MOVE!!

READERS, PLEASE ATTENTION!

Dikarenakan hal yang saya juga tidak tahu mengapa, wordpress ini sudah susah untuk saya akses. (Mungkin karena si author udah lama ga buka ini wp)

Nah karena author mau melanjutkan postingan dan juga mencoba untuk menyelesaikan ff yang belum rampung, maka author umumin author berpindah ke http://www.absolutelyfanfiction.wordpress.com

Silahkan di cek, memang terakhir baru ada 1 post, tapi author usahain untuk update dan membuat web tersebut penuh dengan tulisan tulisan lainnya.😀

Untuk perhatiannya author ucapin terima kasihhh… Annyeeooonggg!!!

(FF NC 21) Coffee Shop

Author : poro19

Cast : 
Bang Yongguk as Yongguk
Jeong Jae Rin (OC)

Other cast : find it by yourself

Karena ada yang request dan juga author merasa tertantang *tendang author!* buat bikin dengan cast yongguk meskipun ntar ff ini hasil nya gagal T.T mian yah. Ini usaha author, kalo ada kekurangan jangan malu malu buat comment, don’t be silent reader! :D 

No plagiarism, no silent reader , no bash and no haters :D 

sebenernya author ada playlist saat membuat *ceilah thor matii tembakin diri sendiri* ff ini
– bap – coffee shop
– ha dong gyun – nabiya
– narsha – I’m in love

Ga suka silahkan jangan dibaca karena author ga maksa dan yang under age *ceilah thor bahasa nya * jangan baca kalo ga siap iman *?* beware this is very long story

RCL🙂

~0~

Kulihat pemandangan kota seoul dari sebuah coffee shop kegemaran ku, tempat favorit ku selama 1tahun terakhir ini. Aku hanya terduduk disini, dengan 2 gelas kopi, 1 americano dan 1 cappuccino. 
Kuletakkan gelas americano di depan ku, seolah ada seseorang disana. 
Bukan seolah, iya.. Disana masih ada dirimu, aku yakin kau masih akan datang ke sini, iya kan? 

Kuhirup aroma kopi sedalam dalamnya. Air mata sudah menggenang di ujung mataku, bersiap untuk jatuh saat aku sudah tak bisa menahan nya lagi. 

Aroma yang sangat familiar, seperti candu bagiku untuk tetap menghirup aroma ini. 

duduk di sini, seperti sekarang, sama persis seperti dulu, tapi hanya 2 hal yang membuat nya berbeda, tak ada lagi senyuman yang bisa kuukir di wajahku dan sudah tak ada lagi namja yang selalu kutunggu. 

Seandainya waktu dapat kuputar kembali..

flashback…

kulirik jam yang bertengger manis di tangan kiriku

17.00 kst

1jam, sudah 1 jam aku disini dan oppa tak juga datang. Kami janjian bertemu seharusnya, tapi lagi lagi ia tidak datang. Untuk kesekian kali nya ia mengingkari janji nya, asshh! 

Segera aku berdiri dari tempat duduk ku, lihat saja oppa, kau akan menyesal telah membuat ku menunggu selama ini! 

Aku adalah Jeong Jae Rin, putri direktur perusahaan ternama di korea sekaligus noona dari salah satu member B.A.P. Yaitu Jeong Dae Hyun,lebih tua 1 tahun ,yang artinya bahwa aku bukan dari keluarga sembarangan. Dan yang tadi kutunggu adalah Yongguk, Bang Yongguk, leader dari rookie boy band yang sedang naik daun , B.A.P. Aku mengenal nya dari Daehyun dulu saat aku berkunjung ke dorm mereka.

Aku dan Yongguk sedang berpacaran, sudah 6 bulan sebenarnya, karena ia masih rookie maka hubungan kami masih belum dipublikasikan.Ia sering sekali membatalkan janji dengan ku, aku tau BAP sedang sibuk, hajiman!, ia tak harus mengingkari janji terus kan?!

Keluarga ku terkenal dengan ketegasan nya dan juga disiplin di perusahaan, kecuali namdongsaeng ku yang satu itu, ia lebih memilih menjadi anggota boyband. Tapi entah mengapa aku sama sekali tak bisa tegas atau pun marah terlalu lama dengan namja yang memiliki deep voice itu.

Sedangkan aku karena mengurus cabang dari perusahaan yang jauh dari rumah, aku memutuskan untuk tinggal di apartment sendirian, meskipun sempat ditentang oleh orang tua ku awalnya. Dan yang lebih penting bahwa apartment ku dekat dengan dorm BAP, jadi daehyun kadang mengunjungi ku jika bosan.

“Mianhaeyo rin-a”

Akhirnya namja ini muncul juga

“Rin-a, jeongmal mianhae, jadwal nya berubah chagi”

Sungguh aku ingin sekali memakan namja ini seandainya aku sudah benar benar tak sabar.

“Jangan marah lagi chagii..hmm?”

Aku tetap mendiamkan nya.

Sepertinya ia kebingungan,

“Geu americano,  punyaku kan?” Tanya nya sambil memamerkan gummy smile nya

“Ne. Tapi pesanlah yang baru oppa, americano itu sudah dingin, sudah 1jam ia menemaniku duduk di sini” ucap ku sambil sedikit menyindir nya.

“Shirreo! Itu pasti kau pesankan khusus untuk ku, ya kan? jadi tak akan kubuang. Gomawo coffee-ya sudah menemani yeochin ku. Lain kali jika kau menemaninya jangan lupa ajaklah ia berbicara, supaya ia tak marah seperti sekarang, lihatlah sudah ada api berkilat di matanya” ia berbicara dengan gelas kopi itu. 

Tak bisa kutahan tawa ku saat kulihat wajahnya yang dipasang innocent itu, ia berbicara sambil menyindirku tapi ia terlihat sangat lucu, ia meminum satu gelas itu dalam sekali teguk. 

“Oo..oppa minum nya perlahan saja..”

“Aniyo, kau sudah menunggu ku 1 jam, sekarang waktu kita berdua telah berkurang 1 jam, aku tak mau menyia nyiakan , time is gold, ppali sekarang kau ingin kemanapun akan kutemani.”

“Ee, maksud nya?”

“Aku ingin menghabiskan waktu berdua ku dengan mu chagi, selagi kita masih bisa berpergian bersama.”

“T..tapi..”

“Ppalii….” Oppa segera menarik tangan ku meninggalkan coffee shop , kami segera masuk ke dalam mobil ku, ia duduk di bangku kemudi.

“Chagii.. Kau ingin pergi kemana? Mm?” Ia memasang wajah yang penuh senyum, 

Aku seperti seketika merasa bersalah padanya, tak sepantas nya aku marah. Dari subuh ia sudah di tempat syuting hingga tadi,setelah syuting selesai ia langsung menemui ku, ia pasti sangat kelelahan. Tapi kenapa masih bisa memasang wajah sebahagia ini?

“Chagii..? Kenapa malah melamun?”

“A…aa..niyo oppa..”

“Aigoo, apa kamu baru menyadari bahwa aku tampan?” Tanya nya sambil memamerkan senyum yang sangat kekanak kanakan

“Ahaha..oppa, sadarlah kau sudah 24 tahun, kau tidak setampan itu ” ucap ku asal, setelah itu aku menjulurkan lidah ku, mengolok nya.

“Yaa, rin-a, kau tak tau seberapa tampan aku, banyak yeoja yang berharap bisa jadi yeoja chingu ku” balas nya

aku hanya mem pout kan bibirku. Lagi lagi ia membahas ini, aku tahu ujung pembicaraan ini, kami akan bertengkar dengan kekanak kanakan lagi.

