirreo! Itu pasti kau pesankan khusus untuk ku, ya kan? jadi tak akan kubuang. Gomawo coffee-ya sudah menemani yeochin ku. Lain kali jika kau menemaninya jangan lupa ajaklah ia berbicara, supaya ia tak marah seperti sekarang, lihatlah sudah ada api berkilat di matanya” ia berbicara dengan gelas kopi itu. 

Tak bisa kutahan tawa ku saat kulihat wajahnya yang dipasang innocent itu, ia berbicara sambil menyindirku tapi ia terlihat sangat lucu, ia meminum satu gelas itu dalam sekali teguk. 

“Oo..oppa minum nya perlahan saja..”

“Aniyo, kau sudah menunggu ku 1 jam, sekarang waktu kita berdua telah berkurang 1 jam, aku tak mau menyia nyiakan , time is gold, ppali sekarang kau ingin kemanapun akan kutemani.”

“Ee, maksud nya?”

“Aku ingin menghabiskan waktu berdua ku dengan mu chagi, selagi kita masih bisa berpergian bersama.”

“T..tapi..”

“Ppalii….” Oppa segera menarik tangan ku meninggalkan coffee shop , kami segera masuk ke dalam mobil ku, ia duduk di bangku kemudi.

“Chagii.. Kau ingin pergi kemana? Mm?” Ia memasang wajah yang penuh senyum, 

Aku seperti seketika merasa bersalah padanya, tak sepantas nya aku marah. Dari subuh ia sudah di tempat syuting hingga tadi,setelah syuting selesai ia langsung menemui ku, ia pasti sangat kelelahan. Tapi kenapa masih bisa memasang wajah sebahagia ini?

“Chagii..? Kenapa malah melamun?”

“A…aa..niyo oppa..”

“Aigoo, apa kamu baru menyadari bahwa aku tampan?” Tanya nya sambil memamerkan senyum yang sangat kekanak kanakan

“Ahaha..oppa, sadarlah kau sudah 24 tahun, kau tidak setampan itu ” ucap ku asal, setelah itu aku menjulurkan lidah ku, mengolok nya.

“Yaa, rin-a, kau tak tau seberapa tampan aku, banyak yeoja yang berharap bisa jadi yeoja chingu ku” balas nya

aku hanya mem pout kan bibirku. Lagi lagi ia membahas ini, aku tahu ujung pembicaraan ini, kami akan bertengkar dengan kekanak kanakan lagi.

Tanpa aku sadar oppa tiba tiba mencium bibirku 
“Jangan mem pout kan bibirmu seperti itu chagi, kau makin jelek. Aku malah makin ingin mencium mu”

“Oppa pervert!” Aku lagi lagi menjulurkan lidah ku, biar ia tau aku sangat senang mengolok ngoloknya.

Ia segera menyerang lidahku membuat lidah kami bergelut dalam, ia memainkan lidahku, membuat kami terjebak dalam sebuah ciuman panas. 

“Jangan lagi julurkan lidahmu sembarangan chagi, aku tak ingin namja lain akan menyerangmu seperti barusan. Hmm?arraseo?”

Aku hanya menganggukkan kepala ku dan tersenyum manis kepadanya. 

“Oppa, jika kita terus terusan seperti ini, kita tak akan pergi kemana pun hari ini. Bagaimana kalau oppa istirahat ? Apa oppa tidak lelah? Besok kan ada jadwal?”

“Obsseo chagi, 3 hari ke depan BAP diberi hari libur, setelah itu aku harus berangkat ke jepang untuk beberapa promosi, tapi hanya aku sendirian, hanya 3 hari chagi”

“Hmm..geurreseo?”

“Chagii..selama hari libur aku boleh kan di apartment mu?”

“Boleh oppa.. Tapi kalau kalian libur ajak lah daehyun sekalian, anak itu pasti akan berkeliaran mencari makanan sendirian”

“Shirreo! Hanya kita berdua, kali ini saja? Boleh kan? Hmm? Yaa?”
Ia memasang wajah aegyo nya

“Oppa.. kita semua tau kalau oppa tidak bisa aegyo, wajahmu jadi sangat lucu oppa..hahaha”

“Yaa.. Aku serius sedang memohon, kau malah menertawaiku..”

“Arrasseo..haha..geurae..haha..hanya kita berdua kali ini” ucapku sambil memegangi perutku karena menertawai wajah aegyo oppa..

“Kalau kau mengolok aegyo ku akan kuserang lagi kau jeong jae rin”

“Arrasseo arrasseo, tidak akan lagi oppa.. Haha..kajja”

“Eoddi? Kita jadi kemana? Hmm?”

“Ke apartment saja oppa, akan kumasakkan dinner untuk kita berdua”

Segera kami menuju ke apartment ku. 3hari bersama oppa..aku membayangkan banyak hal seru yang akan kami lewati bersama

Sesampai nya d apartment kami berdua melemparkan tubuh kami di sofa ku yang ukuran nya cukup besar. Dengan berbantalkan tangan yongguk oppa kami berdua melepaskan kelelahan hari ini dengan bersantai santai sambil menonton tv.

Ia memainkan rambut ku. “chagiya”

“Eumm..waeyo oppa?”

“Anii.. Hanya ingin memanggilmu”

Aku menolehkan wajahku, menatap wajah oppa. Entah mengapa aku sangat menyukai memandangi nya seperti ini. Tapi wajahnya terlihat sangat lelah.

“Oppa.. Tidurlah dulu, akan kumasakkan sesuatu untuk makan malam.nanti akan kubangunkan”

“Hmm..shirreo.. Aku ingin memasak dengan mu”

“Mwoo? Oppa memang bisa masak? Shirreo. Nanti oppa malah merusak dapurku.. Sudah tidurlah..istirahat dulu..hmm?”

“Arrasseo, kau sangat galak, mengalahkan omma ku. Aku akan tidur, tapi ada 1 syarat”

“Hmm? Mwo?”

“Ppoppo” ucap nya sambil menunjuk nunjuk bibir nya. Kyeopta, meskipun dia sangat awkward dalam melakukan aegyo, tapi itulah yang membuat nya menjadi daya tarik tersendiri.

Kuhujani ia dengan kecupan kecupan ringan di bibirnya. “Sudah oppa tidurlah”

“Masih kurang chagii”

“Mwo? Eishh. Oppa benar benar yadong. Baiklah”
Kucium lagi bibir nya, tapi ia segera menahan tengkuk ku, membuat kecupan ringan tadi berubah menjadi ciuman yang sangat dalam dan lembut, tanpa ada tuntutan dan tanpa nafsu, sangat memabukkan.

Ia melepaskan ciuman tadi sambil tersenyum.”Gomawo chagii”

Dapat kurasakan wajahku memanas karena malu dengan perlakuan nya tadi,”hmm… Cheonma oppa.. Jaljja”

Yongguk pov

Aku melihat nya berjalan memunggungiku, semakin menjauh kearah dapur, aku tak bisa sekalipun mengalihkan pandanganku darinya. meskipun pikiran ku lelah, tetapi saat aku melihatnya, aku selalu merasa hanya dia lah dunia ku. Saat ada dia, seluruh rasa sakit ataupun lelah tak akan terasa lagi. 

Aku melihat nya sibuk di dapur, berjalan kesana kemari mempersiapkan bahan bahan dan sibuk sendiri. aku menikmati pemandangan ini, aku senang melihatnya sibuk mempersiapkan makan malam untukku, aku senang melihatnya meskipun dalam keadaan nya yang berantakan, aku menyukai seluruh yang ada di dirinya tanpa terkecuali.

Ia terlihat sangat cantik meskipun rambut nya di kuncir tak beraturan, masih dengan pakaian kantor nya yang sudah berantakan. 

Aku tak bosan sedikitpun memperhatikan tiap gerak geriknya.

Sepertinya ia telah selesai. Segera kututup kedua mataku, berpura pura tidur.

“Oppa..irreona” suara nya begitu lembut mencoba membangunkan ku

Jae Rin pov

Kubangunkan oppa, tapi ia tak juga membuka matanya. Kuperhatikan wajahnya saat tertidur, sangat tenang, ia terlihat sangat polos. Tanpa sadar jemariku mulai menyusuri garis wajah nya. Mengagumi tiap hal yang kulihat pada dirinya. Kedua matanya, hidungnya,pipinya, bibirnya. Kutelusuri semua nya dengan jemari ku

Ku kecup sekilas dahinya dan juga pipinya. Sekali lagi kubisikkan di telinga nya “oppa…ppalli ireona, makan malam nya sudah siap”

Ia menggeliat tapi tidak bangun.
“Oppa, ppalli ireona” aku sedikit menaikkan suara ku, berharap ia setidak nya bangun.

“oppa akan bangun kalau kau menciumku chagii” ia membalas ku dengan suara yang sangat rendah dan agak serak. 

Aigoo, benar benar oppa yang satu ini. Aku sudah mencium mu oppa! 

“Yeogi(disini)!” Ucapnya sambil menunjuk bibirnya.

Ia seperti bisa membaca pikiran ku. arrasseo
Segera kudaratkan sebuah ciuman di bibir oppa, tapi tak cepat cepat kuangkat bibirku, tak juga kulumat. Biar lah aku menikmati dulu kecupan ini.kututup kedua mataku untuk beberapa detik, setelah itu kuangkat tubuhku dan berjalan mundur.

“Sudah oppa! Sekarang cepat bangun, makanan nya akan segera dingin”

Yongguk pov

Setelah kunikmati seluruh perlakuan nya kepadaku, perlahan kubuka mataku merenggangkan otot otot tubuhku seolah olah aku baru bangun tidur. Kulihat lagi orang itu, duniaku. Ia berdiri mematung dengan wajah yang agak memerah, sepertinya ia malu setelah melakukan itu kepadaku.

Kulangkahkan kaki ku menuju meja makan,

“Hmm..spaghetti”

“Nee, apa oppa suka?”

“Aku suka semua yang kau buat chagii,”

“Haha..jeongmal? Geurom, ppalli mokgo( benarkah?kalau begitu, cepatlah makan)”

Kumasukkan spaghetti itu ke mulutku perlahan lahan, sangat enak.segera kuhabiskan seluruh yang ada di piringku. 

“Sangat enak chagii”

“Jeongmalyo? Gomawo oppa”

“Ini hadiah karena sudah membuatkan ku dinner yang sangat enak” segera kurengkuh pinggangnya agar ia mendekat, kucium pipinya.

Kulihat lagi lagi wajahnya memerah. Haha

Jae rin pov

Aku sangat terkejut karena oppa secara tiba tiba mencium pipiku. Debaran jantung ku sekarang makin keras
 
“geu…geurom oppa, biar aku bersihkan ini dulu. Oppa tunggulah di kamar”
 
“Shirreo!”
 
“waee?”
 
“aku kan ingin berduaan dengan mu chagi. Bukannya ada ahjumma yang biasanya mengurus apartment mu?
 
“iyaa, tapi kan jadwal nya ia hanya 1 minggu 2 kali. Besok ia baru datang”
 
“yasudah.. tinggalkan saja chagi. Biar besok ia yang bersihkan.. hmm? Kan aku jarang sekali mendapatkan libur seperti ini” lagi lagi ia mulai mengeluarkan jurus aegyo nya yang sangat awkward itu, yasudah lah, toh juga besok.
 
“hmm, baiklah oppa” ucapku sambil tersenyum kearahnya. Melihat nya memohon dengan begitu gigih aku jadi tak tega dengan nya.
 
Ia segera menarik pergelangan tangan ku menuju ruang tv, menghempaskan tubuh nya ke sofa setelah itu menarik ku untuk duduk juga, kami menonton tv bersama. Kusandarkan kepala ku ke bahu oppa, ia melingkarkan tangannya di bahuku, memelukku dengan sangat erat. Sesekali ia memainkan rambut ku, mencium puncak kepala ku, membuat ku merasa sangat nyaman di dekat nya.
 
Kuarahkan wajahku untuk menatap wajah oppa, “oppa..”
 
“hmm?”
 
“oppa..”
 
“waeyo chagii?”
Tapi ia tidak menolehkan wajahnya kearah ku,
 
“oppa..”
Akhirnya ia menoleh , “wae geurae chagii?”
 
Entah mendapat keberanian darimana aku melakukan ini
“Saranghae” kuucapkan kata ini dengan volume yang sangat pelan tapi oppa dapat mendengarnya
 
Ia mengembangkan senyum di wajah nya, mendekat kan wajahnya kearah ku
“nado saranghae chagi, nae sarangeun yeongwoni (cintaku abadi) chagii”
Ia mencium bibirku, awalnya hanya kecupan manis, berubah menjadi lumatan lumatan kecil. Ciuman yang ia berikan selalu memabukkan untukku. Lama kelamaan lumatan yang ia berikan pun semakin intens, lidah nya pun semakin liar bergerak di dalam mulutku, akhirnya ia melepas kan ciuman itu karena kami berdua sepertinya kehabisan oksigen. Dengan nafas yang terengah engah ia menatap kedua mataku dengan sangat dalam sambil tersenyum.
 
Tapi entah mengapa aku tak ingin ciuman ini berakhir, kuletakkan kedua tangan ku di kedua pipinya, kutarik maju wajah nya, segera kucium bibirnya yang begitu menggodaku, kami lagi lagi terjebak dalam ciuman yang begitu panas, lumatan demi lumatan terus terjadi, lidah nya menjilat bibirku, memainkan lidahku membuat tiap gerakan dari bibirnya terasa makin memabukkan.
 
Tangannya mulai bergerak mengelus pinggang ku dan pahaku, seharusnya aku marah, tapi tidak kali ini, aku malah makin menikmati setiap gerakan tubuh nya. Tangannya mulai menelusup ke dalam blouse ku, mengelus perutku , naik ke atas hingga payudara ku yang masih terbungkus dengan bra. Ia menaikkan bra ku ke atas, meremas remas pelan payudara ku , memainkan nipple ku dengan jemari nya.
 
“mmmmppphhhhh…”desahan itu lolos dari mulutku, tapi masih tertutup karena ciuman ku dengan oppa yang masih berlanjut.
Ia mengeluarkan tangan nya dari dalam blouse, melepas satu per satu kancing ku,membuang pakaian itu entah kemana. Oppa melepaskan tautan bibir kami, menatao mataku dalam seolah mencari keraguan pada diriku, tapi aku malah tersenyum kepadanya, seolah mengiyakan nya untuk melanjutkan apa yang ia lakukan. Ia berubah menciumi leher ku, menggigit nya pelan
 
“ahh.. mmhh..o..ohppaa..jangan meninggalkan mmhh bekasshh..disana..aahh”
 
Ia tidak menghentikan tingkahnya, tapi ia hanya menlihatku dengan kedua manik matanya.
Oppa melanjukan kegiatan nya, ia mengelus punggungku, mencari sesuatu disana, yaa, pengait bra ku. Dengan sekali hentakan ia melepaskan nya dan juga segera membuangnya. Ciumannya turun menjadi di atas payudara ku, ia melakukan hal yang sama mencium, mengigit pelan, menjilati nya menimbulkan beberapa bekas keunguan disana. Berkali kali lenguhan ku keluar begitu saja, aku sudah tak mampu menahan lenguhan lenguhan itu karena ini begitu nikmat.
 
Ia mengulum nipple dan juga payudara ku seperti bayi yang sedang kehausan, ia meniptakan kenikmatan yang luar biasa, tak dapat kuartikan dalam kata kata. Tangan nya juga tak diam begitu saja, tangannya meremas remas payudaraku, terkadang memainkan nipple ku, dan ia melakukan nya secara adil, dengan payudara kanan dan kiri ku.
 