Tanpa aku sadar oppa tiba tiba mencium bibirku 
“Jangan mem pout kan bibirmu seperti itu chagi, kau makin jelek. Aku malah makin ingin mencium mu”

“Oppa pervert!” Aku lagi lagi menjulurkan lidah ku, biar ia tau aku sangat senang mengolok ngoloknya.

Ia segera menyerang lidahku membuat lidah kami bergelut dalam, ia memainkan lidahku, membuat kami terjebak dalam sebuah ciuman panas. 

“Jangan lagi julurkan lidahmu sembarangan chagi, aku tak ingin namja lain akan menyerangmu seperti barusan. Hmm?arraseo?”

Aku hanya menganggukkan kepala ku dan tersenyum manis kepadanya. 

“Oppa, jika kita terus terusan seperti ini, kita tak akan pergi kemana pun hari ini. Bagaimana kalau oppa istirahat ? Apa oppa tidak lelah? Besok kan ada jadwal?”

“Obsseo chagi, 3 hari ke depan BAP diberi hari libur, setelah itu aku harus berangkat ke jepang untuk beberapa promosi, tapi hanya aku sendirian, hanya 3 hari chagi”

“Hmm..geurreseo?”

“Chagii..selama hari libur aku boleh kan di apartment mu?”

“Boleh oppa.. Tapi kalau kalian libur ajak lah daehyun sekalian, anak itu pasti akan berkeliaran mencari makanan sendirian”

“Shirreo! Hanya kita berdua, kali ini saja? Boleh kan? Hmm? Yaa?”
Ia memasang wajah aegyo nya

“Oppa.. kita semua tau kalau oppa tidak bisa aegyo, wajahmu jadi sangat lucu oppa..hahaha”

“Yaa.. Aku serius sedang memohon, kau malah menertawaiku..”

“Arrasseo..haha..geurae..haha..hanya kita berdua kali ini” ucapku sambil memegangi perutku karena menertawai wajah aegyo oppa..

“Kalau kau mengolok aegyo ku akan kuserang lagi kau jeong jae rin”

“Arrasseo arrasseo, tidak akan lagi oppa.. Haha..kajja”

“Eoddi? Kita jadi kemana? Hmm?”

“Ke apartment saja oppa, akan kumasakkan dinner untuk kita berdua”

Segera kami menuju ke apartment ku. 3hari bersama oppa..aku membayangkan banyak hal seru yang akan kami lewati bersama

Sesampai nya d apartment kami berdua melemparkan tubuh kami di sofa ku yang ukuran nya cukup besar. Dengan berbantalkan tangan yongguk oppa kami berdua melepaskan kelelahan hari ini dengan bersantai santai sambil menonton tv.

Ia memainkan rambut ku. “chagiya”

“Eumm..waeyo oppa?”

“Anii.. Hanya ingin memanggilmu”

Aku menolehkan wajahku, menatap wajah oppa. Entah mengapa aku sangat menyukai memandangi nya seperti ini. Tapi wajahnya terlihat sangat lelah.

“Oppa.. Tidurlah dulu, akan kumasakkan sesuatu untuk makan malam.nanti akan kubangunkan”

“Hmm..shirreo.. Aku ingin memasak dengan mu”

“Mwoo? Oppa memang bisa masak? Shirreo. Nanti oppa malah merusak dapurku.. Sudah tidurlah..istirahat dulu..hmm?”

“Arrasseo, kau sangat galak, mengalahkan omma ku. Aku akan tidur, tapi ada 1 syarat”

“Hmm? Mwo?”

“Ppoppo” ucap nya sambil menunjuk nunjuk bibir nya. Kyeopta, meskipun dia sangat awkward dalam melakukan aegyo, tapi itulah yang membuat nya menjadi daya tarik tersendiri.

Kuhujani ia dengan kecupan kecupan ringan di bibirnya. “Sudah oppa tidurlah”

“Masih kurang chagii”

“Mwo? Eishh. Oppa benar benar yadong. Baiklah”
Kucium lagi bibir nya, tapi ia segera menahan tengkuk ku, membuat kecupan ringan tadi berubah menjadi ciuman yang sangat dalam dan lembut, tanpa ada tuntutan dan tanpa nafsu, sangat memabukkan.

Ia melepaskan ciuman tadi sambil tersenyum.”Gomawo chagii”

Dapat kurasakan wajahku memanas karena malu dengan perlakuan nya tadi,”hmm… Cheonma oppa.. Jaljja”

Yongguk pov

Aku melihat nya berjalan memunggungiku, semakin menjauh kearah dapur, aku tak bisa sekalipun mengalihkan pandanganku darinya. meskipun pikiran ku lelah, tetapi saat aku melihatnya, aku selalu merasa hanya dia lah dunia ku. Saat ada dia, seluruh rasa sakit ataupun lelah tak akan terasa lagi. 

Aku melihat nya sibuk di dapur, berjalan kesana kemari mempersiapkan bahan bahan dan sibuk sendiri. aku menikmati pemandangan ini, aku senang melihatnya sibuk mempersiapkan makan malam untukku, aku senang melihatnya meskipun dalam keadaan nya yang berantakan, aku menyukai seluruh yang ada di dirinya tanpa terkecuali.

Ia terlihat sangat cantik meskipun rambut nya di kuncir tak beraturan, masih dengan pakaian kantor nya yang sudah berantakan. 

Aku tak bosan sedikitpun memperhatikan tiap gerak geriknya.

Sepertinya ia telah selesai. Segera kututup kedua mataku, berpura pura tidur.

“Oppa..irreona” suara nya begitu lembut mencoba membangunkan ku

Jae Rin pov

Kubangunkan oppa, tapi ia tak juga membuka matanya. Kuperhatikan wajahnya saat tertidur, sangat tenang, ia terlihat sangat polos. Tanpa sadar jemariku mulai menyusuri garis wajah nya. Mengagumi tiap hal yang kulihat pada dirinya. Kedua matanya, hidungnya,pipinya, bibirnya. Kutelusuri semua nya dengan jemari ku

Ku kecup sekilas dahinya dan juga pipinya. Sekali lagi kubisikkan di telinga nya “oppa…ppalli ireona, makan malam nya sudah siap”

Ia menggeliat tapi tidak bangun.
“Oppa, ppalli ireona” aku sedikit menaikkan suara ku, berharap ia setidak nya bangun.

“oppa akan bangun kalau kau menciumku chagii” ia membalas ku dengan suara yang sangat rendah dan agak serak. 

Aigoo, benar benar oppa yang satu ini. Aku sudah mencium mu oppa! 

“Yeogi(disini)!” Ucapnya sambil menunjuk bibirnya.

Ia seperti bisa membaca pikiran ku. arrasseo
Segera kudaratkan sebuah ciuman di bibir oppa, tapi tak cepat cepat kuangkat bibirku, tak juga kulumat. Biar lah aku menikmati dulu kecupan ini.kututup kedua mataku untuk beberapa detik, setelah itu kuangkat tubuhku dan berjalan mundur.

“Sudah oppa! Sekarang cepat bangun, makanan nya akan segera dingin”

Yongguk pov

Setelah kunikmati seluruh perlakuan nya kepadaku, perlahan kubuka mataku merenggangkan otot otot tubuhku seolah olah aku baru bangun tidur. Kulihat lagi orang itu, duniaku. Ia berdiri mematung dengan wajah yang agak memerah, sepertinya ia malu setelah melakukan itu kepadaku.

Kulangkahkan kaki ku menuju meja makan,

“Hmm..spaghetti”

“Nee, apa oppa suka?”

“Aku suka semua yang kau buat chagii,”

“Haha..jeongmal? Geurom, ppalli mokgo( benarkah?kalau begitu, cepatlah makan)”

Kumasukkan spaghetti itu ke mulutku perlahan lahan, sangat enak.segera kuhabiskan seluruh yang ada di piringku. 

“Sangat enak chagii”

“Jeongmalyo? Gomawo oppa”

“Ini hadiah karena sudah membuatkan ku dinner yang sangat enak” segera kurengkuh pinggangnya agar ia mendekat, kucium pipinya.

Kulihat lagi lagi wajahnya memerah. Haha

Jae rin pov

Aku sangat terkejut karena oppa secara tiba tiba mencium pipiku. Debaran jantung ku sekarang makin keras
 
“geu…geurom oppa, biar aku bersihkan ini dulu. Oppa tunggulah di kamar”
 
“Shirreo!”
 
“waee?”
 
“aku kan ingin berduaan dengan mu chagi. Bukannya ada ahjumma yang biasanya mengurus apartment mu?
 
“iyaa, tapi kan jadwal nya ia hanya 1 minggu 2 kali. Besok ia baru datang”
 
“yasudah.. tinggalkan saja chagi. Biar besok ia yang bersihkan.. hmm? Kan aku jarang sekali mendapatkan libur seperti ini” lagi lagi ia mulai mengeluarkan jurus aegyo nya yang sangat awkward itu, yasudah lah, toh juga besok.
 
“hmm, baiklah oppa” ucapku sambil tersenyum kearahnya. Melihat nya memohon dengan begitu gigih aku jadi tak tega dengan nya.
 
Ia segera menarik pergelangan tangan ku menuju ruang tv, menghempaskan tubuh nya ke sofa setelah itu menarik ku untuk duduk juga, kami menonton tv bersama. Kusandarkan kepala ku ke bahu oppa, ia melingkarkan tangannya di bahuku, memelukku dengan sangat erat. Sesekali ia memainkan rambut ku, mencium puncak kepala ku, membuat ku merasa sangat nyaman di dekat nya.
 
Kuarahkan wajahku untuk menatap wajah oppa, “oppa..”
 
“hmm?”
 
“oppa..”
 
“waeyo chagii?”
Tapi ia tidak menolehkan wajahnya kearah ku,
 
“oppa..”
Akhirnya ia menoleh , “wae geurae chagii?”
 
Entah mendapat keberanian darimana aku melakukan ini
“Saranghae” kuucapkan kata ini dengan volume yang sangat pelan tapi oppa dapat mendengarnya
 
Ia mengembangkan senyum di wajah nya, mendekat kan wajahnya kearah ku
“nado saranghae chagi, nae sarangeun yeongwoni (cintaku abadi) chagii”
Ia mencium bibirku, awalnya hanya kecupan manis, berubah menjadi lumatan lumatan kecil. Ciuman yang ia berikan selalu memabukkan untukku. Lama kelamaan lumatan yang ia berikan pun semakin intens, lidah nya pun semakin liar bergerak di dalam mulutku, akhirnya ia melepas kan ciuman itu karena kami berdua sepertinya kehabisan oksigen. Dengan nafas yang terengah engah ia menatap kedua mataku dengan sangat dalam sambil tersenyum.
 
Tapi entah mengapa aku tak ingin ciuman ini berakhir, kuletakkan kedua tangan ku di kedua pipinya, kutarik maju wajah nya, segera kucium bibirnya yang begitu menggodaku, kami lagi lagi terjebak dalam ciuman yang begitu panas, lumatan demi lumatan terus terjadi, lidah nya menjilat bibirku, memainkan lidahku membuat tiap gerakan dari bibirnya terasa makin memabukkan.
 
Tangannya mulai bergerak mengelus pinggang ku dan pahaku, seharusnya aku marah, tapi tidak kali ini, aku malah makin menikmati setiap gerakan tubuh nya. Tangannya mulai menelusup ke dalam blouse ku, mengelus perutku , naik ke atas hingga payudara ku yang masih terbungkus dengan bra. Ia menaikkan bra ku ke atas, meremas remas pelan payudara ku , memainkan nipple ku dengan jemari nya.
 
“mmmmppphhhhh…”desahan itu lolos dari mulutku, tapi masih tertutup karena ciuman ku dengan oppa yang masih berlanjut.
Ia mengeluarkan tangan nya dari dalam blouse, melepas satu per satu kancing ku,membuang pakaian itu entah kemana. Oppa melepaskan tautan bibir kami, menatao mataku dalam seolah mencari keraguan pada diriku, tapi aku malah tersenyum kepadanya, seolah mengiyakan nya untuk melanjutkan apa yang ia lakukan. Ia berubah menciumi leher ku, menggigit nya pelan
 
“ahh.. mmhh..o..ohppaa..jangan meninggalkan mmhh bekasshh..disana..aahh”
 
Ia tidak menghentikan tingkahnya, tapi ia hanya menlihatku dengan kedua manik matanya.
Oppa melanjukan kegiatan nya, ia mengelus punggungku, mencari sesuatu disana, yaa, pengait bra ku. Dengan sekali hentakan ia melepaskan nya dan juga segera membuangnya. Ciumannya turun menjadi di atas payudara ku, ia melakukan hal yang sama mencium, mengigit pelan, menjilati nya menimbulkan beberapa bekas keunguan disana. Berkali kali lenguhan ku keluar begitu saja, aku sudah tak mampu menahan lenguhan lenguhan itu karena ini begitu nikmat.
 
Ia mengulum nipple dan juga payudara ku seperti bayi yang sedang kehausan, ia meniptakan kenikmatan yang luar biasa, tak dapat kuartikan dalam kata kata. Tangan nya juga tak diam begitu saja, tangannya meremas remas payudaraku, terkadang memainkan nipple ku, dan ia melakukan nya secara adil, dengan payudara kanan dan kiri ku.
 
“eumphh oppaa..ahhh”
Tanpa kusadari aku benar benar sudah naked sekarang, aku tak sadar kapan ia melepaskan celana dan underwear ku, ia memainkan jari jari nya di depan klitoris ku. Membuat ku semakin terangsang dan makin mengeluarkan lenguhan lenguhan itu.
“aahhhh!..” aku berteriak saat kurasakan sesuatu memasuki hole ku yang ternyata adalah jari oppa. Ia perlahan menggerakkan jarinya, rasa sakit itu perlahan menghilang, berubah dengan rasa nikmat.
“eumphh..faster oppa..ahhh..yesshh..eummphhh”
Dapat kurasakan ia menambahkan 1 jari lagi kedalam hole ku, membuat ku makin tergila gila dengan hal ini. Ia terus mempermainkan tubuhku , membuat ku benar benar tak berkutik
 
“oo..opppaaaa, I think I’m gonna…”
 
“keluarkan saja chagii”
 
Kupejamkan mataku menikmati orgasme pertamaku
“aaahhhhhhhh” orgasme pertama ku keluar. Saat kubuka mataku, oppa tak lagi diatasku, ia ternyata pindah kedepan hole ku, ia menjilati cairan itu tanpa rasa jijik. Dan saat itu lah aku menyadarinya
 
“oppa, kau benar benar curang”
 
“hmm? Waeyo chagi?”
 
“I’m naked and you still use all of your clothes”
 
“ahaha..geurom” iya melepaskan kaos nya, memperlihatkan badan nya yang sudah terbentuk sempurna dan sangat seksi. Aku menjadi malu sendiri karena memintanya.
 
“chagii, ayo kita pindah tempat” ucapnya, setelah itu ia tiba tiba mengangkat ku, kami pindah ke kamar tidur ku.ia menutup pintunya dengan menendang pelan pintu itu. Ia menjatuhkan tubuh kami berdua di atas kasur ku.
 
Kurasakan kulit tubuh nya yang bergesekkan dengan tubuhku membuatku makin benafsu dan ingin menyentuh nya. Segera kunaikki tubuh nya yang sedang terlentang itu. Awalnya ia terlihat kaget, setelah itu mimic wajahnya berubah seperti berkata apa yang akan kau lakukan, akan kulihat.
 