“eumphh oppaa..ahhh”
Tanpa kusadari aku benar benar sudah naked sekarang, aku tak sadar kapan ia melepaskan celana dan underwear ku, ia memainkan jari jari nya di depan klitoris ku. Membuat ku semakin terangsang dan makin mengeluarkan lenguhan lenguhan itu.
“aahhhh!..” aku berteriak saat kurasakan sesuatu memasuki hole ku yang ternyata adalah jari oppa. Ia perlahan menggerakkan jarinya, rasa sakit itu perlahan menghilang, berubah dengan rasa nikmat.
“eumphh..faster oppa..ahhh..yesshh..eummphhh”
Dapat kurasakan ia menambahkan 1 jari lagi kedalam hole ku, membuat ku makin tergila gila dengan hal ini. Ia terus mempermainkan tubuhku , membuat ku benar benar tak berkutik
 
“oo..opppaaaa, I think I’m gonna…”
 
“keluarkan saja chagii”
 
Kupejamkan mataku menikmati orgasme pertamaku
“aaahhhhhhhh” orgasme pertama ku keluar. Saat kubuka mataku, oppa tak lagi diatasku, ia ternyata pindah kedepan hole ku, ia menjilati cairan itu tanpa rasa jijik. Dan saat itu lah aku menyadarinya
 
“oppa, kau benar benar curang”
 
“hmm? Waeyo chagi?”
 
“I’m naked and you still use all of your clothes”
 
“ahaha..geurom” iya melepaskan kaos nya, memperlihatkan badan nya yang sudah terbentuk sempurna dan sangat seksi. Aku menjadi malu sendiri karena memintanya.
 
“chagii, ayo kita pindah tempat” ucapnya, setelah itu ia tiba tiba mengangkat ku, kami pindah ke kamar tidur ku.ia menutup pintunya dengan menendang pelan pintu itu. Ia menjatuhkan tubuh kami berdua di atas kasur ku.
 
Kurasakan kulit tubuh nya yang bergesekkan dengan tubuhku membuatku makin benafsu dan ingin menyentuh nya. Segera kunaikki tubuh nya yang sedang terlentang itu. Awalnya ia terlihat kaget, setelah itu mimic wajahnya berubah seperti berkata apa yang akan kau lakukan, akan kulihat.
 
Kulakukan hal yang sama persis dengan nya. Kuciumi dada bidang nya, menimbulkan tanda tanda keunguan disana, kujilati nipple oppa sambil berusaha melepaskan celana nya. Tangan ku yang satunya tak tinggal diam, kuraba abs yang ada di tubuh oppa, membuat ku semakin ingin memiliki ia seutuhnya. Ia terkadang mengeluarkan lenguhan lenguhan karena perbuatan ku. Setelah celana dan underwear nya lolos, kuraba junior nya yang sudah berdiri dengan kokoh nya. Kuremas pelan dan kugerakkan tangan ku, ia melenguh lagi.
 
Segera kuturunkan kepala ku, mencium ujung junior itu. Tanpa ragu kumasukkan juniornya kedalam mulutku, kusedot perlahan maju dan mundur dengan tempo yang sangat pelan , kumainkan juga twinsball nya. Dengan intens kumainkan keduanya. Kukulum junior nya dengan cepat, dan tangan ku pun ikut kumaju mundurkan. 

“Ge…geumanhae(berhenti)”

“Waeyo oppa?”

“Mianhaeyo chagi, oppa sudah tak bisa menahan nya”

Ia membalikkan posisi, ia diatasku, tapi bertumpu dengan kedua tangannya

“May I?” Ia melihatku dengan tatapan penuh arti

Kuanggukkan kepalaku menyetujui nya

Diarahkan nya junior nya ke hole ku, perlahan tapi pasti ia mulai menekan nya makin dalam, 

“Aaghhh…appo oppaaa..sshh” kutahan rasa sakit itu sangat sakit

Ia seperti tak tega melakukan hal itu kepadaku, ia ingin menarik junior nya , tapi seger kuremas tangan nya

“Andwee oppa, lanjutkan”

“T..tapii chagi.”

Kuhentak hentakkan pinggul ku, itu lah yang ku mau

Oppa seperti mengerti perlakuan ku “bersabarlah sedikit chagi” ia segera melumat bibir ku memainkannya dengan sangat intens, aku menyadari sesuatu robek di bawah sana, keperawanan ku.

“Thanks giving this pleasure to me” ucap oppa lalu mengecup ku menatap mataku begitu dalam. Tak kuhiraukan rasa sakit di bawah sana. Oppa mulai menggerakkan pinggul nya perlahan, 

“Ohhhh oppaaa, shhhhh” 

“Chagi you’re so tight.sshhhh”

Kami saling menhentakkan pinggul ke arah yang berlawanan, gerakan pinggul kami makin cepat dan semakin cepat. 

“Oohh..sshhh.there oppa…yesshhh ahhhh euummphhh…..”

Ini sangat nikmat, dapat kulihat wajah oppa yang sangat menikmati ini, sangat menggairahkan, ku raba abs oppa, sambil menciumi bibir nya. Gerakan pinggul kami tak berhenti. Lumatan bibir kami semakin ganas “euumphhh shhh”

Tangannya pun tak tinggal diam,Ia memainkan payudara ku .

“Oppaaa, I think I’ll comee….aahhhhh”

“Together….sshhh”

“Aaahhhhh” kami berdua melepaskan orgasme kami bersama sama, kami berdua sangat kelelahan, oppa segera menarik selimut untuk menutupi tubuh naked kami,ia mencium bibir ku sekilas

“Gomawo chagi, jaljjayo, saranghae”

Aku sudah tak mampu membalas ucapan oppa karena terlalu lelah

~0~

Kurasakan sinar matahari pagi menerpa wajahku, hmm…kurasakan sebelahku, …oppa dimana? Ia tidak ada di sini. Kubuka mataku perlahan lahan. Oppa tidak ada. Segera kuambil pakaian ku yang ada di lemari, kukenakan pakaian yang kebesaran dan segera keluar.

“Morning chagi”

“Oppa? Kok sudah bangun?”

” Want to make some breakfast” ucap nya sambil memamerkan senyum khas nya.

Kupeluk oppa dari belakang “morning too oppa”

“kau tidak berangkat ke kantor?”

“Hmm..nanti, aku ingin dengan mu dulu”

“Eiihh..berangkatlah, nanti di marahi orang tua mu chagi” ia membalikkan tubuh nya, mengecup bibir ku

“Morning kiss” 

Kutatap mata oppa, sangat teduh. Kuhirup aroma kopi, ia membuat kopi untukku.

“Mandilah, setelah itu sarapan. Ppalli”

“Hmm, arrasseo oppa” kulangkahkan kaki ku ke kamar mandi menuruti kata katanya. Setelah selesai pun aku segera sarapan.

“Gomawo oppa sarapan hari ini. Aku pergi dulu ya. Nanti kalau bisa aku akan pulang lebih cepat”

“Tidak usah chagii, selesaikan saja pekerjaanmu dengan benar. Nanti aku juga mau pergi sebentar, hmm?”

“Arrasseo. Geurom, oppa annyeong”

“Annyeong chagii”

kuselesaikan seluruh pekerjaan kantor ku bahkan yang untuk besok, kukosong kan seluruh jadwal ku untuk besok sehingga hari ini aku harus lembur.

Kulangkahkan kaki ku memasuki apartment. Sangat sepi. Kuedarkan pandangan ku, tak kutemukan siapa pun. Kumasuki kamarku, disana juga nihil. Tapi aku mendengar suara air , mungkin oppa sedang mandi. Kurebahkan tubuhku di atas kasur, tubuhku seakan remuk karena tadi kupaksakan duduk seharian di meja kerja ku, menuntaskan segala masalah. Punggung ku serasa akan putus. 

Kupejamkan mataku. Mencoba mengurangi rasa lelahku. Kudengar pintu dibuka, suara langkah kakinya berjalan kearah ku. Aroma sabun segar menyeruak di indra penciumanku. Semakin mendekat, dapat kurasakan.

“Chagii.. Apa kau tidur?”

“Hmm” aku menggelengkan kepala ku pelan.

“Welcome home chagi” ia mencium bibirku “kamu pasti sangat lelah ya chagii. Malam sekali pulangnya”

Kubuka mata ku, menatap nya yang hanya menggunakan handuk membungkus tubuh bagian bawah nya. “Aniyo oppa.. Oppa ngapain seharian tadi?”

Ia tersenyum “hanya bertemu dengan anak B.A.P sebentar, lalu mampir ke coffee shop, aku bosan sendirian di apartment”

“Geurom, besok ayo kita jalan jalan oppa”

“M..mworago chagi?(Apa yang kau bicarakan) kamu harus bekerja chagii”

“Anii..besok kita akan berlibur seharian, otte? Anii..bukan sehari, 2 hari..ayo kita pergi”

“Jinjja? Kok bisa? Jangan membohongi ku..kalau kau membolos aku akan marah padamu”

Aku hanya tertawa, bahkan oppa masih memaksa ku agar tidak membolos, padahal ia sendiri yang merengek padaku agar berduaan selama hari libur nya..”Anii, tidak bolos, hanya menyelesaikan pekerjaan ku lebih cepat, jadi aku bisa beristirahat”

Matanya menelisik ku, seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja kubicarakan. ” Jeongmalyo oppa! Aku tidak lagi berbohong”

“Geurom.. Mandilah dulu chagii..pasti sangat lelah” ia mencium dahiku, perlakuan nya selalu menenangkan ku, membauatku merasa sangat nyaman.

Setelah mandi aku segera merebahkan badan ku di sebelahnya, anii, lebih tepatnya aku langsung tidur di atas dada bidangnya, meringkuk sangat dekat dengannya. Ia memelukku dan mencium puncak kepala ku, menyelimuti ku hingga leher ku,”jaljjayo chagi.” Kami berdua tidur dengan saling memeluk satu sama lain. Hanya satu yang kuinginkan saat ini, menghentikan waktu, aku tak ingin berubah, hanya seperti sekarang.

~0~

Pagi ini kami berangkat ke Jeju, sebenarnya oppa menolak, tapi aku memaksa nya, daripada kami terus terusan di Seoul, lagipula di Jeju appa punya resort pribadi yang sangat bagus dan tepat berada di pinggir pantai. It’s all private, just me and him. Tak akan ada yang mengganggu kami. Setelah meyakinkan nya, kami segera berangkat, dan tentu saja dengan seluruh perlengkapan menyamar nya, yang lebih mirip penjahat daripada artis.. Ahaha, begitulah jika aku mengejeknya.

Smartphone ku berbunyi, tanda sebuah pesan

“Noona, kau menculik uri leader ke Jeju?! Apa yang akan kalian lakukan?! Kau bahkan tak mengajakku. Jangan sebabkan masalah!”

Err..Jeong Dae Hyun, neo! Jeongmal pabo, bisa bisa nya ia mengirimi ku pesan seperti ini. Harus nya mengirimkan ke leader nya agar tidak melakukan sesuatu yang buruk. Ia bahkan lebih sayang leadernya daripada nuna nya sendiri.

Smartphone ku bergetar lagi

“Apa kalian akan bulan madu? Ah nuna! Leader ku belum waktunya menikah! “

Bahkan aku belum menjawab sms sebelum nya, tapi ia melanjutkan nya lagi, dasar namja yadong! Aku kan hanya mengajak oppa liburan.

Oppa menyadari aku yang daritadi memandangi smart phone ku dengan tatapan emosi. “Waeyo chagi? Kenapa kau terlihat marah begitu?”

“A…aniyo oppa” segera kumatikan smart phone ku, dasar. Tak akan kubiarkan mood ku hancur hanya karena dongsaeng pabo itu.

aku melewatkan dua hari bersama oppa di jeju dengan sangat menyenangkan, kami bermain di pantai seharian, berenang, bahkan bbq. Kami menyebabkan banyak kekacauan di malam hari, dan paginya kami membersihkan semua nya bersama sama.

Asalkan bersama oppa, semua yang kulakukan tak akan terasa membosankan.. Kami bermain banyak hal di dalam resort. Awalnya kami ingin berkeliling pulau Jeju, tapi mengingat status yongguk oppa adalah idol yang sedang naik daun dan terkenal, kami -ani sebenarnya aku- ingin menjauhkan nya dari berbagai rumor. Tapi tak apa, toh suasana pun berbeda dari apartment ku yang di Seoul, di sini lebih menyenangkan.

Tak terasa dua hari berlalu begitu cepat, sehingga kami segera kembali ke seoul. Oppa harus mempersiapkan diri di kantor TS sedangkan aku melanjutkan pekerjaan di perusahaan.

Smart phone ku berbunyi, sms dari oppa
“Chagi..setelah ini aku akan take off..jaga kesehatan mu, jangan terlalu lelah, arra? Saranghae”

Segera ku balas sms itu
“Nee oppa, jalga.. Nado saranghaeyo”

Kuukir senyum , bukan bahagia karena oppa pergi, tapi kebiasaan nya. Setiap ia akan pergi, ia selalu mengabari ku, dan kadang akan menceramahi ku tentang menjaga kesehatan. 

Segera setelah pekerjaan ku selesai, segera kulajukan mobil ku ke coffee shop biasa, menikmati hiruk pikuk sore hari kota seoul dari belakang kaca coffee shop.
Kali ini aku membeli americano, favorit oppa. Kuhirup aroma nya, semakin membuat ku merindukan oppa.

Oppa…

3 hari setelah keberangkatan oppa ia mengabariku bahwa waktu nya di jepang diperpanjang hingga 1 minggu. Aku berpura pura marah padanya, aku bilang padanya ia harus cepat kembali saat seluruh pekerjaan nya sudah selesai, jika ia tak menurutiku, lebih baik kami putus. Aku menggoda nya, sebenarnya aku merasa aku agak keterlaluan. Apa aku terlalu egois? Yaa, aku bukan hanya egois, tapi sangat egois.
Tapi biarlah, nanti aku akan minta maaf saat ia kembali.

2 hari setelah itu sama sekali tak ada kabar darinya. Aku ingin menghubungi nya, tapi egoku menghalangiku. Tiba tiba daehyun menelpon ku. 

“Yeoboseyo?”

“Nu..nunaaa..”

“Waeyo hyunie?”

“Nuna uljimma…”

“Wae? Untuk apa aku menangis?”

Kudengar isakan pelan dari sebrang sana, membuatku makin penasaran
“Waeyo? Kenapa kau menangis? Apa telah terjadi sesuatu?”

Perasaanku berubah menjadi tak enak, aku merasakan suatu yang sangat sesak, aku takut dengan apa yang akan di ucapkan daehyun.

“Yongguk…yongguk hyung”

“Wae?! Ada apa dengan oppa? Jawab lah dengan tegas daehyun!”

“Yongguk hyung…nuna,yongguk hyung meninggal..hikss”

Aku mematung, “ani..jangan berbohong daehyun, permainan mu sungguh tidak lucu”

“Aku serius nuna!”

Satu persatu butiran air turun dari mataku, tak mungkin kan. “Oppa di jepang daehyun, ia bilang jadwal nya masih lama, kenapa ia ada di pesawat? Jangan berbohong”

“Hyung kembali kemarin siang..t..tapi pesawat yang ia tumpangi, jatuh”

Andwe..tak mungkin..apa ia menuruti kata kata ku.? Tak mungkin kan..

“K..korban nya?”

“Hanya yongguk hyung.. Ia berangkat sendirian, ia memaksakan diri untuk berangkat meskipun sendirian tanpa ada staff lain”

Hand phone itu langsung meluncur jatuh dari genggaman ku, kaki ku lemas. Tidak ini tidak mungkin kan! Tidak! Ini mimpi! Bukan oppa yang di dalam pesawat itu! Bukan yongguk oppa..mereka pasti salah orang..aku menangis, tapi aku tak mengeluarkan suara apapun, aku hanya terduduk mematung, aku masih bersama nya minggu lalu, bahkan kami ke Jeju bersama. Dia mungkin yongguk yang lain, bukan oppa ku. Banyak yang bernama yongguk bukan.