Kulakukan hal yang sama persis dengan nya. Kuciumi dada bidang nya, menimbulkan tanda tanda keunguan disana, kujilati nipple oppa sambil berusaha melepaskan celana nya. Tangan ku yang satunya tak tinggal diam, kuraba abs yang ada di tubuh oppa, membuat ku semakin ingin memiliki ia seutuhnya. Ia terkadang mengeluarkan lenguhan lenguhan karena perbuatan ku. Setelah celana dan underwear nya lolos, kuraba junior nya yang sudah berdiri dengan kokoh nya. Kuremas pelan dan kugerakkan tangan ku, ia melenguh lagi.
 
Segera kuturunkan kepala ku, mencium ujung junior itu. Tanpa ragu kumasukkan juniornya kedalam mulutku, kusedot perlahan maju dan mundur dengan tempo yang sangat pelan , kumainkan juga twinsball nya. Dengan intens kumainkan keduanya. Kukulum junior nya dengan cepat, dan tangan ku pun ikut kumaju mundurkan. 

“Ge…geumanhae(berhenti)”

“Waeyo oppa?”

“Mianhaeyo chagi, oppa sudah tak bisa menahan nya”

Ia membalikkan posisi, ia diatasku, tapi bertumpu dengan kedua tangannya

“May I?” Ia melihatku dengan tatapan penuh arti

Kuanggukkan kepalaku menyetujui nya

Diarahkan nya junior nya ke hole ku, perlahan tapi pasti ia mulai menekan nya makin dalam, 

“Aaghhh…appo oppaaa..sshh” kutahan rasa sakit itu sangat sakit

Ia seperti tak tega melakukan hal itu kepadaku, ia ingin menarik junior nya , tapi seger kuremas tangan nya

“Andwee oppa, lanjutkan”

“T..tapii chagi.”

Kuhentak hentakkan pinggul ku, itu lah yang ku mau

Oppa seperti mengerti perlakuan ku “bersabarlah sedikit chagi” ia segera melumat bibir ku memainkannya dengan sangat intens, aku menyadari sesuatu robek di bawah sana, keperawanan ku.

“Thanks giving this pleasure to me” ucap oppa lalu mengecup ku menatap mataku begitu dalam. Tak kuhiraukan rasa sakit di bawah sana. Oppa mulai menggerakkan pinggul nya perlahan, 

“Ohhhh oppaaa, shhhhh” 

“Chagi you’re so tight.sshhhh”

Kami saling menhentakkan pinggul ke arah yang berlawanan, gerakan pinggul kami makin cepat dan semakin cepat. 

“Oohh..sshhh.there oppa…yesshhh ahhhh euummphhh…..”

Ini sangat nikmat, dapat kulihat wajah oppa yang sangat menikmati ini, sangat menggairahkan, ku raba abs oppa, sambil menciumi bibir nya. Gerakan pinggul kami tak berhenti. Lumatan bibir kami semakin ganas “euumphhh shhh”

Tangannya pun tak tinggal diam,Ia memainkan payudara ku .

“Oppaaa, I think I’ll comee….aahhhhh”

“Together….sshhh”

“Aaahhhhh” kami berdua melepaskan orgasme kami bersama sama, kami berdua sangat kelelahan, oppa segera menarik selimut untuk menutupi tubuh naked kami,ia mencium bibir ku sekilas

“Gomawo chagi, jaljjayo, saranghae”

Aku sudah tak mampu membalas ucapan oppa karena terlalu lelah

~0~

Kurasakan sinar matahari pagi menerpa wajahku, hmm…kurasakan sebelahku, …oppa dimana? Ia tidak ada di sini. Kubuka mataku perlahan lahan. Oppa tidak ada. Segera kuambil pakaian ku yang ada di lemari, kukenakan pakaian yang kebesaran dan segera keluar.

“Morning chagi”

“Oppa? Kok sudah bangun?”

” Want to make some breakfast” ucap nya sambil memamerkan senyum khas nya.

Kupeluk oppa dari belakang “morning too oppa”

“kau tidak berangkat ke kantor?”

“Hmm..nanti, aku ingin dengan mu dulu”

“Eiihh..berangkatlah, nanti di marahi orang tua mu chagi” ia membalikkan tubuh nya, mengecup bibir ku

“Morning kiss” 

Kutatap mata oppa, sangat teduh. Kuhirup aroma kopi, ia membuat kopi untukku.

“Mandilah, setelah itu sarapan. Ppalli”

“Hmm, arrasseo oppa” kulangkahkan kaki ku ke kamar mandi menuruti kata katanya. Setelah selesai pun aku segera sarapan.

“Gomawo oppa sarapan hari ini. Aku pergi dulu ya. Nanti kalau bisa aku akan pulang lebih cepat”

“Tidak usah chagii, selesaikan saja pekerjaanmu dengan benar. Nanti aku juga mau pergi sebentar, hmm?”

“Arrasseo. Geurom, oppa annyeong”

“Annyeong chagii”

kuselesaikan seluruh pekerjaan kantor ku bahkan yang untuk besok, kukosong kan seluruh jadwal ku untuk besok sehingga hari ini aku harus lembur.

Kulangkahkan kaki ku memasuki apartment. Sangat sepi. Kuedarkan pandangan ku, tak kutemukan siapa pun. Kumasuki kamarku, disana juga nihil. Tapi aku mendengar suara air , mungkin oppa sedang mandi. Kurebahkan tubuhku di atas kasur, tubuhku seakan remuk karena tadi kupaksakan duduk seharian di meja kerja ku, menuntaskan segala masalah. Punggung ku serasa akan putus. 

Kupejamkan mataku. Mencoba mengurangi rasa lelahku. Kudengar pintu dibuka, suara langkah kakinya berjalan kearah ku. Aroma sabun segar menyeruak di indra penciumanku. Semakin mendekat, dapat kurasakan.

“Chagii.. Apa kau tidur?”

“Hmm” aku menggelengkan kepala ku pelan.

“Welcome home chagi” ia mencium bibirku “kamu pasti sangat lelah ya chagii. Malam sekali pulangnya”

Kubuka mata ku, menatap nya yang hanya menggunakan handuk membungkus tubuh bagian bawah nya. “Aniyo oppa.. Oppa ngapain seharian tadi?”

Ia tersenyum “hanya bertemu dengan anak B.A.P sebentar, lalu mampir ke coffee shop, aku bosan sendirian di apartment”

“Geurom, besok ayo kita jalan jalan oppa”

“M..mworago chagi?(Apa yang kau bicarakan) kamu harus bekerja chagii”

“Anii..besok kita akan berlibur seharian, otte? Anii..bukan sehari, 2 hari..ayo kita pergi”

“Jinjja? Kok bisa? Jangan membohongi ku..kalau kau membolos aku akan marah padamu”

Aku hanya tertawa, bahkan oppa masih memaksa ku agar tidak membolos, padahal ia sendiri yang merengek padaku agar berduaan selama hari libur nya..”Anii, tidak bolos, hanya menyelesaikan pekerjaan ku lebih cepat, jadi aku bisa beristirahat”

Matanya menelisik ku, seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja kubicarakan. ” Jeongmalyo oppa! Aku tidak lagi berbohong”

“Geurom.. Mandilah dulu chagii..pasti sangat lelah” ia mencium dahiku, perlakuan nya selalu menenangkan ku, membauatku merasa sangat nyaman.

Setelah mandi aku segera merebahkan badan ku di sebelahnya, anii, lebih tepatnya aku langsung tidur di atas dada bidangnya, meringkuk sangat dekat dengannya. Ia memelukku dan mencium puncak kepala ku, menyelimuti ku hingga leher ku,”jaljjayo chagi.” Kami berdua tidur dengan saling memeluk satu sama lain. Hanya satu yang kuinginkan saat ini, menghentikan waktu, aku tak ingin berubah, hanya seperti sekarang.