Tapi bantahan dari otakku malah menambah sakit hatiku, karena sebenarnya tetaplah yongguk oppa telah tiada. Saat pemakaman pun aku masih merasa itu seperti mimpi.. Aku masih merasakan pelukan nya, di bahuku, seperti ia biasa memelukku. Kurasakan setiap perlakuan manis nya padaku, itu masih terlihat nyata bagiku. Jika benar ini adalah mimpi, bangunkan aku.. Aku tak ingin berada di mimpi ini. Sangat menyakitkan melihat semua orang berduka cita , anii.. Lebih tepatnya aku tak suka semua orang bilang yongguk sudah meninggal. Tapi melihat fotonya yang terpanjang, memamerkan senyumnya, senyuman itu..senyuman yang selalu menggodaku, membuatku nyaman. Itu foto yongguk oppa.

Bahkan setelah berminggu minggu aku tetap tak percaya. Daehyun sering mampir ke apartment untuk melihat keadaan ku. Aku? Aku hanya termenung di dalam kamar ku, ani! Kamar kami, aku dan yongguk oppa. aku yang selalu tidur di sisi kiri dan oppa di kanan. Aku ingat bagaimana ia melakukan beberapa aegyo, wajahnya saat menjahili ku, seluruh ekspresinya. Aku mengingatnya. Aku ingat saat ia memarahiku tentang aku yang workaholic(gila kerja), mengingatkan ku untuk makan teratur, bahkan aku ingat saat ia sering mengingkari janjinya. 

Keluargaku menganggap aku sudah agak tidak waras, mereka membawa ku untuk terapi, meredakan tekanan di otakku. Ini bukan tekanan, aku waras, aku hanya ingin minta maaf pada oppa atas perkataan ku waktu itu, jika aku tidak mengancam nya dan malah mendukungnya, ia tidak akan seperti ini, ia pasti masih akan mendampingiku sekarang. Aku belum sempat mengatakan jika aku mencintainya dan aku ingin ia hidup selamanya di sisiku. 

~0~
Back to present

Kulihat langit mulai berubah menjadi gelap, lebih baik aku pulang sekarang. Besok, mari kita bertemu lagi oppa.. Kulihat gelas americano itu. Gelas yang telah diminta yongguk oppa untuk menemani ku saat aku menunggu oppa. Gomawo sudah menemaniku coffee-ya. Kulihat seseorang melewatiku, menuju sudut lain dari coffee shop ini. Senyum itu.. Apakah itu dia??

Done! Very long story! Mian lagi lagi karena sad ending :( 

Sebenernya author juga pengennya happy ending, tapi mencari sesuatu yang berbeda. *tendang author* author ga tega sebenernya, tapi…hati berkata lain *plakk* yaudah pokok nya thanks for reading this sad story yang geje ini .. RCL :)

(FF NC 21) Why?

Author : Poro 19

Cast :

Choi Junhong a.k.a Zelo B.A.P

Han Jae Rin (OC) as you

 

Genre : Romance – nc

 

Author bawain ff one shoot ini untuk para reader yang mungkin masih pada setia (sapa juga thor? Ngarep *plakk) pokok nya happy reading aja, Comment , No Bash, No Haters, Hate this? Never read, anti plagiarism :D Author recommend lagu nya Lee Hi – Because :) 

Just know one thing , I lived because of you

I laughed , I cried, those fiery days

Sama seperti hari hari lainnya, tak ada yang lebih baik hari ini, kehidupan monotone yang terus kujalani, rumah-sekolah-rumah, begitu lah rute hidup ku, tak ada yang berubah bagi seorang Han Jae Rin.

Tak ada yang kuingat sama sekali sejak kecelakaan itu, if I can compare, my life is just like a body without any soul, Tak ada yang bisa kuingat, bahkan namja yang terlibat dalam kecelakaan bersama ku, aku tak ingat siapa dia. Aku tak ingat kapan persisnya aku memulai kehidupan monotone seperti ini, sebenar nya untuk pergi ke sekolah pun aku tak minat, tetapi ini adalah paksaan omma.

Aku melongo lagi, tanpa sadar aku hampir melompat ke depan sebuah mobil, seketika itu juga kutarikkan kaki ku mundur beberapa langkah menyelamatkan badan ku ini. Aku sangat kaget melihat mobil itu melewatiku dengan cepat, kepala ku serasa berputar, aku merasakan pusing yang tak dapat kutahan lagi, omma sakit! Omma! Appa!

Aku berlari ke tengah jalan , aku berteriak “Jangan dekati aku!  neomu miwoyo!”

Seketika itu kulihat sebuah mobil yang melaju dari tengah jalan, mengarah kearah ku, namja itu berlari menarikku tetapi ia sedikit terlambat, ia memelukku, ia terserempet mobil itu hingga kami berdua berguling kearah pinggir jalan, kulihat ia berdarah darah di bagian kepala serta beberapa bagian tubuhnya, tetapi ia masih bisa tersenyum sekilas melihat ku, setelah itu aku juga tak sadarkan diri

Kubuka mataku perlahan saat kudengar suara omma seperti memanggil manggil namaku, mimpi apa aku barusan, namja tinggi itu muncul di mimpiku, kenapa hatiku tiba tiba sangat sakit, siapa namja ini?

“Rin-a, waeyo? Kenapa kamu menangis? Kamu bermimpi buruk kah chagi?” omma memelukku dengan kuat . “aniyo oppa, nan jeongmal gwenchanhayo” balasku dengan senyum seadanya, kepalaku masih sedikit sakit.”Jae-rin tunggulah sebentar, setelah ini dokter akan datang dan memeriksa keadaan mu? Hmm? Kau akan cepat sembuh chagi” ucap omma, “ne omma” balasku lagi

“Jae Rin-ssi?”

“Ne uisangnim?”

“apa yang kamu rasakan sekarang? Apakah kamu bermimpi sesuatu?”

“Sedikit pusing uisangnim. Nee, tadi aku bermimpi seperti terjadi sebuah kecelakaan yang melibatkan aku dan namja yang masih koma itu, hanya itu uisangnim”

“hmm, arasseo, kamu sudah mengalami kemajuan Jae Rin-ssi, nanti akan kuberi obat pengurang rasa sakit”

“Gomapseubnida uisangnim”

Sejak kejadian itu, hampir setiap malam aku bermimpi tentang hal yang sama , seperti dikejar kejar oleh perasaan gelisah, tiap pagi aku selalu terbangun dalam keadaan menangis. Entah mengapa wajah namja itu semakin tak asing bagiku. Ingin rasanya kutanyakan langsung pada namja itu, sayang nya sampai sekarang ia masih terbaring di ranjang rumah sakit, tak pernah sadar, tak juga ada kabar yang menyatakan bahwa ia membaik.

Kuputuskan aku akan mendatangi namja itu, sadar maupun tidak, kalau aku melihatnya mungkin aku akan teringat sesuatu.

Aku duduk di kursi di sebelah tempat tidur namja ini, kuperhatikan wajahnya yang tertidur, seperti bayi, sangatlah lucu, kubaca nama nya yang ditempatkan di depan ranjang nya, Choi Jun Hong, hmm, aku tidak ingat apapun tentang namja ini. Kuperhatikan terus menerus wajahnya, namja tinggi berkulit putih, ia lah yang tersenyum padaku di mimpiku itu. Tanpa kusadari seketika air mataku keluar, wae geurae?Jae rin, kenapa kau menangis lagi? Ada apa dengan namja ini? Segera kuhapus air mataku.

Entah mendapat keberanian darimana, kugenggam pelan tangan namja ini, hangat dan tangannya besar. Air mataku semakin deras, tak dapat kutahan, entah kenapa aku terisak tangisan ku tak dapat berhenti dengan mudah.

Aku duduk seharian di ruangan itu, tetap tak ada yang bisa kupikirkan. Tiba tiba seorang suster masuk

“Han Jae Rin-ssi? Kenapa anda disini? Apakah anda mengenal namja ini?”

Seorang suster yang pernah merawatku saat aku di rumah sakit karena kecelakaan itu

“Nado mollayo, hanya ingin menengok nya. Apa namja ini tidak ada barang barang pribadi yang dibawa nya saat kecelakaan?”

Aku sangat penasaran dengan namja ini

“ada sih, apa kau ingin melihat nya? Sepertinya kusimpan di lemari ini”

Suster mengarah ke sebuah lemari kecil, ia mengeluarkan pakaian serta tas yang dipakai namja ini saat kecelakaan

“gamsahabnida suster”

“geurom, akan kutinggal dulu,”

Kulihat perlahan mulai dari seragam nya yang penuh dengan darah, sama seperti yanag ada di mimpiku, seragam ini, kurogoh setiap kantong yang ada di baju maupun celana nya tapi hasilnya nihil, tak ada apapun.

Tok Tok Tok

“permisi, jam besuk sudah berakhir, maaf tolong tinggalkan ruangan ini” ujar seorang suster yang berbeda

“nee, algeseumnida” segera kubawa pulang barang barang tadi

Sesampainya di rumah segera kuperiksa ulang segala barang namja itu, aku menemukan ponsel nya, agak kotor dengan darah, dan juga baterainya habis, segera ku cas, sambil menunggu aku kembali menggeledah tas nya, aku menemukan dompetnya, kubuka isi dompet nya, berisi uang dan beberapa kartu pengenal. Tetapi ada fotoku bersama nya disana, kami berpose dengan sangat lucu, ia menyimpan foto itu di belakang kartu pengenal nya.

Ponsel nya sudah bisa menyala, segera kunyalakan ponsel nya, kubuka beberapa file yang mungkin saja menyimpan data pribadi, seperti galeri foto, video, maupun sms.

Kuperhatikan foto-foto nya, yang ada disana hanyalah fotonya dengan ku, atau fotoku yang diambil tanpa kuketahui. Bahkan ada foto saat aku tidur, makan, semuanya, diambil dengan jarak dekat, sudah pasti ia sering berada di dekatku, tapi aku masih belum bisa mengingatnya.

Kubuka galeri video nya, hanya ada 1 video , segera kubuka video itu

aku menutup nutupi wajahku

“Rin-a, menghadaplah ke sini”

“Andweyo oppa! Aku tau kau akan memfoto ku dengan pose jelek lagi”

“ayolah! Ani! Aku tidak memfotomu!”

“Gotjimal!”

“hahaha, ayolah, nanti akan ku traktir ice cream”

“oppa kira aku anak kecil?! Shirreo!”

“Rin-a, kalau kamu akan menikah, mau tidak menikah denganku?”

 

Segera kubuka tangan ku yang menutupi wajahku

 

“mwoya? Pertanyaan macam apa itu?”

“hmm, shirreo?”

“ani! Itu pertanyaan yang tak perlu kau tanyakan oppa, 10000% aku akan menikah dengan mu”

“meskipun akan ada banyak yang menentang?”

“aku tak peduli oppa, kau milikku dan aku milikmu, oppa naekkoya!”

“aku rekam ini! Ini adalah bukti, kau sudah tidak bisa meninggalkan ku”

“hmm! Rekam saja, itu bukti ku padamu oppa”

Aku tersenyum sangat lebar

Cklik, rekaman itu selesai. Aku menangis , kepalaku mendadak sakit, sangat sakit, aku kembali melihat mimpi , tapi kali ini mimpi yang lain

“Han Jae Rin! Will you be my girl?”

Oppa berteriak di atap sekolah, sedangkan aku dibelakang nya hanya bisa menutupi wajahku karena malu “oppa! Tak perlu kau berteriak seperti itu, sangat memalukan!”

 

“biar! Biar semua orang tau!neo!naekkoya!”

 

-

Seluruh kehidupan sekolah ku berubah, semakin berwarna , ia lah, Choi Junhong lah yang memberikan ku segala sesuatu yang tak kuketahui, membuat ku bisa merasakan arti hidup yang sesungguhnya.

 

Ia lah yang selalu di samping ku. Lelaki tenar ini justru memilihku yang wanita pendiam ini sebagai yeoja chingu nya. Seluruh orang sangat kaget sangat pertama kali ia mendeklarasikan bahwa aku adalah miliknya.

 

Tapi ia tak peduli apa kata orang, ia melakukan segalanya untuk mempertahankan ku meskipun aku sempat ingin menyerah karena perlakuan fans fans nya yang aneh itu. Ia memperlakukan ku dengan sangat baik

 

-

 

“Jae Rin-a, wae geurae? “

“oppa! Jadikanlah aku milikmu!”

“mwo?! Sadarlah Jae Rin!”

“anii! Aku tak ingin dijodohkan omma oppa, shirreo! Oppa, jadikanlah aku milikmu! Bawalah aku pergi, lakukan lah semua nya oppa, ayolah oppa!” aku memaksa nya dengan berlinangan air mata

Oppa seperti ragu untuk mengambil keputusan, sungguh aku ingin bahwa oppa lah yang mengambil nya dariku, bagaimana pun itu.

Entah setan darimana, aku segera menyerang bibir oppa, kulumat bibir oppa dengan sangat halus, kumainkan lidah oppa, pertama ia tak membalas, entah seperti nya pertahanan oppa telah runtuh, akhirnya ia membalas perlakuan ku, kami saling berpagutan sangat lama

Oppa meletakan tangannya pinggang ku, segera dilepas nya pakaian ku, dijilat nya leher dan pundakku , berkali-kali ,sekarang tidak lagi menjilat bahkan dia menghisapnya kuat hingga menimbulkan bercak merah.

 

“empphh.. oppaaa”

Aku tak mampu menahan sensasi yang oppa hasilkan saat menyentuh tubuhku. Makin kujenjang kan leher ku agar memudahkan kegiatan oppa, ia menyelipkan tangannya di tengkuk ku untuk memperdalam jilatan jilatan dan sedotan nya.

 

“ahhh..oppaa mmhhh”

Tak ingin kalah dari oppa aku pun dengan sigap melepaskan pakaian yang masih dipakainya dan melemparnya asal , Sekarang tubuh oppa sama naked nya dengan li, kembali kami berpagutan saling menikmati lekuk bibir ,

“eumhh.. mhhhh”

Tak ingin makin lama , oppa mulai memainkan nipples ku, ia menyedot nya, memainkan nya dengan lihai dengan jemari nya dan lidah nya secara bergantian,

“aahhh.. oppaaaa more shhh”

Kutahan kepala oppa sehingga ia memperdalam sedotan dan ciuman ciuman nya, sensasi ini membuat ku semakin gila. Oppa sepertinya benar benar akan membuat ku miliknya sekarang, ia mengarahkan junior nya ke arah hole ku yang sudah basah karena perbuatan nya,

“eumhh, oppa tidak kah sebaiknya kita menikmati permainan ini dulu?”

 

Ia hanya tersenyum sedikit , tapi seperti tak menghiraukan perkataan ku, ia langsung meneroboskan junior nya itu,

“aakkhhhh!! Appo !” kugenggan erat lengan nya, tak mampu kulepaskan

Kurasakan sesuatu keluar, iya, itu lah darah keperawanan ku yang direbut oleh nya, tanpa ada penyesalan bagiku.

 

“gwenchanhayo chagi?”