~0~

Pagi ini kami berangkat ke Jeju, sebenarnya oppa menolak, tapi aku memaksa nya, daripada kami terus terusan di Seoul, lagipula di Jeju appa punya resort pribadi yang sangat bagus dan tepat berada di pinggir pantai. It’s all private, just me and him. Tak akan ada yang mengganggu kami. Setelah meyakinkan nya, kami segera berangkat, dan tentu saja dengan seluruh perlengkapan menyamar nya, yang lebih mirip penjahat daripada artis.. Ahaha, begitulah jika aku mengejeknya.

Smartphone ku berbunyi, tanda sebuah pesan

“Noona, kau menculik uri leader ke Jeju?! Apa yang akan kalian lakukan?! Kau bahkan tak mengajakku. Jangan sebabkan masalah!”

Err..Jeong Dae Hyun, neo! Jeongmal pabo, bisa bisa nya ia mengirimi ku pesan seperti ini. Harus nya mengirimkan ke leader nya agar tidak melakukan sesuatu yang buruk. Ia bahkan lebih sayang leadernya daripada nuna nya sendiri.

Smartphone ku bergetar lagi

“Apa kalian akan bulan madu? Ah nuna! Leader ku belum waktunya menikah! “

Bahkan aku belum menjawab sms sebelum nya, tapi ia melanjutkan nya lagi, dasar namja yadong! Aku kan hanya mengajak oppa liburan.

Oppa menyadari aku yang daritadi memandangi smart phone ku dengan tatapan emosi. “Waeyo chagi? Kenapa kau terlihat marah begitu?”

“A…aniyo oppa” segera kumatikan smart phone ku, dasar. Tak akan kubiarkan mood ku hancur hanya karena dongsaeng pabo itu.

aku melewatkan dua hari bersama oppa di jeju dengan sangat menyenangkan, kami bermain di pantai seharian, berenang, bahkan bbq. Kami menyebabkan banyak kekacauan di malam hari, dan paginya kami membersihkan semua nya bersama sama.

Asalkan bersama oppa, semua yang kulakukan tak akan terasa membosankan.. Kami bermain banyak hal di dalam resort. Awalnya kami ingin berkeliling pulau Jeju, tapi mengingat status yongguk oppa adalah idol yang sedang naik daun dan terkenal, kami -ani sebenarnya aku- ingin menjauhkan nya dari berbagai rumor. Tapi tak apa, toh suasana pun berbeda dari apartment ku yang di Seoul, di sini lebih menyenangkan.

Tak terasa dua hari berlalu begitu cepat, sehingga kami segera kembali ke seoul. Oppa harus mempersiapkan diri di kantor TS sedangkan aku melanjutkan pekerjaan di perusahaan.

Smart phone ku berbunyi, sms dari oppa
“Chagi..setelah ini aku akan take off..jaga kesehatan mu, jangan terlalu lelah, arra? Saranghae”

Segera ku balas sms itu
“Nee oppa, jalga.. Nado saranghaeyo”

Kuukir senyum , bukan bahagia karena oppa pergi, tapi kebiasaan nya. Setiap ia akan pergi, ia selalu mengabari ku, dan kadang akan menceramahi ku tentang menjaga kesehatan. 

Segera setelah pekerjaan ku selesai, segera kulajukan mobil ku ke coffee shop biasa, menikmati hiruk pikuk sore hari kota seoul dari belakang kaca coffee shop.
Kali ini aku membeli americano, favorit oppa. Kuhirup aroma nya, semakin membuat ku merindukan oppa.

Oppa…

3 hari setelah keberangkatan oppa ia mengabariku bahwa waktu nya di jepang diperpanjang hingga 1 minggu. Aku berpura pura marah padanya, aku bilang padanya ia harus cepat kembali saat seluruh pekerjaan nya sudah selesai, jika ia tak menurutiku, lebih baik kami putus. Aku menggoda nya, sebenarnya aku merasa aku agak keterlaluan. Apa aku terlalu egois? Yaa, aku bukan hanya egois, tapi sangat egois.
Tapi biarlah, nanti aku akan minta maaf saat ia kembali.

2 hari setelah itu sama sekali tak ada kabar darinya. Aku ingin menghubungi nya, tapi egoku menghalangiku. Tiba tiba daehyun menelpon ku. 

“Yeoboseyo?”

“Nu..nunaaa..”

“Waeyo hyunie?”

“Nuna uljimma…”

“Wae? Untuk apa aku menangis?”

Kudengar isakan pelan dari sebrang sana, membuatku makin penasaran
“Waeyo? Kenapa kau menangis? Apa telah terjadi sesuatu?”

Perasaanku berubah menjadi tak enak, aku merasakan suatu yang sangat sesak, aku takut dengan apa yang akan di ucapkan daehyun.

“Yongguk…yongguk hyung”

“Wae?! Ada apa dengan oppa? Jawab lah dengan tegas daehyun!”

“Yongguk hyung…nuna,yongguk hyung meninggal..hikss”

Aku mematung, “ani..jangan berbohong daehyun, permainan mu sungguh tidak lucu”

“Aku serius nuna!”

Satu persatu butiran air turun dari mataku, tak mungkin kan. “Oppa di jepang daehyun, ia bilang jadwal nya masih lama, kenapa ia ada di pesawat? Jangan berbohong”

“Hyung kembali kemarin siang..t..tapi pesawat yang ia tumpangi, jatuh”

Andwe..tak mungkin..apa ia menuruti kata kata ku.? Tak mungkin kan..

“K..korban nya?”

“Hanya yongguk hyung.. Ia berangkat sendirian, ia memaksakan diri untuk berangkat meskipun sendirian tanpa ada staff lain”

Hand phone itu langsung meluncur jatuh dari genggaman ku, kaki ku lemas. Tidak ini tidak mungkin kan! Tidak! Ini mimpi! Bukan oppa yang di dalam pesawat itu! Bukan yongguk oppa..mereka pasti salah orang..aku menangis, tapi aku tak mengeluarkan suara apapun, aku hanya terduduk mematung, aku masih bersama nya minggu lalu, bahkan kami ke Jeju bersama. Dia mungkin yongguk yang lain, bukan oppa ku. Banyak yang bernama yongguk bukan.

Tapi bantahan dari otakku malah menambah sakit hatiku, karena sebenarnya tetaplah yongguk oppa telah tiada. Saat pemakaman pun aku masih merasa itu seperti mimpi.. Aku masih merasakan pelukan nya, di bahuku, seperti ia biasa memelukku. Kurasakan setiap perlakuan manis nya padaku, itu masih terlihat nyata bagiku. Jika benar ini adalah mimpi, bangunkan aku.. Aku tak ingin berada di mimpi ini. Sangat menyakitkan melihat semua orang berduka cita , anii.. Lebih tepatnya aku tak suka semua orang bilang yongguk sudah meninggal. Tapi melihat fotonya yang terpanjang, memamerkan senyumnya, senyuman itu..senyuman yang selalu menggodaku, membuatku nyaman. Itu foto yongguk oppa.

Bahkan setelah berminggu minggu aku tetap tak percaya. Daehyun sering mampir ke apartment untuk melihat keadaan ku. Aku? Aku hanya termenung di dalam kamar ku, ani! Kamar kami, aku dan yongguk oppa. aku yang selalu tidur di sisi kiri dan oppa di kanan. Aku ingat bagaimana ia melakukan beberapa aegyo, wajahnya saat menjahili ku, seluruh ekspresinya. Aku mengingatnya. Aku ingat saat ia memarahiku tentang aku yang workaholic(gila kerja), mengingatkan ku untuk makan teratur, bahkan aku ingat saat ia sering mengingkari janjinya. 