 

“hm.. “ aku menganggukkan kepala ku, wajah oppa sekarang terlihat sangat kebingungan membuat ku makin gemas padanya ,”lanjutkanlah oppa”

 

Ia mulai menggerakkan junior nya perlahan

“aahhh shhh.. eumhhhh”

 

Kugerakkan pinggul ku berlawanan arah dari oppa, kupercepat gerakan itu, seakan tak mau kalah, oppa menggerakan makin cepat, kami saling menggerakkan berlawanan arah menciptakan sensai yang sangat nikmat

“ahhhh shhh, more..ee oppahhh eumhhh shhh”

“you’re tight baby! Shhh eumhhh”

Kami makin cepat melakukan nya,

“aahhh oppa! I’m gonna oouutt..tttt..hhsshhhh”

“nadooo..shhhhh”

Kami berdua mengeluarkan cairan itu di dalam rahim ku, aku tak peduli hamil atau pun tidak, karena memang itu lah tujuan ku.

Kami segera terlelap karena terlalu cape.

 

Pagi hari nya aku tak menemukan oppa dimanapun, bahkan ia menghilang selama 1 bulan, waktu perjodohan itu makin dekat

 

-

 

“ya! Dengar lah Jae Rin, tadi pagi ada yang melihat Jun Hong datang ke sekolah”

“Jinjjaro?” Aku segera melompat dari kursi ku, aku ingin bertemu dengan namja itu, namja yang membuatku mati karena merindukan nya

“tapi..”

“waeee?”

“ia.. ehmm, “ chingu ku ini malah main sikut sikutan dengan yang lainnya

“waeyo? Cae Lin? Hyora? Wae? Marhae!”

“ia membawa yeoja seksi bersama nya, yeoja itu adalah Kim Hyuna, senior kita.”

“mworago?”

“yaa, sudah dipastikan mereka berpacaran, mereka bahkan tadi berciuman di taman belakang.”

“apa kalian yakin itu Jun Hong ku? Bukan Jun Hong yang lain?” Sungguh aku tak percaya, bagaimana mungkin oppa berselingkuh

 

-

 

2 minggu berlalu, aku melihat hal-hal kemesraan mereka yang lain, aku sudah muak, pernah sekali aku melabrak mereka, dan yang terjadi adalah aku di tampar oleh Hyuna itu, ia mengatakan bahwa aku adalah yeoja yang babo, dia bilang bahwa aku mau saja dibodohi oleh Jun Hong

 

Cukup sudah! Aku tak mau lagi berhadapan dengan mereka, seluruh kehidupan ku hancur! Dijodohkan dengan lelaku yang bahkan taj ku ketahui siapa dia, namja chingu ku bersama yeoja lain, dan aku sudah tidak perawan, entah kenapa smua itu membuat ku makin stress.

 

Aku memikirkan seluruh permasalahan ku ini saat perjalanan pulang sekolah, tanpa aku sadari rambu untuk pejalan kaki sudah berubah menjadi warna merah, setelah itu semua keadaan menjadi silau

Kubuka mataku perlahan, kepala ku terasa berat,

“Rin-a, kamu sudah sadar? Syukurlah! Yeobo! Cepat panggilkan dokter!”

Omma ku berteriak kepada appa

“waeyo umma? Kenapa seheboh ini, kan aku juga sudah pernah mengalami seperti ini, bersantai lah umma” ucapku sambil terus memegangi kepalaku, aku tak ingin umma terlalu khawatir

“mana bisa umma tidak khawatir! Kamu pingsan selama 1 minggu! Apa lagi yang bisa membuat umma lebih gila daripada ini? Umma takut sekali kehilangan kamu!”

Omo! 1 minggu, cukup lama juga, aku jadi penasaran dengan oppa, apa ia sudah sadar? Tanpa berpikir panjang aku segera melompat turun dari ranjang ku, tapi tubuhku seketika oleng, aku masih belum bisa berdiri dengan seimbang

“waeyo chagi? Kamu mau kemana? Tunggulah sampai dokter datang”

“shirreo omma! Aku ingin melihat oppa, bagaimana keadaan nya! Apa ia sudah sadar?”

“kamu..kamu sudah ingat semua nya?”

“Tentu saja omma, aku ingin melihat oppa!”

tapi tangan omma segera menahan ku, “jangan kesana chagi, jangan kesana”

“waeyo omma! Aku ingin melihat oppa!”

“omma bilang jangan!”

Aku mendengar keributan, para suster berteriak “pasien ruangan 1302 bangun! Ia sudah sadar! Dokterr!”

1302? Oppa? Segera kutepiskan tangan omma, aku berlari ke ruangan oppa. Segera setelah aku masuk, kulihat oppa masih kebingungan, ia memgang kepala nya sendiri bahkan ia melihat seluruh badannya.

“o..oppa” kusapa perlahan ia,ia menoleh kearahku tapi sepertinya ia pun tak sadar siapa aku

“nuguseyo?” rasa nya seperti ingin menangis, apa oppa juga lupa denganku? Apa ia juga terkena amnesia? Kenapa ia tak mengenaliku? Apa ia berpura pura karena sudah tak ingin bertemu dengan ku?

Aku mematung melihat oppa yang semakin kebingungan, air mataku turun begitu saja, oppa wae geurae? Kenapa begini? Ini semua salahku, gara gara kecelakaan itu oppa jadi begini.

Tak lama kemudian para dokter dan suster masuk , mereka mengusir ku keluar, mereka tak mengijinkan ku melihat keadaan oppa, aku menangis di luar , apa benar ini semua salah ku?

Tiba tiba omma datang “ uljimma chagi uljimma”

“omma! Bahkan oppa tidak mengenaliku! Ini semua salah ku! Gara-gara aku oppa kecelakaan hingga koma, gara gara aku oppa seperti sekarang!” aku menangis di pelukan omma, aku tak sanggup lagi menahan ini semua

“aniyoo chagii, sebenar nya saat itu Jun Hong datang kepada appa dan omma, ia mengenalkan sunbae nya kepada kami, namanya Moon Jongup. Awalnya kami tak mengerti mengapa ia mengenalkan Jongup kepada kami.Ternyata ia berpesan supaya kami menjodohkan Jongup dengan mu, awalnya kami menolak, mengapa ia menyuruh kami menentukan pasangan mu, kami sangat marah saat itu. Tetapi ia berlutut di hadapan kami dengan menangis, ia bilang bahwa sebenarnya ia menderita tumor otak stadium akhir, sudah tak bisa tertolong lagi, ia ingin kamu tetap bahagia dan dapat melupakannya. Ia mempercayai  Jongup karena ia sudah menganggap Jongup seperti hyung, ia tak ingin kamu tetap mencintainya, ia ingin kamu segera melupakannya, makanya chagi, ia menyakiti hatimu dengan membawa yeoja lain dan terus menerus meninggalkan mu”

“wae omma? Wae! Aku bisa menerima nya apa adanya! Aku tak ingin berpisah dengan begini!”

“Ani! Dia tak ingin kamu berlarut larut saat kehilangan nya, lebih baik dia dikenang sebagai orang jahat daripada orang yang kamu cintai, ia tak ingin menyakitimu lebih dari ini, tahan lah dirimu chagi.”

“omma!” tak dapat lagi kubendung air mataku, kutumpahkan semua saat ku berpelukan dengan omma, kenapa oppa? Kenapa oppa begitu ingin aku bahagia? Oppa naekkoya naneun nikkoya, tak akan berubah oppa.

1 years later

“oppa, bagaimana kabarmu? Sekarang aku belajar menerima Jongup oppa, ia sangat suka sekali tersenyum dan membuat hal hal lucu. Oppa.. kau tau aku tak bisa berbohong. Neomu bogoshippeo, aku tau tak akan ada yang berubah meskipun waktu akan terulang lagi, tapi aku berharap kamu pun bahagia disana oppa, saranghaeyo oppa” kulangkahkan kaki ku meninggalkan kuburan itu, setelah kejadian malam itu, oppa tak dapat tertolong lagi, 1 minggu setelah kesadaran oppa, oppa kembali sakit parah dan tak terselamatkan lagi. Ia meninggal, sebelum meninggal oppa mencari ku dan membisikkan

“If I say I hope you unhappy,I’m sorry  that’s a lie girl, Just know one thing , I lived because of you”

DONE!!! Pertama kalinya author bikin sad fiction begini, terharu sendiri *plakkk

Mianhae saya telah menodai ZELO :’(  tak ada maksud, hanya nama, hanya nama, *menyelamatkan diri

Pokok nya don’t be silent reader yaa, comment lah, comment kalian membangun supaya author bisa lebih baik lagi , and NO BASH! Kalo ga suka tolong ga usah di baca , biar kalian happy author juga happy. *plakk lagi. 

(FF NC 21) IT’S ALWAYS YOU AND NEVER CHANGE (Part 2)

Author  : Poro19

Cast :

Kim Myungsoo ( L infinite)

Park Hyun Ah (OC)

Rating : Romance – NC 21(maybe)

Annyeonghaseyo ! author  kembali melanjutkan pekerjaan author yang menggantung karena musim ujian, tugas, dan remidi tentu nya *eh ! Sekarang karena author udah dapet musim liburan maka author bakal lanjutin cerita yang menggantung dan tergantung (ksian banget ). Bagi yang penasaran dan tetep nunggu sampe sekarang JEONGMALYO! Kamsahamnida geurigo saranghaeyo yeoreobun!

 

Daripada author kepanjangan ngomong mending langsung simak aja deh ! REMEMBER ! Don’t be silent reader! Comment if you interest! NO BASH! Hate this? Never read it. And I warn to everybody yang umurnya dibawah batas umur tolong jangan baca, kalo tetep baca… gapapa sih, yang penting author uda peringatin. HAPPY READING !!! =D

 I Hope You’ll Happy, With or Without me

Omo! Rasanya aku mengenali namja itu, err….

KEVIN OPPA!?! ANDWEE!!!

Siapa yeoja itu? Kenapa yeoja itu bermesraan dengan oppa? Apa dia menggoda Kevin oppa? Sekarang mereka mau kemana? Seluruh pertanyaan bertubi tubi masuk ke dalam otakku namun tak dapat aku keluarkan, lidah ku terasa kelu melihat pemandangan seperti itu. Yeoja itu menggandeng manja tangan kiri oppa, sepertinya mereka sedang bercanda bersama, Kevin oppa sesekali mengelus rambut yeoja itu.

Kulihat mereka, aku berdiri terpaku di sini tanpa mereka sadari, kuikuti terus mereka dengan mataku hingga mereka hilang dari hadapan ku. Serasa lutut ku lemas melihat ini. Apa mungkin Kevin oppa selingkuh? Pertanyaan ini langsung memenuhi otakku

Aniii! Hyun Ah sadarlah ! Kevin oppa memang baik dengan semua orang, mungkin yeoja tadi sudah di angap dongsaeng sendiri oleh oppa, iya Hyun Ah yeoja itu bukan siapa siapa. Berkali kali ku tegarkan diriku dengan perkataan seperti itu, tetapi seperti nya kalimat itu sama sekali tidak menenangkanku.

Aarrgghhhh! I’m gonna crazy now! Pikiran ku semakin kalut. Kurasakan tiba tiba pundakku ditepuk. Segera aku terlonjak kaget dan menoleh kearah orang yang menepukku.

“e..ee..sajangnim”

Sunbae membalas ku dengan senyuman yang mungkin akan melelehkan seluruh yeoja di dunia ini, tapi tidak untukku kali ini.

“wae? Kenapa disini kau malah melongo sendirian? Kajja! Meeting sudah selesai”

“oo..neee”kuikuti langkah kaki boss ku

Brakk!

“joesonghamnida sajangnim”tanpa sengaja aku menubruk punggung nya, ahh sadarlah Hyun Ah ! kau semakin memalukan saja!

“anii.. Salah ku juga berhenti sembarangan, Hyun ah ssi?”

“nee?

“nan baegoppa, ayo makan! Aku tau restoran enak di dekat sini”

“aa..sajangnim, bukan nya agak aneeh jika kita makan berdua begini? Nanti kalau ada orang kantor yang melihat akan mengira yang aneh aneh” Jawab ku agak ragu

“wae? Aku lapar, apa kamu ga lapar? Kalau gitu hanya duduk dan temani aku! Kita ini sedang di luar kantor Hyun Ah-ya, lagian sekarang sudah istirahat makan siang”

“tt..tapii..”

“no excuse! Mau ga mau kamu harus ikut!”

Aigoo! Tangan ku di tarik sunbae, ia menyeret ku ke sebuah resto yang suasana cukup tenang

Sunbae mengajak ku bercerita banyak hal sepanjang waktu makan siang ini meskipun tidak menyinggung tentang kami yang dulu

Menyenangkan bisa kembali akrab dengan sunbae seperti ini, pribadinya pun tidak berubah, sama seperti dulu, menyenangkan, seru, aku jadi terbayang lagi masa masa ku dengan nya.

Chakamman! Kenapa aku malah bersantai santai memikirkan sunbae bukan malah tentang kejadian yang tadi pagi kulihat!

HP ku berbunyi, sms dari oppa

“Mian Hyun-Ah ya, oppa hari  ini tidak bisa mampir ke tempatmu, banyak tugas yang harus oppa selesaikan, mian, nanti kalau sempat akan oppa telepon, saranghae :*”

Mwo? Tugas? Bahkan tadi kau sempat makan siang dengan yeoja cantik sambil bermesraan, sekarang kau bilang sibuk? Ahh jinjja!

Kubalas sms oppa “ne.”

Biar dia tau ada yang tidak beres dengan ku, sepanjang aku berhubungan dengan oppa, aku tidak pernah membalas singkat kecuali jika kami ada masalah

5 menit…

10 menit…

15 menit…

Jinjja! Oppa segitu tak pedulinya kau dengan ku?

Sabar Hyun-Ah sabar!

Sejak kejadian itu aku makin jarang, atau lebih tepatnya tidak pernah bertemu lagi dengan oppa, bahkan ia hanya mengabari ku 4 hari setelah kejadian itu?

Setelah itu tak pernah ada kabarnya,

Berbanding terbalik dengan hubunganku dan oppa, hubungan ku dengan sunbae membaik, bahkan di luar kantor  atau jika kami sedang berdua aku memanggilnya oppa, ia juga sering menawariku untuk diantarkan pulang, meskipun sebagian besar masih kutolak, tapi kadang aku juga diantar.

2 bulan, oppa eodiya? Tak tau kenapa saat aku ditinggalkan begini oleh oppa, aku tidak merasakan kesedihan yang layaknya seorang yeoja ditinggal namchin nya. Jinjjaro, aku hanya penasaran oppa kemana dan apa dia baik baik saja. Entah kenapa aku merasakan kenyamanan saat kembali bersama sunbae, anii, myungsoo oppa.

Hari ini adalah hari minggu dan semua pekerjaan ku beres, entah kenapa aku ingin sekali membereskan apartment ku yang terbengkalai ini. Karena jujur saja, aku sendiri di apartment hanya tidur, makan kadang kadang, dan tak ada penghuni sama sekali

Kurapikan seluruh nya hingga kamarku, kubereskan lemari ku juga yang berisi coat-coat ku untuk musim dingin..

CRINGG (mian gatau bunyi suara kunci jatuh)

Mwoya? Aku sangat kaget, kunci apa ini? Kuingat ingat lagi kapan aku mendapatkan kunci ini

Aahh! Aku mendapatkan kunci itu dari Kevin oppa musim dingin lalu. Kunci apartment oppa, ia memberikan cadangan nya kepadaku dulu.

Apa sebaiknya aku coba memeriksa nya ke apartment, untuk menghilangkan rasa penasaran ku

Segera kubersihkan diriku, kulajukan mobil ku ke apartment oppa.

1206, 1207 , 1208 , 1209

Nah! Here we go

Kumasukkan perlahan kunci itu , kubuka pintu apartment oppa pelan agar tidak menimbulkan bunyi yang terlalu keras

Ya! Hyun ah kenapa kau lebih mirip pencuri sekarang.

Kosong

Itu lah yang kulihat, segera kuarahkan kaki ku menuju pintu keluar, merasa pesimis bahwa oppa masih meninggali apartment ini. Chamkamman!

Aku mendengar suara itu, suara desahan, apa aku tak salah dengar? Kuarahkan kaki ku menuju pintu itu, pintu yang kuyakini dibaliknya ada dua orang melakukan “sesuatu”

Kubuka perlahan pintu itu , kulihat dua orang naked membelakangi pintu, namja nya menciumi leher yeoja itu sambil tangann ya terus bermain di daerah kewanitaan yeoja itu,

“aahhhh.. yeaahh.. oppaaa.. disanaa.. eumhh.. teruskann ahh.. shhh”

Yeoja itu menekan nekan kepala namja itu agar menciumi leher nya makin dalam, kulihat kamar itu sangat berantakan dan berbau sperma.. hmm, aku setidaknya masih mengenali bau itu

Mereka makin liar yeoja itu mengelus junior namja itu dan mengurutnya, memaju mundurkan tangannya memainkan junior itu dengan sangat lincah

“sshh.. naughty girl…eunghh more baby sshhh eumphhh”

Aku mendengar suara yang tak asing lagi di telingaku, oppa!

Mataku seketika memerah, tas yang kubawa tak sengaja jatuh ke lantai dan menimbulkan suara yang ternyata cukup mengagetkan mereka

Kedua orang itu seketika kaget “neo! Nuguya? Oppa, kenapa ada yeoja lain disini?” yeoja itu berteriak ke oppa

“anii, chakamman” oppa memberikan yeoja itu selimut putih yang ada di ranjang nya, “bisakah kamu tunggu dulu di toilet, ini takkan lama, trust me”

“tapi oppa! Siapa dia?”

“nanti akan aku jelaskan”

Kuperhatikan wajah yeoja itu, iyaa, yeoja itu adalah yeoja yang kapan hari aku lihat di mall, yeoja yang menggandeng mesra tangan oppa

Meskipun air mataku jatuh, tapi aku tersenyum, tersenyum dengan pahit, ternyata benar dugaan ku.

Setelah oppa memakai pakaian nya ia mencoba bicara dengan ku

“Hyun Ah –ya”

“jangan sok akrab dengan ku”

“aku.. aku bisa menjelaskan ini Hyun Ah, jangan marah dulu”

“mwo? Apa yang dijelaskan, tidak perlu oppa, sudah cukup, bukan kah dengan ini kau bisa lebih tenang, kita sudah berakhir dan tak mungkin bersatu lagi. 2 bulan lalu saat kau meninggalkan ku pun aku sudah tau” ucap ku sok tegar, padahal aku sangat menahan emosi ku agar tak keluar begitu saja.

Kalau dengan ini oppa bisa bahagia, maka berbahagia lah oppa, aku tidak mau menjadi penghalang mu

“mwo? Apa maksud mu 2 bulan kamu sudah tau?”

“aku tau oppa, hari saat kamu terakhir menghubungi ku, saat kau bilang sibuk, siang aku melihat kalian berdua dating, sudah lah oppa jangan ditutup tutupi, kalian cocok kok, aku kesini hanya ingin mengembalikan kunci mu, cincinmu, dan hati yang telah kau berikan padaku, gomawo.. nan galgge”

Segera aku berjalan keluar , tak kuhiraukan lagi pandangan heran Kevin oppa kepada ku, apa yang barusan ku lihat cukup menamparku dengan kenyataan bahwa tak mungkin ia mencintaiku lagi.

Aku menangis sejadi jadi nya sesampai nya aku di mobil, hatiku sangat sakit, perih mengetahui kenyataan seperti ini, tapi aku seperti merasakan tamparan yang sama saat myungsoo oppa meninggalkan ku, meskipun aku tidak terlihat serius dengan Kevin oppa, tetap saja rasa sakit karena terkhianati tetaplah sama. Kupejamkan mataku perlahan , mencoba mencari ketenangan, hirup nafas sedalam dalam nya , tenang Hyun Ah tenaangg..

DOK DOK DOK

“omo!”

Gimana? Ga nc yah? Ga hot ya?(ya iya lah thor, ga usah di Tanya in lagi!)

Mian karena bagian nc nya yang hanya seupil itu *eh

Tapi next part bakal author usahain untuk keluar lebih cepat dari pada biasanya dan jugaa biar bisa ada bagian nc yang lebih hot lagi

Mian yang uda nunggu dan ternyata sangat sangat SANGAAATT kecewa, jeongmal mianhae

Don’t forget comment dan NO BASH bagi yang ga suka ;)

(FF NC 21) IT’S ALWAYS YOU AND NEVER CHANGE (Part 1)

Cast : 
– Myungsoo ( L infinite)
– park hyun ah (OC)

Rating : NC 21 – romance

Annyeonghaseyo chingudeul, mianhae author baru bisa kasih ff sekarang, karena jadwal author yang super duper sibuk *plak, jadi author masih usaha buat cari alur yang bisa membuat kalian terpukau 

Mianhae, jeongmal mianhae kalo masi berteteran typo dimana mana dan cerita ga hot sama sekali, serta juga cerita nya ga jelas. 

Happy reading~ and don’t forget leave any comment

—————————————————————————-

“Boleh kah kubantu?” ucap seorang namja yang mengagetkan ku, karena saat itu aku sendirian di perpustakaan , “sunbae? Ahh.anii, gwencanhayo” ucap ku menolak tawaran nya dengan penuh senyum.
“Sekarang sudah sore, kalau kau mengerjakan nya sendiri akan memakan waktu lebih banyak, biar kubantu” tawar nya lagi dengan penuh senyum “geurom, gomawo sunbae”

-

“Saranghaeyo” , “eoh?”, wajah kami makin mendekat, dan akhirnya kami berciuman di perpustakaan ini, perpustakaan yang menjadi saksi bisu saat kami sedang berduaan 

-

“Neo! Nappeun yeoja, kau ingin menggoda myungsoo sunbae eoh?!” “Yeoja tak tau diri!” Aku menutup telingaku, mereka semua menghujani ku dengan cacian dan bahkan ada yang menarik narik rambutku, mereka sangat liar.

-

“Geumanhae! DIA BUKAN SIAPA SIAPA! Bisakah kalian hentikan ini?! ” , “jinjja oppa? Dia menggodamu kan? Tiap sore kalian di perpustakaan sepi itu, dia pasti menggoda mu dengan tubuhnya? Ya kan?”
“Untuk apa kalian membahas ini? Dia bukan siapa siapa, dan takkan menjadi siapapun, sudahlah”
Namja itu berjalan menjauhi kami semua, yeoja yeoja itu mengikuti nya, meninggalkan ku sendirian.

-

“Hyun-ah , kau mendapatkan surat, kau tak mau membacanya?”
Segera kusobek kertas itu, dan kubuang.
“W…w…waeyo?”
“Itu pasti surat dari mereka, mereka akan terus meneror ku”

-

“Myungsoo sunbae akan pergi ke amerika! Hyun ah , kau tak ingin mengucapkan kata perpisahan padanya?”
“Anii, untuk apa? Aku bukan siapa siapa baginya , sohyun-a” ucapku sambil menahan tangis ku.

Ya, hari itu hari kelulusan, myungsoo sunbae 2 tahun diatas ku, ia akan ke amerika. Tentu saja berita itu mengagetkan ku, tapi tak ada yang ingin kuucapkan secara langsung padanya, karena ucapan nya beberapa bulan lalu, aku bukan siapa siapa baginya.

Hyun Ah pov

Aku segera terbangun dari tidurku, aku memimpikan hal itu lagi, kilasan masa laluku saat masih berada di tingkat pertama seoul high school. Kilasan tentang cinta pertama ku yang hilang seiring dengan berhembus nya angin. 

Kusentuh pipiku, “basah”, aku menangis lagi. Segera aku bangkit dan menuju ke kamar mandi, segera kubilas wajah ku agar lebih segar. Kutatap pantulan wajahku dari kaca kecil yang tergantung itu “lupakan lah hyun ah, pabo yeoja, sudah 6 tahun, bahkan sekarang kau sudah memiliki Kevin oppa, fighting!” 

Kutatap jam di pinggir ranjang ku yang masih menunjukkan pukul 6 pagi, kurebahkan lagi tubuhku di atas ranjang berukuran single bed di apartment ku ini. Tiba tiba bunyi ponsel mengagetkan aku, siapa yang menelpon sepagi ini? Segera kuraba raba meja dipinggir ranjang ini, 

“yeobeoseo?” 
“Good morning HyunAh-ssi” 
Ternyata telepon dari Doojoon, bos sekaligus teman main oppa ku, Park Jungsoo

“good morning my boss, waeyo?tidak biasanya kau menghubungi ku sepagi ini?”

“Aku membawa berita bagus untukmu”

“Mwoya?”

“Kau akan dipindahkan ke pusat kota seoul, jadi kau akan bekerja diperusahaan raksasa, kau tau KNG? Group yang menguasai seluruh ekonomi korea selatan? “

“Geuman. Tak usah dilanjutkan, tentu saja aku tau, lalu?”

“Dan kau akan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan S1 mu, yaitu sekretaris”

“Jinjjaro? Aku akan menjadi sekretaris? Woah!” Akupun ikut excited, karena saat ini sebenarnya aku hanya karyawan biasa yang membantu di perusahaan keluarga doojoon.

“Nee, maka dari itu, aku memberitahu mu , nanti jam 10 kau akan d wawancara, sebaiknya kau mulai bersiap siap”

“Yak! Kenapa kau baru memberi tahuku pagi ini?”

“Ehmm, sebenarnya kemarin sore berita itu sudah sampai, tapi aku lupa, hehe, annyeong!”

“Yak! Yeob..yeobeoseo? Aishh! ” Selalu saja Doojoon itu,menyusahkan ku.

Segera kuambil handuk yang masih menggantung dan segera masuk ke kamar mandi, kupersiapkan diriku secepat yang kubisa, karena aku tak ingin telat dan ditolak di perusahaan yang selama ini diidam idamkan seluruh orang korea selatan

Sesampai nya, aku langsung disambut oleh resepsionis yang kuakui , aku sangat terpukau, bukan hanya keramahan nya, tetapi jeongmalyo! Geu yeoja neomu yeppeo. Tempat ini benar benar memukau. 

“Jeogiyo, aku ingin melakukan wawancara sebagai sekretaris.”

“Ms. Hyun Ah? Silahkan ke lantai 20 dengan lift disana. Sesampai nya anda diatas akan ada rekan saya yang menyambut” jawab nya dengan senyum yang menawan.

“Gamsahamnida”

Segera kunaiki lift itu menuju lantai 20,saat aku sampai seorang yeoja sudah menungguku di depan lift dan segera mengantar ku ke sebuah ruangan, yang kuyakin dia adalah bos baru ku.

Aku tak dapat melihat jelas karena ia duduk membelakangi pintu, tapi dari suara nya kuyakini bahwa ia namja

“Ne, arraseo, nanti akan kuurus.” 

“Mr. Kim, calon sekretaris baru anda sudah datang”

“Hmm, tinggalkan kami dulu nyonya Han”

“Ne sajangnim”

Yeoja paruh baya itu meninggalkan ku dan bos baruku yang bahkan sampai sekarang aku tak tahu bentuk wajahnya

“Oraenmannya Hyun Ah-ssi”
Ucapnya penuh senyum sambil membalik kursinya.

Omo.. Serasa oksigen diruangan ini berkurang pesat, benarkah yang kulihat ini, Kim Myungsoo, Myungsoo sunbae, namja yang barusan kuimpikan tadi malam? Aniyo aniyo, kau salah lihat Hyun Ah, kukedipkan mataku beberapa kali untuk memastikan bahwa namja didepan ku benar benar sunbae.

“Waeyo? Kenapa kau terlihat gusar seperti itu?”

“A…animnida sajangnim”

“Tak usah seformal itu padaku” jawab nya sambil memamerkan senyum nya.

“Kuharap kerja sama mu untuk membantu ku menjadi sekretaris pribadiku, dan tentu saja ini adalah penawaran yang sangat menguntungkan,melihat dari segi penghasilan dan juga kegiatanmu”

“Tt…tapi kenapa aku? Apa tidak ada pelamar yang lain?”

“Ini bukan sistem melamar pekerjaan Hyun Ah-ya, aku yang memilihmu, dan memanggil mu ke sini, do you want to loose you opportunity to work in this place? “

“Ani..animnida, arraseo, kapan aku mulai bekerja?”

“Secepat mungkin”

Setelah hari itu , aku pindah menuju apartment baru yang telah disiapkan doojoon oppa atas permintaan ku, tak lupa juga aku mengabari kevin oppa tentang kepindahan ku, karena sekarang ia sedang dinas ke Jepang.

Kumulai hari pertama ku bekerja hari ini, kucoba kuatkan hatiku ” ingatlah! Kevin oppa sangat menyayangimu hyun ah!”

Kulangkahkan kakiku memasuki ruang kerja myungsoo sunbaenim, ani, lebih baik aku berlagak tidak mengenali nya.

-

Sudah 2 bulan lebih aku bekerja pada myungsoo sunbae, ani , lebih tepatnya kim sajangnim, dia , jujur saja, terlalu baik, ia membantuku tiap ada kesulitan dan bahkan terkadang menemaniku lembur menyelesaikan beberapa dokumen .

Kulangkahkan kakiku gontai menuju apartment baruku, hari ini aku lembur lagi, dan sungguh melelahkan. Kulirik jam di layar smart phone ku, 

21.25
Almost half past nine, great! 

Kubuka pintu apartment yang tak terlalu besar itu, segera aku menuju ke dapur, lebih tepatnya kulkas, bukan untuk makan malam, tapi mengambil sebotol air mineral.

Author pov

Tanpa Hyun Ah sadari, seorang namja yang sedari tadi berdiri di belakangnya kini memeluk pinggang Hyun Ah dari belakang.

“Omo! “

“Neomu neomu bogoshippeoseo chagi!”

“Oppa? Kapan datang? Kenapa tak kabari aku dulu?”
Jujur saja Hyun Ah sangat rindu pelukan kekasihnya ini, namja yang sudah meninggalkan nya selama 2 bulan.

“Nado bogoshippeo chagi! Kenapa kamu baru pulang? You’re so late”

“Ehmm, I’ve to finish my job oppa. Oppa sudah makan?”

“No, I’m waiting for you, 5 hours!”

“Sorry oppa, I don’t know.”

“Sekarang aku akan makan makanan favorit ku!”

“Mwo?”

Segera Kevin menciumi leher yeoja itu, menjilatinya dengan penuh nafsu

“Enghh.. Oppa”

“Waeyo?” Jawab Kevin sambil terus melanjutkan kegiatan nya. Ia berulang kali menghembuskan nafas nya di leher Hyun Ah

“Jangan enghh sekarang..” 

“Wae? You don’t miss me?” Tanya Kevin dengan wajah memelas.

“Anii, neomu bogoshippeoseo, but I’m tired oppa.”

“Kamu cukup tiduran sayang, oppa yang bakal puasin kamu, arra?” Ucap Kevin sembari melontarkan wink khas nya yang membuat yeoja manapun akan luluh.

Segera nya diangkat tubuh Hyun Ah menuju kamar.
Direbahkan nya tubuh Hyun Ah di kasur, segera ditindih Kevin. 

“I’ll make you want me more and more” Bisik kevin di telinga Hyun Ah

“Emmhh…”
Kevin menciumi daun telinga Hyun Ah, menggigit nya, menjilatinya, memancing nafsu Hyun Ah

Hyun Ah pov 

pandangan kami saling bertemu satu sama lain, matanya yg berwarna coklat benar-benar indah. Ku tatap dia terus hingga sekarang wajahnya bersemu merah lagi nafasnya juga kurasakan menerpa wajahku, ku kecup bibir itu, bibir yang kurindukan selama ini, ku gigit kecil bibir bawahnya hingga ada sedikit celah untuk  lidahku bermain disana, ciuman yg tadinya lembut sekarang sedikit lebih bernafsu.