Keluargaku menganggap aku sudah agak tidak waras, mereka membawa ku untuk terapi, meredakan tekanan di otakku. Ini bukan tekanan, aku waras, aku hanya ingin minta maaf pada oppa atas perkataan ku waktu itu, jika aku tidak mengancam nya dan malah mendukungnya, ia tidak akan seperti ini, ia pasti masih akan mendampingiku sekarang. Aku belum sempat mengatakan jika aku mencintainya dan aku ingin ia hidup selamanya di sisiku. 

~0~
Back to present

Kulihat langit mulai berubah menjadi gelap, lebih baik aku pulang sekarang. Besok, mari kita bertemu lagi oppa.. Kulihat gelas americano itu. Gelas yang telah diminta yongguk oppa untuk menemani ku saat aku menunggu oppa. Gomawo sudah menemaniku coffee-ya. Kulihat seseorang melewatiku, menuju sudut lain dari coffee shop ini. Senyum itu.. Apakah itu dia??

Done! Very long story! Mian lagi lagi karena sad ending :( 

Sebenernya author juga pengennya happy ending, tapi mencari sesuatu yang berbeda. *tendang author* author ga tega sebenernya, tapi…hati berkata lain *plakk* yaudah pokok nya thanks for reading this sad story yang geje ini .. RCL🙂

(FF NC 21) Why?

Author : Poro 19

Cast :

Choi Junhong a.k.a Zelo B.A.P

Han Jae Rin (OC) as you

 

Genre : Romance – nc

 

Author bawain ff one shoot ini untuk para reader yang mungkin masih pada setia (sapa juga thor? Ngarep *plakk) pokok nya happy reading aja, Comment , No Bash, No Haters, Hate this? Never read, anti plagiarism😀 Author recommend lagu nya Lee Hi – Because :) 

Just know one thing , I lived because of you

I laughed , I cried, those fiery days

Sama seperti hari hari lainnya, tak ada yang lebih baik hari ini, kehidupan monotone yang terus kujalani, rumah-sekolah-rumah, begitu lah rute hidup ku, tak ada yang berubah bagi seorang Han Jae Rin.

Tak ada yang kuingat sama sekali sejak kecelakaan itu, if I can compare, my life is just like a body without any soul, Tak ada yang bisa kuingat, bahkan namja yang terlibat dalam kecelakaan bersama ku, aku tak ingat siapa dia. Aku tak ingat kapan persisnya aku memulai kehidupan monotone seperti ini, sebenar nya untuk pergi ke sekolah pun aku tak minat, tetapi ini adalah paksaan omma.

Aku melongo lagi, tanpa sadar aku hampir melompat ke depan sebuah mobil, seketika itu juga kutarikkan kaki ku mundur beberapa langkah menyelamatkan badan ku ini. Aku sangat kaget melihat mobil itu melewatiku dengan cepat, kepala ku serasa berputar, aku merasakan pusing yang tak dapat kutahan lagi, omma sakit! Omma! Appa!

Aku berlari ke tengah jalan , aku berteriak “Jangan dekati aku!  neomu miwoyo!”

Seketika itu kulihat sebuah mobil yang melaju dari tengah jalan, mengarah kearah ku, namja itu berlari menarikku tetapi ia sedikit terlambat, ia memelukku, ia terserempet mobil itu hingga kami berdua berguling kearah pinggir jalan, kulihat ia berdarah darah di bagian kepala serta beberapa bagian tubuhnya, tetapi ia masih bisa tersenyum sekilas melihat ku, setelah itu aku juga tak sadarkan diri

Kubuka mataku perlahan saat kudengar suara omma seperti memanggil manggil namaku, mimpi apa aku barusan, namja tinggi itu muncul di mimpiku, kenapa hatiku tiba tiba sangat sakit, siapa namja ini?

“Rin-a, waeyo? Kenapa kamu menangis? Kamu bermimpi buruk kah chagi?” omma memelukku dengan kuat . “aniyo oppa, nan jeongmal gwenchanhayo” balasku dengan senyum seadanya, kepalaku masih sedikit sakit.”Jae-rin tunggulah sebentar, setelah ini dokter akan datang dan memeriksa keadaan mu? Hmm? Kau akan cepat sembuh chagi” ucap omma, “ne omma” balasku lagi

“Jae Rin-ssi?”

“Ne uisangnim?”

“apa yang kamu rasakan sekarang? Apakah kamu bermimpi sesuatu?”

“Sedikit pusing uisangnim. Nee, tadi aku bermimpi seperti terjadi sebuah kecelakaan yang melibatkan aku dan namja yang masih koma itu, hanya itu uisangnim”

“hmm, arasseo, kamu sudah mengalami kemajuan Jae Rin-ssi, nanti akan kuberi obat pengurang rasa sakit”

“Gomapseubnida uisangnim”

Sejak kejadian itu, hampir setiap malam aku bermimpi tentang hal yang sama , seperti dikejar kejar oleh perasaan gelisah, tiap pagi aku selalu terbangun dalam keadaan menangis. Entah mengapa wajah namja itu semakin tak asing bagiku. Ingin rasanya kutanyakan langsung pada namja itu, sayang nya sampai sekarang ia masih terbaring di ranjang rumah sakit, tak pernah sadar, tak juga ada kabar yang menyatakan bahwa ia membaik.

Kuputuskan aku akan mendatangi namja itu, sadar maupun tidak, kalau aku melihatnya mungkin aku akan teringat sesuatu.

Aku duduk di kursi di sebelah tempat tidur namja ini, kuperhatikan wajahnya yang tertidur, seperti bayi, sangatlah lucu, kubaca nama nya yang ditempatkan di depan ranjang nya, Choi Jun Hong, hmm, aku tidak ingat apapun tentang namja ini. Kuperhatikan terus menerus wajahnya, namja tinggi berkulit putih, ia lah yang tersenyum padaku di mimpiku itu. Tanpa kusadari seketika air mataku keluar, wae geurae?Jae rin, kenapa kau menangis lagi? Ada apa dengan namja ini? Segera kuhapus air mataku.

Entah mendapat keberanian darimana, kugenggam pelan tangan namja ini, hangat dan tangannya besar. Air mataku semakin deras, tak dapat kutahan, entah kenapa aku terisak tangisan ku tak dapat berhenti dengan mudah.

Aku duduk seharian di ruangan itu, tetap tak ada yang bisa kupikirkan. Tiba tiba seorang suster masuk

“Han Jae Rin-ssi? Kenapa anda disini? Apakah anda mengenal namja ini?”

Seorang suster yang pernah merawatku saat aku di rumah sakit karena kecelakaan itu

“Nado mollayo, hanya ingin menengok nya. Apa namja ini tidak ada barang barang pribadi yang dibawa nya saat kecelakaan?”

Aku sangat penasaran dengan namja ini

“ada sih, apa kau ingin melihat nya? Sepertinya kusimpan di lemari ini”

Suster mengarah ke sebuah lemari kecil, ia mengeluarkan pakaian serta tas yang dipakai namja ini saat kecelakaan

“gamsahabnida suster”

“geurom, akan kutinggal dulu,”

Kulihat perlahan mulai dari seragam nya yang penuh dengan darah, sama seperti yanag ada di mimpiku, seragam ini, kurogoh setiap kantong yang ada di baju maupun celana nya tapi hasilnya nihil, tak ada apapun.

Tok Tok Tok

“permisi, jam besuk sudah berakhir, maaf tolong tinggalkan ruangan ini” ujar seorang suster yang berbeda

“nee, algeseumnida” segera kubawa pulang barang barang tadi

Sesampainya di rumah segera kuperiksa ulang segala barang namja itu, aku menemukan ponsel nya, agak kotor dengan darah, dan juga baterainya habis, segera ku cas, sambil menunggu aku kembali menggeledah tas nya, aku menemukan dompetnya, kubuka isi dompet nya, berisi uang dan beberapa kartu pengenal. Tetapi ada fotoku bersama nya disana, kami berpose dengan sangat lucu, ia menyimpan foto itu di belakang kartu pengenal nya.

Ponsel nya sudah bisa menyala, segera kunyalakan ponsel nya, kubuka beberapa file yang mungkin saja menyimpan data pribadi, seperti galeri foto, video, maupun sms.

Kuperhatikan foto-foto nya, yang ada disana hanyalah fotonya dengan ku, atau fotoku yang diambil tanpa kuketahui. Bahkan ada foto saat aku tidur, makan, semuanya, diambil dengan jarak dekat, sudah pasti ia sering berada di dekatku, tapi aku masih belum bisa mengingatnya.

Kubuka galeri video nya, hanya ada 1 video , segera kubuka video itu

aku menutup nutupi wajahku

“Rin-a, menghadaplah ke sini”

“Andweyo oppa! Aku tau kau akan memfoto ku dengan pose jelek lagi”

“ayolah! Ani! Aku tidak memfotomu!”

“Gotjimal!”

“hahaha, ayolah, nanti akan ku traktir ice cream”

“oppa kira aku anak kecil?! Shirreo!”

“Rin-a, kalau kamu akan menikah, mau tidak menikah denganku?”

 

Segera kubuka tangan ku yang menutupi wajahku

 

“mwoya? Pertanyaan macam apa itu?”

“hmm, shirreo?”

“ani! Itu pertanyaan yang tak perlu kau tanyakan oppa, 10000% aku akan menikah dengan mu”

“meskipun akan ada banyak yang menentang?”

“aku tak peduli oppa, kau milikku dan aku milikmu, oppa naekkoya!”

“aku rekam ini! Ini adalah bukti, kau sudah tidak bisa meninggalkan ku”

“hmm! Rekam saja, itu bukti ku padamu oppa”

Aku tersenyum sangat lebar

Cklik, rekaman itu selesai. Aku menangis , kepalaku mendadak sakit, sangat sakit, aku kembali melihat mimpi , tapi kali ini mimpi yang lain

“Han Jae Rin! Will you be my girl?”

Oppa berteriak di atap sekolah, sedangkan aku dibelakang nya hanya bisa menutupi wajahku karena malu “oppa! Tak perlu kau berteriak seperti itu, sangat memalukan!”

 

“biar! Biar semua orang tau!neo!naekkoya!”

 

Seluruh kehidupan sekolah ku berubah, semakin berwarna , ia lah, Choi Junhong lah yang memberikan ku segala sesuatu yang tak kuketahui, membuat ku bisa merasakan arti hidup yang sesungguhnya.

 

Ia lah yang selalu di samping ku. Lelaki tenar ini justru memilihku yang wanita pendiam ini sebagai yeoja chingu nya. Seluruh orang sangat kaget sangat pertama kali ia mendeklarasikan bahwa aku adalah miliknya.

 

Tapi ia tak peduli apa kata orang, ia melakukan segalanya untuk mempertahankan ku meskipun aku sempat ingin menyerah karena perlakuan fans fans nya yang aneh itu. Ia memperlakukan ku dengan sangat baik

 

 

“Jae Rin-a, wae geurae? “

“oppa! Jadikanlah aku milikmu!”

“mwo?! Sadarlah Jae Rin!”

“anii! Aku tak ingin dijodohkan omma oppa, shirreo! Oppa, jadikanlah aku milikmu! Bawalah aku pergi, lakukan lah semua nya oppa, ayolah oppa!” aku memaksa nya dengan berlinangan air mata

Oppa seperti ragu untuk mengambil keputusan, sungguh aku ingin bahwa oppa lah yang mengambil nya dariku, bagaimana pun itu.

Entah setan darimana, aku segera menyerang bibir oppa, kulumat bibir oppa dengan sangat halus, kumainkan lidah oppa, pertama ia tak membalas, entah seperti nya pertahanan oppa telah runtuh, akhirnya ia membalas perlakuan ku, kami saling berpagutan sangat lama

Oppa meletakan tangannya pinggang ku, segera dilepas nya pakaian ku, dijilat nya leher dan pundakku , berkali-kali ,sekarang tidak lagi menjilat bahkan dia menghisapnya kuat hingga menimbulkan bercak merah.

 

“empphh.. oppaaa”

Aku tak mampu menahan sensasi yang oppa hasilkan saat menyentuh tubuhku. Makin kujenjang kan leher ku agar memudahkan kegiatan oppa, ia menyelipkan tangannya di tengkuk ku untuk memperdalam jilatan jilatan dan sedotan nya.

 

“ahhh..oppaa mmhhh”

Tak ingin kalah dari oppa aku pun dengan sigap melepaskan pakaian yang masih dipakainya dan melemparnya asal , Sekarang tubuh oppa sama naked nya dengan li, kembali kami berpagutan saling menikmati lekuk bibir ,

“eumhh.. mhhhh”

Tak ingin makin lama , oppa mulai memainkan nipples ku, ia menyedot nya, memainkan nya dengan lihai dengan jemari nya dan lidah nya secara bergantian,

“aahhh.. oppaaaa more shhh”

Kutahan kepala oppa sehingga ia memperdalam sedotan dan ciuman ciuman nya, sensasi ini membuat ku semakin gila. Oppa sepertinya benar benar akan membuat ku miliknya sekarang, ia mengarahkan junior nya ke arah hole ku yang sudah basah karena perbuatan nya,

“eumhh, oppa tidak kah sebaiknya kita menikmati permainan ini dulu?”

 

Ia hanya tersenyum sedikit , tapi seperti tak menghiraukan perkataan ku, ia langsung meneroboskan junior nya itu,

“aakkhhhh!! Appo !” kugenggan erat lengan nya, tak mampu kulepaskan

Kurasakan sesuatu keluar, iya, itu lah darah keperawanan ku yang direbut oleh nya, tanpa ada penyesalan bagiku.

 

“gwenchanhayo chagi?”

 

“hm.. “ aku menganggukkan kepala ku, wajah oppa sekarang terlihat sangat kebingungan membuat ku makin gemas padanya ,”lanjutkanlah oppa”

 

Ia mulai menggerakkan junior nya perlahan

“aahhh shhh.. eumhhhh”

 

Kugerakkan pinggul ku berlawanan arah dari oppa, kupercepat gerakan itu, seakan tak mau kalah, oppa menggerakan makin cepat, kami saling menggerakkan berlawanan arah menciptakan sensai yang sangat nikmat

“ahhhh shhh, more..ee oppahhh eumhhh shhh”

“you’re tight baby! Shhh eumhhh”

Kami makin cepat melakukan nya,

“aahhh oppa! I’m gonna oouutt..tttt..hhsshhhh”

“nadooo..shhhhh”

Kami berdua mengeluarkan cairan itu di dalam rahim ku, aku tak peduli hamil atau pun tidak, karena memang itu lah tujuan ku.

Kami segera terlelap karena terlalu cape.

 

Pagi hari nya aku tak menemukan oppa dimanapun, bahkan ia menghilang selama 1 bulan, waktu perjodohan itu makin dekat

 

 

“ya! Dengar lah Jae Rin, tadi pagi ada yang melihat Jun Hong datang ke sekolah”

“Jinjjaro?” Aku segera melompat dari kursi ku, aku ingin bertemu dengan namja itu, namja yang membuatku mati karena merindukan nya

“tapi..”

“waeee?”

“ia.. ehmm, “ chingu ku ini malah main sikut sikutan dengan yang lainnya

“waeyo? Cae Lin? Hyora? Wae? Marhae!”