Ku lepas tautan bibir kami memberinya waktu mengatur nafas yg sedikit terengah, kini ciumannya beralih pada leherku, digigit lembut tiap sisi leher ku sampai meninggalkan bekas kemerahan yg aku yakin besok pagi semakin jelas, tangannya hanya tinggal diam, ia membuka seluruh pakaian ku, menyisakan bra hitam yang menutupi gundukan kembarku, bibirnya segera pindah kesana meremas juga mengigitnya pelan.Kutahan desahan ku agar tak lolos 

” mendesahlah chagi jangan di tahan” perintahnya, lalu kembali ke dua gundukan yg menjulang seolah menantangku untuk bermain.

“Eeungghhh….sshhhh…ooo…ppaahh …” desahan itu akhirnya keluar juga dari bibirku, oppa semakin mempermainkan tubuhku.

” ohhhh…oopppa…..sssssmmmppp”.

Oppa menyerang bagian tubuhku yg sangat sensitif tangannya tak pernah berhenti mempermainkanku, di sana juga bibirnya yg tak di biarkannya sedikit tenang, tubuhku seakan tersengat aliran listrik saat dia membenamkan wajahnya di bawah tubuhku.

“Eunghh…..oppaaaa….enghhh” ku pejamkan mataku menikmati perlakuan nya,aku benar- benar seperti akan gila dengan permainannya sedetik kemudian ku rasa ada dorongan dari dalam tubuhku yg memaksa ingin keluar.

“Ooppppaahhhh….akkhhhhhh….” aku melenguh kencang mendapat kenikmatan pertamaku,tetapi kevin oppa seperti tak memberi ku kesempatan untuk menikmatinya.

“sekarang giliranku”katanya sambil mengerlingkan matanya membuatku terdiam,ia menatap ku dengan pandangan nafsunya. 
“Come on baby” lalu kembali menciumi ku , membuatku kembali bernafsu yg semakin menjadi jadi, segera kulepas semua pakaian yg masih tertempel di tubuhnya ,darahku berdesir saat mendapat pemandangan tubuhnya begitu sexy, tubuh yang sudah selama 2 bulan ini tak pernah ku lihat.kujelajahi tubuhnya itu dari leher turun hingga ke dada bidangnya ku elus absnya yg belum
terbentuk sempurna, tetapi tetap menggoda ku.

“Eungghhh……eumpphhh” Desahan oppa seakan membiusku untuk terus bermain dengan juniornya yg telah berdiri tegak, tanganku segera bermain disana.

Kulanjutkan terus kegiatan ku, ku kulum ujung juniornya, ku urut berkali kali junior oppa, kumasukkan ke dalam mulutku tanpa rasa jijik.
“Eungghh…more baby..sshhhh”

Kupermainkan terus junior oppa, tak lupa ku goda twinsball oppa “err…naughty….sshhhh”

” sudah cukup kita langsung keintinya” ku hentikan kegiatanku setelah mendengar ucapannya , ku tatap nakal oppa yang tengah mencoba mengatur nafas nya, ia segera melesatkan junior itu ke hole ku tanpa aba aba,aku menjerit pelan saat benda asing itu berusaha memasuki tubuh bawahku.

” appo oppaaa……” protesku dengan airmata yg menetes di sudut mataku, dia lalu melumat bibirku mengalihkan rasa sakit di bawah sana.”Tahanlah sebentar baby”

“ahhhhhhhh………” aku berteriak sambil mencengkram sprei kasur yang kutiduri saat benda itu behasil masuk mengoyak bagian bawah tubuhku, rasanya benar-benar sakit apalagi setelah 2 bulan hole ku tak pernah tersentuh lagi, tak berapa lama rasa sakit itu berubah menjadi nikmat yang membuatku tak mampu lagi untuk berpikir.

suara desahan kami memenuhi ruangan kamarku, 
“aakkhhhh……” erangku saat ku rasakan kenikmatan ku sampai di puncak, akupun mengalami orgasme yang kedua .Tapi tidak dengan kevin oppa, dia bahkan menjadi jadi, tak membiarkan ku mengatur nafas, aku kembali merasakan aku akan keluar.

“Aaannghhhh….opppaaaa…I’m ccoommiinnggg”

“Tahaann chaggiii….I’ll comee too…aaahhhhh…..” desahnya sambil terus menggenjot tubuhku makin cepat,

“Aaaaahhhhhh…….”Kurasakan sesuatu hangat memenuhi lubangku, cairan kenikmatan oppa. Ia lalu terbaring di sebelahku, “gomawo chagiya”

“Nee cheonma oppa”

*next morning

kubuka perlahan mataku merasakan cahaya menerobos masuk ke dalam kamarku, kurasakan disebelah ku sudah tak ada orang, kuterjapkan mataku, mencari cari sosok oppa, nihil.
“Oppa kemana?” Batinku.

Kulihat ada secarik kertas di meja sebelah ranjangku 

“Mianhaeyo chagi, I’ve to go, pagi ini oppa harus pergi, ada rapat penting, jangan lupa sarapan, eoh?
Saranghaeyo”

Tanpa terasa bibirku menyimpulkan sebuah senyum, ya, tentu saja aku bahagia dengan ada nya oppa.

Segera kusiapkan diriku untuk berangkat ke kantor, meskipun kurasakan sakit di beberapa bagian tubuhku karena permainan semalam

-

“Hyun Ah, waeyo? Kenapa kau terlihat happy sekali?”Tanya myungsoo,

“Aniyo , gwencanhayo ” balas ku seadanya, dengan mengembangkan sedikit senyum.tentu saja aku senang karena aku bisa kembali berkumpul dengan oppa, tetapi aku masih tidak enak untuk membicarakan hal ini dengan myungsoo sunbae, entah kanapa.

“Jinjjaro?”

“Nee. “

“Arraseo, kalau begitu nanti temani aku rapat di pusat belanja. Aku bosan.”

“Ne sajangnim”

“Sudah kubilang sebut aku oppa, jangan terlalu formal Hyun Ah-ya”

“Animnida sajangnim, jika ada pegawai lain yang mendengar akan mengira saya tidak sopan.” Dengan penekanan pada kata sopan, tentu saja aku tak ingin terlalu dekat dengan myungsoo oppa,.

“Arraseo”

-

huahh! Melelahkan sekali berdiri dengan sepatu high heels seperti ini. Gara gara myungsoo oppa, aku harus berdiri di ujung pintu seperti ini, karena sekretaris tidak mungkin ikut rapat. Huahh, lebih baik aku keluar, menyegarkan diri terlebih dahulu.

Segera kulangkahkan kaki ku keluar dari ruang rapat, dengan meminimaliskan seluruh suara yang berasal dari kegiatan ku.

Kulihat sekitar ku, banyak sekali couple di sini, wajar saja, hari ini white day ,sedihnya. Di hari seperti ini aku malah harus tetap bekerja mendampingi masa lalu ku. Tsk! 

Omo! Rasa nya aku mengenali namja itu, err….

KEVIN OPPA!?! ANDWEE!!!

—————————————–

Annyeonghaseyo! Mian karena mimin molor banget upload ini ff, karena kemogokan di bagian otak, serta minimal nya waktu yang author punya :'( 

Hope you enjoy! Don’t forget! I NEED YOUR COMMENT AND RESPOND ! DONT BE A SILENT READER! Gomawo sudah mau baca ff gj ini. 

See you in next ff ________________________

(FF NC 21) Seven days (Last Chapter)

Author : Poro 19 Cast : Junhyung B2ST Hyuna 4 minute This is the final chapter ! Fiuhh, mian ya mimin baru upload, dr kemaren masih bingung ending ny x_x hope all of you enjoy it

Hyuna pov

Kata kata Junhyung masih terngiang dalam kepalaku, memang aku yang telah menyakiti nya dulu, dan sekarang, kurasa ia membalas ku , malam malam selanjutnya ia terus membawa yeoja yang berbeda beda dan melakukan nya d kamar nya, tanpa memperdulikan ku ia melakukan nya dengan pintu kamar terbuka, seperti sengaja menyuruh ku melihat nya. Terkadang saat Junhyung tak ada di apartment aku kadang menangis, kenapa aku masih bertahan disini? Sebegitu bodohkah aku? Aku bisa melarikan diri dari sini, tapi aku tetap bertahan, entah kebodohan apalagi yang telah kuperbuat Hari ini adalah hari ke 4. Pagi ini aku membersihkan kamar nya setelah permainan yang ia lakukan dengan yeoja itu, kamar ini sangat kotor, bisa kurasakan bau cairan cinta mereka masih sangat kuat. “Uljimma hyuna, uljimma, kau harus kuat” bisikku pada diriku sendiri sambil menghapus air mata yang menggenang dan siap jatuh itu. Malam ini lagi lagi aku tak tidur untuk menunggunya pulang. Tetapi bahkan sudah pukul 4 pagi ia tak pulang juga, aku sangat khawatir tapi tak ada satupun yang bisa kuperbuat, mau kutelpon HP nya, tapi aku yakin ia akan marah, kutunggu ia di sofa ruang tamu. Kudengar ada bunyi pintu terbuka, segera kulihat ke arah pintu, kulihat Junhyung pulang dalam keadaan yang sangat buruk, terlihat cekungan hitam di bawah matanya, muka nya pucat, ia berjalan terhuyung huyung, segera kubantu ia untuk berdiri “Gwencanha? Sini biar kubantu! ” Ia malah menepis tangan ku.

Junhyung pov 

Kutepis tangan nya, apakah ia yeoja babo?! Aku sudah menyakitinya berkali kali tapi mengapa ia masih seperti ini? Padahal kukira ia akan melarikan diri tadi malam jika aku tak pulang, tapi mengapa ia tambah menunggui ku?! Kuakui saja aku memang sengaja menyakitinya, sengaja meniduri yeoja yeoja murahan itu , sengaja menyakitinya dengan kata kata ku karna aku marah padanya! Ya, aku marah karena ia meninggalkan ku, juga karena gosip yang beredar bahwa ternyata ia meninggalkan ku untuk namja lain.hatiku sakit , setiap ku lihat hujan, aku selalu teringat padanya, benci sekaligus rindu, tak ada yeoja yang menggantikan posisi nya.

Author pov

Junhyung terdiam setelah menepis tangannya. Hyuna sudah bersiap untuk mendengar caci maki dan kata kata kasar dari namja ini, tapi tak satupun kata keluar dari mulutnya.  ” Junhyung-ssi?” Tanya hyuna berhati hati, ia mendongakkan kepala nya, tetapi ia malah melihat air mata menggenang di pelupuk mata Junhyung ” wae geurae Junhyung-ssi? Gwencanhayo?” , Junhyung menghapus air mata nya, ia menatap Hyuna dengan pandangan yang sulit diartikan “Kenapa kau masih di sini?” “Eoh?” “Kenapa kau masih disini?! Kenapa kau tak lari saat ada kesempatan! Hah?!” “Waeyo? Kau kenapa tiba tiba begini?” “Jawab Hyuna! Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lain!” “Tentu saja karena perjanjian itu ! Kau sendiri yang bilang 7 hari! Sekarang masih hari ke 5, kau kenapa sebenarnya?!”  Junhyung melunak, ia terhenyak mendengar kata kata Hyuna, “Geu… Geurom, kau hanya tinggal disini karena takut fans fans ku yang liar, begitu?” Tanya Junhyung dengan suara pelan, tetapi tak menutupi bahwa ia sedang emosi. “Jika memang hanya itu alasan mu, lebih baik kau keluar!” Triak Junhyung pada Hyuna. “MWO!? Baiklah kalau itu mau mu! Aku akan keluar sekarang juga” Hyuna berteriak kembali pada Junhyung.   Hyuna segera meninggalkan Junhyung masuk ke kamarnya, belum sempat Hyuna menutup pintunya , Junhyung menerobos masuk ke dalam ruangan itu, segera ia mencengkram tangan Hyuna, dihempaskan tubuh Hyuna ke dinding segera dilumatnya bibir Hyuna, bibir yang paling ia rindukan itu. Hyuna meronta ronta ” hhmpph..” Mengeluarkan sisa tenaga yang ia miliki untuk melawan Junhyung meskipun ia tau itu sia sia. Junhyung menahan kedua tangan hyuna diatas dengan satu tangannya, sedang tangan lainnya menelusup masuk ke dalam pakaian Hyuna, meremas dada hyuna yang masih terbungkus oleh bra. “Aaghh..” Junhyung tak menyia nyiakan kesempatan itu, ia menelusupkan lidah nya ke dalam mulut hyuna, memainkan lidah nya di dalam sana. “Humphh..enghhh” Hyuna tetap meronta ronta , tetapi bagi Junhyung suara itu lebih terdengar sebagai desahan Hyuna yang meminta perlakuan lebih. Junhyung memasukkan tangan nya ke dalam bra hyuna. Hyuna mengejang kaget merasakan tangan Junhyung menyentuh dadanya secara langsung, memainkan nya, memilin milin nipple Hyuna serta meremas remas secara terus menerus. Hyuna makin kehilangan kendali dirinya, nafsu sudah menguasai dirinya, ia melemas, pasrah dengan seluruh perbuatan Junhyung padanya. Junhyung memanfaatkan kesempatan itu untuk melucuti pakaian Hyuna dan pakaian nya sendiri, ia menindih Hyuna di atas ranjang, kembali menciumi bibir manis itu, bibir yang telah ia inginkan bahkan setelah 5 tahun berlalu. Ia gesekkan benda tumpul itu di depan lubang Hyuna, ia tak ingin membuang buang waktu, ia ingin menandai Hyuna sebagai miliknya. Hyuna yang awalnya terkuasai oleh nafsu nya itu segera kembali sadar dengan apa yang telah dilakukan nya, “Andwe! Kita tidak boleh melakukan ini!” Ia mendorong tubuh Junhyung sejauh jauhnya, memojokkan dirinya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sudah polos itu.  “Ani hyun! Kita harus melakukan ini!” Teriak Junhyung sambil menarik kembali tubuh hyuna, hyuna menampar namja ini ” micheosso!? Ani , kita tak seharus nya melakukan ini!” Hyuna berteriak , air matanya tak terbendung lagi, ia ketakutan, seluruh badannya gemetar menahan tangisan nya, ia memeluk kakinya sekuat kuat nya. Junhyung segera bangkit dari ranjang Hyuna, “Pergilah sebelum aku berubah pikiran! Dan jangan pernah kembali ke sini, atau kau tak akan pernah lolos lagi dariku!” Junhyung membanting pintu kamar Hyuna dan langsung masuk ke kamarnya. Ia merutuki dirinya yang bodoh itu.  Hyuna hanya terdiam sambil menangis melihat kepergian namja itu, “mianhae, mian, eomma appa mianhae. Junnie-a hiks” ucap hyuna sambil mencoba menghapus air mata yang terus jatuh di pipinya. Setelah mengepak barang barang nya Hyuna terdiam di pinggir ranjang nya 

“gomawo Junnie karena aku akhir nya bisa melihatmu setelah 2 tahun, gomawo atas semua kesempatan yang kau berikan padaku agar aku bisa melihatmu meskipun kau telah banyak berubah, bahkan menjadi playboy, hehehe. Dan mianhae karena aku menyusahkan mu selama beberapa hari terakhir sehingga kau tak menikmati hari hari mu, setelah kau menerima surat ini aku akan pergi, dari apartment mu dan juga dari hidup mu, jaga diri ya, mulai dari sekarang anggaplah kita tak saling mengenal satu sama lain, karena aku pasti akan sangat menyusahkan mu. Yang perlu kau Jun, saranghae ! neomu neomu saranghae, mian dulu aku meninggalkan mu, aku tak ingin kau meninggalkan kesempatan yang kau inginkan hanya untuk yeoja sepertiku, maka dari itu aku memilih pergi agar kau bisa mengejar mimpimu. Mianhae. I will always love you Junnie ‎ ‎ ♥” 

Setelah menyelipkan surat itu dari bawah pintu Junhyung Hyuna meninggalkan apartment itu

Junhyung pov

Tak bisa kutahan perasaan ku, aku mengusir nya, aku tak bisa lagi melihat nya menderita karena ku. Kuacak acak rambutku yang memang dari awal berantakan. Kulihat sebuah kertas putih diselipkan di bawah pintu ku, bergegas ku ambil kertas itu. Buru buru aku lari setelah membaca isinya , kucari Hyuna di dalam apartment ku tapi tak kutemukan dia, segera aku berlari ke arah lift, pintu itu sudah hampir tertutup rapat , kulihat Hyuna berdiri di dalam sana sendirian menangis, kutahan pintu lift, pintu itu segera terbuka “Hyuna-a” bisikku lirih

Author pov

Hyuna kaget melihat Junhyung berdiri di hadapan nya sekarang ” w..waeyo Junhyung-ssi?” Junhyung langsung berlari masuk ke dalam lift dan memeluk erat tubuh hyuna

“Aku tak bisa kehilangan mu untuk kedua kalinya, mianhae kalau aku egois kali ini.”

“Nado Junnie, nado” air mata Hyuna sudah tak terbendung lagi, ia memeluk erat tubuh Junhyung

“Will you be mine Hyun-a ?”

“Yes Junnie, I will ” 

( FF NC 21) Who are you?

Author : Poro19 

Cast :
Song Joongki
Kang Hye Jin (OC)
SISTAR Hyorin 

Genre : NC21, romantic

Kali ini mimin kasihin oneshot yang gajelas, mian yah, semoga cerita ini bisa berkenan (?), enjoy

Author pov
Pagi ini di lobby sebuah kantor sudah terdengar suara keras, tak hanya suara hentakan sepatu high heels dan suara seorang yeoja, tidak hanya berjalan cepat, yeoja ini pun berteriak teriak , “shinwoo! Eodiga? Yak Shinwoo!” Namja bernama Shinwoo itu pun muncul , ” Nee, sajangnim” namja ini setengah berlari mengimbangi kecepatan kaki yeoja tersebut. “Kenapa kau tidak membangunkan ku!? Pagi ini aku harus rapat bukan?!” Bentak yeoja itu, meskipun tidak terlalu keras. “Mi..mianhae sajangnim, pagi tadi saya sudah menyuruh room service untuk membangunkan…” “Cukup! Sampai aku telat dalam rapat ini, kau..kau.. Ahhh! Molla!” Lanjut yeoja itu sambil terus berjalan, ia memasuki lift, naik ke lantai 20, tempat diadakan nya rapat tersebut.

Saat yeoja itu masuk, tak ada seorang pun di dalam ruangan kecuali seorang staff nya. “I…ini, dimana tuan Song?” 

Staff itu hanya menggelengkan kepala

“Di…dia sudah pergi?”

Staff itu tetap menggeleng

“Apa maksud nya ini ?! Kenapa kau hanya menggeleng?!”

“E..eeehmm itu nona Kang, tuan Song tidak jadi datang, ia hanya menyuruh sekretaris nya , nona Hyorin untuk menyampaikan ini”

Diserahkan nya sebuah amplop coklat kepada Kang Hye Jin.

“Aahhhhh! Aku bisa gila! Setiap pertemuan hanya sekretaris nya yang datang!”

Segera yeoja itu pergi ke ruangan nya dengan diikuti oleh asisten nya, Shinwoo

Joongki pov

Kupandangi langit pagi ini dari jendela kantor ku, kulihat hiruk pikuk keramaian dari lantai teratas gedung kantor ini,ya, kantor ku berada d lantai paling atas, bukan karena aku diasingkan, tapi aku adalah CEO perusahaan ini. 

Tokk tokk

“Masuk!”

“Tuan Song, saya sudah melaksanakan tugas tersebut”

“Hmm”

“Staff itu akan menghubungi kita setelah ia melihatnya”

“Bagus”

Aku tetap memandang ke bawah sambil berharap reaksi apa yang akan yeoja itu keluarkan , nona Kang Hye Jin hmm,  yeoja yang menarik

Tak berapa lama kemudian Hyorin mengetok pintu ku lagi

“Masuk!”

“Tuan Song, telepon dari staff itu”

“Sambungkan!”

“Ann..annyeonghaseyo Tuan Song”

“Ne, bagaimana pak Kim?”

Staff itu menceritakan ku ekspresi kaget sekaligus marah yeoja yang sangat kucintai ini, aku mengulas senyum kemenangan di wajahku, senang bisa mengerjai dia.

“Baiklah, gomawo pak Kim”

Segera kumatikan telpon itu.

Mungkin kalian akan bingung kenapa aku bilang aku menyukai , bukan, mencintai yeoja itu, kalian akan tau sendiri.lebih baik sekarang aku ganti baju

Segera kukenakan kemeja yang terlihat cupu itu dan juga kacamata bulat besar, kulangkahkan kakiku ke tempat yang kemarin kujanjikan dengannya.

Kang Hye Jin pov

Kulangkahkan kakiku ke perpustakaan umum, bukan karena aku ingin membaca, lebih tepatnya aku ingin bertemu dengannya, namja chingu ku, mungkin orang diluar sana akan bingung kenapa seorang yeoja sukses sepertiku tidak memilih namja tampan kaya yang sukses pula, aku lebih menyukai namja ini, sederhana, tidak melebih lebihkan sesuatu, dan ia sangat baik serta sabar. Dan lebih tepatnya lagi ia bahkan tidak melanggar aturan dalam berpacaran, maksudku ia tak pernah lebih dari memegang tangan ku, menggandeng ku,ia pernah mencium pipiku sekali , hanya saat aku ulang tahun, namja ini benar-benar misterius dan aku sangat sayang padanya

*flashback

“Hai, kau sendirian? Boleh aku duduk disini?”Bisikku pada seorang namja berkacamata yang sedang berkelut dengan buku tebal didepan nya

Ia hanya mengangguk kan kepalanya tanpa menoleh ke arah ku

“Woah, kau membaca buku itu, bukannya banyak yang tidak suka buku itu?”

Ia tetap diam

Akhirnya aku pun mulai membuka buku yang daritadi sudah kubawa, untuk referensi saat masuk perusahaan appa.

“Pebisnis?”

“Hah? Ne?”

“Apa kau seorang pebisnis?”

“Bukan, calon”

“Perusahaan besar?”

“Anii, itu perusahaan appa, karena aku anak tunggal dan aku merasa harus dikembangkan karena itu hasil jerih payah appa sejak dulu”

“Oh”

Setelah pertemuan itu aku lebih sering bertemu dengan nya, hingga beberapa bulan kemudian kami menjadi sepasang kekasih.

*back now

Setelah kulihat ia duduk di bangku biasa, segera kududuk di sebelah nya.

“Annyeong”ia memelankan suara nya seperti berbisik

“Annyeong oppa”kubalas dengan nada yang sama

“Bagaimana tadi urusan mu?”

Author pov

“Molla, investor itu lagi lagi tak datang, hanya sekretaris nya yang datang,eishhh”

“Sudahlah, memang kenapa kalau hanya sekretaris nya yang datang?”

“Ya berarti tidak sopan chagi, sejak awal ia bergabung hanya sekretaris nya yang datang untuk mengurus segalanya.”

“Memang kenapa? Bukankah itu termasuk urusan nya?”

“Ani, aku hanya penasaran , kenapa ia mau bergabung pada perusahaan appa, aku ingin bertemu melihat ia”

“Kalau ia lebih tampan dariku apa kau berencana berpaling ke pengusaha itu?”

“Geurom!”

Segera Joongki mendalami bukunya lagi tak mau menoleh pada Hye Jin

“Bercanda oppa, mana mungkin aku melepaskan mu, kudapatkan kau dan tak kan kulepas, demi apapun”

“Jeongmalyo?”

“Eumhh” Hye Jin menganggukkan kepalanya mantap, ” Hanya ada oppa dan akan selalu begitu”

Tanpa mereka sadari dari luar ada sepasang mata yang melihat mereka

Joongki pov

Pagi ini aku berangkat ke perusahaan, meski aku tau tak kan ada yang kulakukan hari ini karena jadwal ku kosong, sebenarnya aku mengosongkan hari ini demi pergi bersama Jin-a, tapi ia ada rapat dadakan, jadi kuputuskan untuk ke kantor saja

Tokk tokk

“Masuk!”

Hyorin masuk lalu segera mengunci pintu itu, mengambil kunci itu dan memasukkannya ke belahan dadanya.

“Tuan Song, anii, Joongki-a”

“Apa apaan ini Hyo?”

“Aku tersiksa melihat mu dengan nya, tak bisa kah kau menganggapku?”

“Apa maksud mu?”

Hyorin segera duduk di tangan kursiku, mendekatkan wajahnya ke arah telingaku,

“Aku tak suka kau dengan dia Joongki-a, kau tau aku menyukaimu, tapi kau malah merekrut ku dan menyuruhku menjadi penghubung antara kalian berdua”

“Hyoo, kupikir kau bercanda, hari itu kau mabuk”

“Tapi apa yang kubilang itu benar benar ! Kau harus bersamaku! Tak ada yang lain!”

“Apa apaan? Kau pikir kau siapa?!” Aku bersiap berdiri tapi tangannya menahanku

“Jika kau tak mau, aku akan membocorkan segala nya pada yeoja itu!”

“Bahkan kau berani mengancam ku?!” Segera kuraih telpon d kantorku untuk menghubungi security tetapi tak ada suara

“Kau bahkan tak kan menyangka aku melakukan ini bukan?” Ternyata Hyo sudah mencabut kabel telepon ini

Ia menarik tangan ku, segera mencium bibirku, melumatnya, memainkan lidahnya . Kukatupkan bibirku kuat-kuat, kudorong tubuhnya “kau gila!”

“Iya!aku gila karena mu ! ” Ia melepas pakaian nya secepat cepatnya, melemparkan nya,hanya menyisakan underwear nya ” Make me yours Joongki-a!”

“Takkan! Jangan harap Hyo, kau gila !” Segera kuraih handphone ku, tapi ia melemparnya, mendorong tubuhku ke lantai sehingga aku terjatuh, ia menindih ku dari atas, lebih tepatnya ia duduk dengan kaki terbuka di atas junior ku.

“Ternyata kau juga menginginkannya Joongki a” ia mengelus ngeluskan dadanya pada dada bidang ku, segera ku dorong tubuh nya ” Cukup hyo! Pakai baju mu!” Kupunggungi dia agar aku tak melihat tubuhnya yang memang indah, bahkan dadanya yang sintal

Ia malah memelukku dari belakang, “aku takkan melepaskan mu Joongki a, tak apa kau menolakku karena kau pasti akan mencariku nanti”

Kutepiskan tangannya, “apa maksudmu?!”

“Setengah jam yang lalu aku sudah mengirimkan paket, atas nama mu ke yeoja itu, paket itu berisi dirimu yang asli, kau yang sebenarnya, tuan Song JoongKi”

“Kau gila!”Segera kuraih kunci yang tadi ia jatuhkan, kubuka pintu ku dengan terburu buru segera aku mengarah ke kendaraan ku dan melajukan nya ke kantor Hyejin

Author pov 

Hyorin menangis didalam kantor Joongki, ” betapa bodohnya aku berharap ia akan memilihku, setidak nya ia akan malu jika tau sebenarnya aku tak mengirim apapun tentang dia”

Hyorin memunguti pakaian nya, segera memakai nya dan pulang ke rumahnya, ia berencana untuk keluar dari pekerjaan nya karena ia sangat malu.

*at Hye Jin office

Hye Jin merenggangkan tubuhnya setelah mengerjakan beberapa file dihadapannya, di ruangan itu, ruangan besar private yang kedap suara pemberian ayahnya, itu adalah ruang kerja Hye Jin yang baru. 

Hye Jin pov

Tiba tiba ada seorang namja masuk ke ruangan ku, tapi ia sangat rapi, kuyakini setelan jas yang ia pakai itu berharga jutaan won, karena ayahnya juga memiliki nya beberapa, tapi wajahnya, seperti aku pernah melihatnya

“Maaf, tapi ada apa ya? Mengapa anda sembarangan masuk ke ruangan saya?”

“Jin-a, chagiya, mianhae”

“Maaf, tapi saya tak mengenal anda”

“Jin-a, aku serius, jeongmal mianhae karena aku tak memberitahukan kamu yang sebenarnya, maaf jika kamu harus mengetahui nya dari orang lain”

“Joongie ? Kau? Benar ini kau? Apa yang sebenarnya terjadi, aku masih tak mengerti”

Aku segera menuju ke pintu dan menutupnya, lebih tepatnya mengunci nya

“Hyorin bilang ia sudah memberitahukan tentangku kepada mu??” Tanya joongki bingung

Jujur saja aku lebih bingung karena Joongie datang ke kantor ku dengan pakaian seperti itu dan sangat berbeda dari biasa nya, dan, tunggu sebentar, Hyorin? Sekretaris tuan Song?

“Apa maksud mu Hyorin sekretaris Tuan Song?”

“Sudahlah chagi, jangan berpura pura seperti itu, aku makin bingung”

“Aku yang bingung! Jawablah aku! Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Hyorin bilang ia sudah memberitahukan kepadamu jika aku adalah Tuan Song?” Ia memelankan suara nya saat bilang Tuan Song

“Neo? Neoneun Song-ssi?”

Ia hanya menganggukkan kepala nya lemah

“Kenapa kau tak bilang padaku ! Babo! Aku merasa sangat bodoh sekarang, menjadi orang paling bodoh” kaki ku lemas, aku segera terjatuh ke lantai, aku menangis sejadi jadinya, aku sangat bodoh! Selama ini aku berpacaran dengan nya tapi aku tak tau apapun tentang nya, bahkan tak tau ia adalah Tuan Song, bodoh!

“A..anii , Jin-a, uljimma” ia berjongkok di depan ku, menghapus air mataku, tapi segera kutepiskan tangan nya, tapi ia tidak bergeming sedikitpun

“Kau tau, kau barusan membuatku menjadi yeoja paling bodoh sedunia”

“Ani Jin-a, sekarang aku akan membuat mu menjadi yeoja yang merasa paling beruntung di dunia”

“Mwoya?” Kupukul dada bidangnya pelan

“Aku tau aku sering menyakitimu, membuat kau merasa kau paling bodoh meskipun sebenarnya tidak, tapi kaulah yeoja yang paling kucintai, kau tidak melihat ku karena harta ku atau apapun itu, kau hanya memilih karena aku sederhana dan tak memiliki apapun dan aku tak tau apa yang bisa kau lihat dari Joongki yang cupu itu, tapi aku tau, kau memiliki hati yang tulus Jin-a, karena itulah aku berharap kau mau menjadi milikku”

“Mwo? Bisa kau ulangi?”

“Jin-a, kau tau aku tak romantis, tak bisa mengarang kata kata indah, tapi mau kah kau menjadi milikku?istriku? Yeoja yang ada disamping ku setiap pagi ku membuka mata dan di setiap malam ku menutup mataku?Yeoja yang berada di sisiku hingga maut memisahkan kita?”

“Joongie-a” aku menahan air mata haru, sungguh tak pernah kusangka ia akan mengucapkan kalimat itu padaku

“What is your answer Jin-a?”

“I….I do Joongie”

“Gomawo Jin-a” segera ia mencium lembut bibirku, melumatnya secara perlahan, lama kelamaan ciuman kami menjadi ciuman yang sangat menggairahkan, saling lumat melumat . Tangannya segera menarik bajuku, ia memasukkan tangannya ke dalam baju ku tapi aku menahannya, 

“joongie ya, kenapa kau lakukan ini? Kenapa sekarang?”

“Aku ingin menandai mu menjadi Nyonya Song, supaya kau tak bisa melarikan diri dariku”

Kulepas tangannya, ia melanjutkan aktivitas nya menggerayangi tubuhku

Author pov 

Joongki menggerayangi perut datar Hyejin sambil bibir mereka terus berpagutan, ia menelusup kan jarinya ke dalam bra Hyejin, meremas perlahan dada Hyejin 

“mmmphhh..”

Joongki memindahkan tangan nya ke punggung mulus Hyejin untuk melepaskan pengait bra Hyejin, segera setelah lepas ia melepas pakaian Hyejin terburu buru sehingga hanya menyisakan underwear nya, tak ingin kalah Hyejin mendudukkan dirinya d atas pangkuan Joongki, sambil terus bibirnya berpagutan Hye Jin melepaskan jas serta kemeja putih Joongki secara terburu buru, Joongki melepaskan ciumannya, mengambil nafas sedalam dalam nya, lalu ia mengangkat Hye jin hingga duduk di atas mejanya, menyingkirkan seluruh barang dari atas meja Hyejin, menindih Hyejin, ia menciumi leher Hye jin , menjilatinya sambil meremas remas pelan dada Hyejin 

“Op…pah jangan sampai berbekas eumhh shhh jeb..balyo ahh”

“Eumhh, arraseo chagiya” Joongki menurunkan ciuman nya ke dada polos Hyejin

Ia menyedot nipple Hyejin, memainkan nya lembut dengan lidah lidah nya ,membuat beberapa kiss mark di dadanya

“Eumhh..mmmpphh..”

“Jangan ditahan chagiya”

“Ahhh, arraseo baby eumhhh..shhhh..ahh”
Hyejin menyelipkan tangannya disela sela rambut joongki , ia menekan nekan kepala joongki agar memberi nya perlakuan lebih 
” eumpphh..shhhh..”

Lidah Joongki turun menelusuri perut Hye Jin dengan lidahnya, tangannya tak tinggal diam, tangan Joongki masuk ke dalam CD Hyejin mengelus elus lembut bibir V Hyejin, mengelus pelan klitoris Hye Jin 
“Aahh oppa, shhh right there eummhh shhh”

Hyejin tak ingin kalah, ia meraba junior joongki yang masih terbungkus rapat oleh celananya, “sshhh, I don’t know if you’re so wild chagii shh eumpphh”
Hyejin membalik tubuh Joongki dibawahnya, ia melepas pengait celana Joongki dan resletingnya, ia mengeluarkan junior Joongki yang sudah menegang sempurna itu dari sarangnya “treat him baby”

Hyejin mengocok pelan junior joongki, ia mengecup ujung juniornya, Hyejin mulai mengulum junior joongki, menggerakkan nya secara intens naik turun, “eummphh..more baby, ssshhhh”

Hyejin melihat wajah nafsu Joongki makin ingin memuaskan nya, ia memainkan jemari nya di twinsball joongki, memainkan nya, lalu ia menyedotnya dengan mulutnya, menjilatinya, lalu kembali mengulum junior joongki
“Aasshhh you’re so clever baby ahhh shhh”

Hyejin merasakan junior joongki mulai membesar dan berkedut, ia menambah kecepatan nya dalam mengulum naik turun junior itu, tapi joongki melepas nya, ia segera melepaskan celana yang daritadi masih bertengger di kakinya, serta sepatunya, ia membalikkan badannya di atas Hye Jin, ia terburu buru melepas cd Hyejin, mengarahkan junior nya ke V Hyejin yang sudah basah, ditekan nya perlahan
“Aakkhh, ap..poo oppa, shhh mmhhh”

“Tahanlah sebentar chagiya” joongki mencium lembut bibir Hyejin, melumat nya perlahan sambil terus menekan junior nya agar masuk. Hyejin mengeluarkan air mata “Mianhae baby, lebih baik kita berhenti sekarang”

“Takkan oppa, lanjutkan atau aku takkan mau bertemu kau lagi”

“Apa kau yakin?”

Hye Jin menganggukan kepala nya

Joongki kembali menekan junior nya ke dalam V hyejin

“Aaaakkkhh” 

“You’re so tight chagii, ashhh”

Junior joongki sudah masuk sepenuhnya ke dalam lubang hyejin, ia merasakan sesuatu mengalir dari bawah sana , darah, joongki mengulas senyum bahagia di wajahnya, karena ternyata ia adalah orang pertama dan satu satunya yang akan memasukki hye jin

“Gerakan sekarang chagii”

joongki menggerakkan tubuhnya naik turun, 
“Aahh sshhh eumpphh sshhh yess..chagii there ahhh”

Joongki menggerakkan tubuhnya makin cepat , tangannya tak tinggal diam, ia meremas remas dada hyejin yang ikut bergerak karena hentakan nya

“Eumphh yyess oppa sshhh more baby eummhhh”

Hyejin yang tak tahan pun ikut menggerakkan tubuhnya berlawanan dengan milik joongki
“Aahhh oppa eummphh sshhh aahhhh”

“Oppa!aku merasakan ada yang ingin ke..luar sshhhh”

“Together baby! Aahshhhhh!” Cairan cinta mereka bersatu di dalam tubuh Hyejin,

Mereka tergeletak lemas di atas meja kantor Hye Jin.

“Chagiya, cepat pakai bajumu.”

“Waee oppa?”

“Sekarang sudah sore chagi, apa kau ingin seluruh pegawai mu curiga pada kita?” Ucap joongki sambil menciumi puncak kepala Hyejin

“Jeongmal? Sudah sore? Cepat sekali!” Hye jin terburu buru mengambil pakaian nya yang terlempar entah kemana

“Chagii”

“Eumm, wae oppa?”

“Minggu depan kosongkan jadwal mu”

“Waeyo?”

Joongki berjalan ke arah Hye Jin , memeluknya dari belakang, Joongki berbisik tepat di telinga Hye Jin “karena aku ingin mempertanggung jawabkan perbuatan ku barusan chagi, aku akan menikahimu”

“Tt..tapi kau bahkan belum bertemu keluarga ku dan aku belum bertemu keluarga mu oppa, maksud ku kau sebagai tuan Song, bukan Joongki itu”

“Ani, sebenarnya seluruh keluarga mu sudah tau, dan keluargaku, sudah setuju baby”

“Eiih, jeongmalyo? Lagi lagi aku sendiri yang tidak tau!” Teriak Hyejin sambil memukul mukul dada Joongki , Joongki menahan tangan Hye Jin dan menariknya ke dalam pelukan Joongki, “chagiya, cepat kita pulang, aku ingin cepat cepat melanjutkan ronde selanjutnya” 

“Mwo? Oppa yadong! Shirreo!”

(FF NC 21) Seven Days 2

Author : Poro19

Cast :
Yong Junhyung B2st
Kim Hyuna 4minute
Other cast

Ini ff maih bersambung lagi di part 3 dan mungkin lanjut,  mian baru bs post skarang :'( ..mian pula kalo ad typo bertebaran + ga HOT,  jujur aja di part ini bagian yadong nya cuma sedikit :( enjoy!  (:

“Kau tinggal memilih nona Kim Hyuna, 7 hari bersama ku, atau nikmati saja sisa harimu dengan fans fans ku”

—————————oOo—————————

Hyuna pov

Apa-apaan ini! Sungguh aku tak bisa percaya, baru saja aku menemui nya tapi sekarang ia bahkan sudah mengancam ku , aahh eottokhae!?

“Biar kupikirkan dulu Junhyung-ssi”

“Tidak bisa! Kau harus menjawab sekarang”

“Eii!” Hyuna sudah bersiap untuk memukul Junhyung tapi ia mengurungkan niat nya

“Kenapa Hyuna-ssi? Tidak jadi memukulku eoh?” 

“Aishh! Baiklah, apa keuntungannya jika aku ikut dengan mu?”

Junhyung menyunggingkan senyum nya , “tentu saja kau terbebas dari fans fans ku”

“Selain itu Junhyung-ssi! ” 
Tak habis pikir aku bertemu dengan nya dan watak nya sudah sangat berbeda, dulu ia sama sekali tak pernah mengancam bahkan berkelahi, tapi lihatlah sekarang, ia bahkan berani mengancam seorang yeoja ck!

“Kau menginap di apartment ku, dan kau harus membersihkan nya, kau juga harus ada di dalam sana selama 7 x 24 jam!”

“Apaa?! Itu bukan keuntungan! Dan oh, kau gila, aku bisa mati jika di dalam sana selama 7 hari!”

“Kupastikan kau takkan mati dengan mudah Hyuna-ssi”

Aku tak mampu lagi menjawab perkataan nya, aku sebenarnya tak menolak jika tinggal satu ruangan dengannya, jujur saja aku masih sangat menyayangi nya. Ahh! Sadarlah! Hyuna pabo! Sekarang ia artis terkenal, orang sepertiku tak boleh mencintainya , aku tak pantas untuknya

“Hyunaa-ssi?” Junhyung melambai lambai kan tangan nya di depan ku

” E.ehh iya”

“Kau melamun, apa kau memikirkan cara untuk menyerang ku eoh?”

“Anii! Micheoso! “

“Hahaha, yasudah, besok pagi akan kujemput kau!”

“Memang kau tahu tempat tinggal ku dimana?” Aku memasang muka polos ku, 

“Ani, makanya sekarang kau kuantar pulang, kajja!”

Junhyung pun mengantarkan ku, sepanjang perjalanan aku tak banyak bicara dengan nya

*the next day

Ttingg ttongg..ttingg ttongg..

Suara bel yang tak sabaran itu mengacaukan pagi ku yang tenang, segera aku keluar dari tempat tinggal ku yang kecil ini dengan membawa tas berisi perlengkapan ku selama 7 hari disana. 

Kubuka pintuku, kulihat Junhyung sudah berdiri di depan pintu dengan gaya nya yang tak sabaran

“Apa kau tak tau aku menghabiskan waktu 2 menit untuk menunggu mu membukakan pintu untuk ku!”

“Yaa! Baru dua menit saja kau sudah sangat bawel!”

“Sudahlah, ppalli” ia segera berjalan keluar dari tempat ini, tanpa membawakan tas ku, aishh, lelaki macam apa dia itu! 

*at Junhyung’s apartment

Ia membuka pintu nya, 
“Ingat tiap aku pulang kau harus membukakan pintu untukku dan jangan biarkan siapapun masuk kecuali aku yang membawanya, arra?”

Aku hanya menganggukkan kepala ku

“Disana, kau akan tidur disana ” Ia menunjuk sebuah kamar kecil d dekat dapur, “kamar mandi nya ada di dalam”

Aku tetap menganggukan kepalaku

Setelah ia menjelaskan padaku beberapa informasi aku membereskan kamar yang ia tunjuk dan merapikan barangku disana.

At night

Tadi sore Junhyung pergi dan sampai sekarang ia tidak juga kembali, kulirik jam yang menggantung di dinding apartment, sudah jam 12 malam, 

Hoamm , aku sangat mengantuk

Tting ttong ..

Segera kubuka pintu setelah mendengar bunyi bel itu, tapi malah seorang yeoja yang datang, ia memapah tubuh Junhyung yang terlihat mabuk, segera kupersilahkan ia masuk dan menunjukkan kamar Junhyung.
Ia minta aku meninggalkan nya berdua dengan Junhyung jadi aku keluar dan menunggu di luar.

15 menit tak juga keluar, apa yang dilakukan mereka, aku sangat penasaran, kuputuskan untuk mengintip mereka dari celah pintu

Ommona! Tak kuasa aku menangis tanpa mengeluarkan suara, aku melihat Junhyung melakukan ‘itu’ dengan yeoja tadi, mereka berdua full naked, kulihat Junhyung menciumi kedua buah dada yeoja itu, menyedotnya, membuat kiss mark di dada nya, ia meremas remas nya lalu meminta yeoja itu untuk tiduran

Sepertinya ia menyadari keberadaan ku, ia menoleh ke arah ku, melemparkan senyum kearah ku sebelum ia memasukkan junior nya ke liang yeoja itu 

“Aaahh eumphh, mo…ree baby ahhh”
Jerit yeoja itu saat Junhyung mulai menggerakkan junior nya di dalam liang wanita itu, aku tak bisa lagi melihat ini, terutama mendengar nya

“Ahh mmhhh yours is so big, I’m feeling so full baby ahh shhh ” jerit yeoja itu sambil menggerak gerakkan tubuh nya ke arah yang berbalik dengan Junhyung

Junhyung makin menggerakkan tubuhnya dengan sangat ganas, jujur saja saat itu aku merasa jijik, marah, tapi di sisi lain aku juga ingin merasakan seperti itu dengan Junhyung, asshhh! Kim Hyuna sadarlah

Aku segera berdiri dan meninggalkan pintu itu, segera aku masuk ke kamarku meskipun aku masih bisa mendengar suara mereka dari dalam sini. 

Kupaksakan mataku untuk terpejam meskipun air mata terus turun dari mataku, kupasang telinga ku dengan earphone dan memaksimalkan volume lagu ku.

*morning

Saat pagi aku bangun yeoja itu sudah tidak ada, kulihat Junhyung tidur di sofa, entah apa yang terjadi aku tak mau peduli, segera kulangkahkan kaki ku ke dalam dapur dan memasak sarapan sesuai dengan yang ia sampaikan, saat aku meletakkan hasil masakan ku ternyata ia sudah bangun

“Hmm.. Kau masak apa?”

“Sarapan”ku jawab dengan singkat mengingat aku harus menjaga jarak dengan namja aneh ini

Ia hanya melihat sekilas masakan di meja setelah itu ia segera melangkahkan kaki nya ke dalam kamar, tak lama setelah itu ia sudah keluar dengan baju santai nya, sepertinya ia habis mandi

“Semalam bagaimana?”
Aahh! Pertanyaan bodoh hyuna!

“Apanya?”

“Yaa, … Tidak jadi”

“Kau menonton dengan sangat tekun”

“A…apa yang kaubicarakan?”

“Aku melihat mu di pintu, dengan mata lapar mu itu Hyuna-ssi”

Aku hanya menunduk, aku sangat malu ia mengataiku dengan pandangan lapar, apa maksud nya, aishh!

“Yeoja chingu mu?”

“Bukan” 

Apa?! Ia bahkan melakukan itu dengan yeoja yang bukan yeoja chingu nya

“Ll..lalu? Kenapa kalian melakukan itu?”

“Seperti yang kau lihat, hanya mencari kesenangan”

Orang gila! 
“Bagaimana kalau ia hamil?”

“Urusannya”

“Ya! Junhyung-ssi, kau terlalu brengsek, ..”

Tak sempat aku menyelesaikan ucapan ku ia menarikku dan membenturkan tubuhku ke dinding, ia mendekatkan wajahnya ke arah ku, bukan pandangan yang baik, ia memandang ku seolah olah ia bisa membunuhku

“Hyuna-ssi, aku menyuruhmu untuk ke sini untuk mengurus apartment ini, bukan mengurus hidup pribadi ku, kuingatkan kau”

Setelah itu ia meninggalkan ku yang masih shock dengan perkataan nya itu

“Dan! Satu lagi, mungkin hingga 6 hari kedepan kau harus bangun sampai dini hari, karena aku tak mau memamerkan password apartment ku pada yeoja yeoja itu” 

To be continued~

Mian ya kalo ada hal hal yang g bner dan ga enak *? Please enjoy maklum masih amatir :,(