“ia membawa yeoja seksi bersama nya, yeoja itu adalah Kim Hyuna, senior kita.”

“mworago?”

“yaa, sudah dipastikan mereka berpacaran, mereka bahkan tadi berciuman di taman belakang.”

“apa kalian yakin itu Jun Hong ku? Bukan Jun Hong yang lain?” Sungguh aku tak percaya, bagaimana mungkin oppa berselingkuh

 

 

2 minggu berlalu, aku melihat hal-hal kemesraan mereka yang lain, aku sudah muak, pernah sekali aku melabrak mereka, dan yang terjadi adalah aku di tampar oleh Hyuna itu, ia mengatakan bahwa aku adalah yeoja yang babo, dia bilang bahwa aku mau saja dibodohi oleh Jun Hong

 

Cukup sudah! Aku tak mau lagi berhadapan dengan mereka, seluruh kehidupan ku hancur! Dijodohkan dengan lelaku yang bahkan taj ku ketahui siapa dia, namja chingu ku bersama yeoja lain, dan aku sudah tidak perawan, entah kenapa smua itu membuat ku makin stress.

 

Aku memikirkan seluruh permasalahan ku ini saat perjalanan pulang sekolah, tanpa aku sadari rambu untuk pejalan kaki sudah berubah menjadi warna merah, setelah itu semua keadaan menjadi silau

Kubuka mataku perlahan, kepala ku terasa berat,

“Rin-a, kamu sudah sadar? Syukurlah! Yeobo! Cepat panggilkan dokter!”

Omma ku berteriak kepada appa

“waeyo umma? Kenapa seheboh ini, kan aku juga sudah pernah mengalami seperti ini, bersantai lah umma” ucapku sambil terus memegangi kepalaku, aku tak ingin umma terlalu khawatir

“mana bisa umma tidak khawatir! Kamu pingsan selama 1 minggu! Apa lagi yang bisa membuat umma lebih gila daripada ini? Umma takut sekali kehilangan kamu!”

Omo! 1 minggu, cukup lama juga, aku jadi penasaran dengan oppa, apa ia sudah sadar? Tanpa berpikir panjang aku segera melompat turun dari ranjang ku, tapi tubuhku seketika oleng, aku masih belum bisa berdiri dengan seimbang

“waeyo chagi? Kamu mau kemana? Tunggulah sampai dokter datang”

“shirreo omma! Aku ingin melihat oppa, bagaimana keadaan nya! Apa ia sudah sadar?”

“kamu..kamu sudah ingat semua nya?”

“Tentu saja omma, aku ingin melihat oppa!”

tapi tangan omma segera menahan ku, “jangan kesana chagi, jangan kesana”

“waeyo omma! Aku ingin melihat oppa!”

“omma bilang jangan!”

Aku mendengar keributan, para suster berteriak “pasien ruangan 1302 bangun! Ia sudah sadar! Dokterr!”

1302? Oppa? Segera kutepiskan tangan omma, aku berlari ke ruangan oppa. Segera setelah aku masuk, kulihat oppa masih kebingungan, ia memgang kepala nya sendiri bahkan ia melihat seluruh badannya.

“o..oppa” kusapa perlahan ia,ia menoleh kearahku tapi sepertinya ia pun tak sadar siapa aku

“nuguseyo?” rasa nya seperti ingin menangis, apa oppa juga lupa denganku? Apa ia juga terkena amnesia? Kenapa ia tak mengenaliku? Apa ia berpura pura karena sudah tak ingin bertemu dengan ku?

Aku mematung melihat oppa yang semakin kebingungan, air mataku turun begitu saja, oppa wae geurae? Kenapa begini? Ini semua salahku, gara gara kecelakaan itu oppa jadi begini.

Tak lama kemudian para dokter dan suster masuk , mereka mengusir ku keluar, mereka tak mengijinkan ku melihat keadaan oppa, aku menangis di luar , apa benar ini semua salah ku?

Tiba tiba omma datang “ uljimma chagi uljimma”

“omma! Bahkan oppa tidak mengenaliku! Ini semua salah ku! Gara-gara aku oppa kecelakaan hingga koma, gara gara aku oppa seperti sekarang!” aku menangis di pelukan omma, aku tak sanggup lagi menahan ini semua

“aniyoo chagii, sebenar nya saat itu Jun Hong datang kepada appa dan omma, ia mengenalkan sunbae nya kepada kami, namanya Moon Jongup. Awalnya kami tak mengerti mengapa ia mengenalkan Jongup kepada kami.Ternyata ia berpesan supaya kami menjodohkan Jongup dengan mu, awalnya kami menolak, mengapa ia menyuruh kami menentukan pasangan mu, kami sangat marah saat itu. Tetapi ia berlutut di hadapan kami dengan menangis, ia bilang bahwa sebenarnya ia menderita tumor otak stadium akhir, sudah tak bisa tertolong lagi, ia ingin kamu tetap bahagia dan dapat melupakannya. Ia mempercayai  Jongup karena ia sudah menganggap Jongup seperti hyung, ia tak ingin kamu tetap mencintainya, ia ingin kamu segera melupakannya, makanya chagi, ia menyakiti hatimu dengan membawa yeoja lain dan terus menerus meninggalkan mu”

“wae omma? Wae! Aku bisa menerima nya apa adanya! Aku tak ingin berpisah dengan begini!”

“Ani! Dia tak ingin kamu berlarut larut saat kehilangan nya, lebih baik dia dikenang sebagai orang jahat daripada orang yang kamu cintai, ia tak ingin menyakitimu lebih dari ini, tahan lah dirimu chagi.”

“omma!” tak dapat lagi kubendung air mataku, kutumpahkan semua saat ku berpelukan dengan omma, kenapa oppa? Kenapa oppa begitu ingin aku bahagia? Oppa naekkoya naneun nikkoya, tak akan berubah oppa.

1 years later

“oppa, bagaimana kabarmu? Sekarang aku belajar menerima Jongup oppa, ia sangat suka sekali tersenyum dan membuat hal hal lucu. Oppa.. kau tau aku tak bisa berbohong. Neomu bogoshippeo, aku tau tak akan ada yang berubah meskipun waktu akan terulang lagi, tapi aku berharap kamu pun bahagia disana oppa, saranghaeyo oppa” kulangkahkan kaki ku meninggalkan kuburan itu, setelah kejadian malam itu, oppa tak dapat tertolong lagi, 1 minggu setelah kesadaran oppa, oppa kembali sakit parah dan tak terselamatkan lagi. Ia meninggal, sebelum meninggal oppa mencari ku dan membisikkan

“If I say I hope you unhappy,I’m sorry  that’s a lie girl, Just know one thing , I lived because of you”

DONE!!! Pertama kalinya author bikin sad fiction begini, terharu sendiri *plakkk

Mianhae saya telah menodai ZELO😥  tak ada maksud, hanya nama, hanya nama, *menyelamatkan diri

Pokok nya don’t be silent reader yaa, comment lah, comment kalian membangun supaya author bisa lebih baik lagi , and NO BASH! Kalo ga suka tolong ga usah di baca , biar kalian happy author juga happy. *plakk lagi. 

SENDING FF !!

Pengen publish ff?
Kita terima publish ff, sending every monday!

Jadi tiap hari senin kalian kirim ff ke email kita,  selama 1 minggu bakal kita publish semua ff yang masuk!  (:  There’s no time limit!  Jadi dari pukul 00.00 – 00.00 tiap hari SENIN a.k.a Monday! 

Jangan lupa format nya ya,

Title :

Author :

Cast :

Kirim ny gampang, ke email :

kkhyuna@yahoo .com

Pengiriman dalam bentuk email!  Bukan dalam ms word,  jika ada pict bisa di lampirkan atau attach!  (: