(FF NC 21) Why?

Author : Poro 19

Cast :

Choi Junhong a.k.a Zelo B.A.P

Han Jae Rin (OC) as you

 

Genre : Romance – nc

 

Author bawain ff one shoot ini untuk para reader yang mungkin masih pada setia (sapa juga thor? Ngarep *plakk) pokok nya happy reading aja, Comment , No Bash, No Haters, Hate this? Never read, anti plagiarism😀 Author recommend lagu nya Lee Hi – Because :) 

Just know one thing , I lived because of you

I laughed , I cried, those fiery days

Sama seperti hari hari lainnya, tak ada yang lebih baik hari ini, kehidupan monotone yang terus kujalani, rumah-sekolah-rumah, begitu lah rute hidup ku, tak ada yang berubah bagi seorang Han Jae Rin.

Tak ada yang kuingat sama sekali sejak kecelakaan itu, if I can compare, my life is just like a body without any soul, Tak ada yang bisa kuingat, bahkan namja yang terlibat dalam kecelakaan bersama ku, aku tak ingat siapa dia. Aku tak ingat kapan persisnya aku memulai kehidupan monotone seperti ini, sebenar nya untuk pergi ke sekolah pun aku tak minat, tetapi ini adalah paksaan omma.

Aku melongo lagi, tanpa sadar aku hampir melompat ke depan sebuah mobil, seketika itu juga kutarikkan kaki ku mundur beberapa langkah menyelamatkan badan ku ini. Aku sangat kaget melihat mobil itu melewatiku dengan cepat, kepala ku serasa berputar, aku merasakan pusing yang tak dapat kutahan lagi, omma sakit! Omma! Appa!

Aku berlari ke tengah jalan , aku berteriak “Jangan dekati aku!  neomu miwoyo!”

Seketika itu kulihat sebuah mobil yang melaju dari tengah jalan, mengarah kearah ku, namja itu berlari menarikku tetapi ia sedikit terlambat, ia memelukku, ia terserempet mobil itu hingga kami berdua berguling kearah pinggir jalan, kulihat ia berdarah darah di bagian kepala serta beberapa bagian tubuhnya, tetapi ia masih bisa tersenyum sekilas melihat ku, setelah itu aku juga tak sadarkan diri

Kubuka mataku perlahan saat kudengar suara omma seperti memanggil manggil namaku, mimpi apa aku barusan, namja tinggi itu muncul di mimpiku, kenapa hatiku tiba tiba sangat sakit, siapa namja ini?

“Rin-a, waeyo? Kenapa kamu menangis? Kamu bermimpi buruk kah chagi?” omma memelukku dengan kuat . “aniyo oppa, nan jeongmal gwenchanhayo” balasku dengan senyum seadanya, kepalaku masih sedikit sakit.”Jae-rin tunggulah sebentar, setelah ini dokter akan datang dan memeriksa keadaan mu? Hmm? Kau akan cepat sembuh chagi” ucap omma, “ne omma” balasku lagi

“Jae Rin-ssi?”

“Ne uisangnim?”

“apa yang kamu rasakan sekarang? Apakah kamu bermimpi sesuatu?”

“Sedikit pusing uisangnim. Nee, tadi aku bermimpi seperti terjadi sebuah kecelakaan yang melibatkan aku dan namja yang masih koma itu, hanya itu uisangnim”

“hmm, arasseo, kamu sudah mengalami kemajuan Jae Rin-ssi, nanti akan kuberi obat pengurang rasa sakit”

“Gomapseubnida uisangnim”

Sejak kejadian itu, hampir setiap malam aku bermimpi tentang hal yang sama , seperti dikejar kejar oleh perasaan gelisah, tiap pagi aku selalu terbangun dalam keadaan menangis. Entah mengapa wajah namja itu semakin tak asing bagiku. Ingin rasanya kutanyakan langsung pada namja itu, sayang nya sampai sekarang ia masih terbaring di ranjang rumah sakit, tak pernah sadar, tak juga ada kabar yang menyatakan bahwa ia membaik.

Kuputuskan aku akan mendatangi namja itu, sadar maupun tidak, kalau aku melihatnya mungkin aku akan teringat sesuatu.

Aku duduk di kursi di sebelah tempat tidur namja ini, kuperhatikan wajahnya yang tertidur, seperti bayi, sangatlah lucu, kubaca nama nya yang ditempatkan di depan ranjang nya, Choi Jun Hong, hmm, aku tidak ingat apapun tentang namja ini. Kuperhatikan terus menerus wajahnya, namja tinggi berkulit putih, ia lah yang tersenyum padaku di mimpiku itu. Tanpa kusadari seketika air mataku keluar, wae geurae?Jae rin, kenapa kau menangis lagi? Ada apa dengan namja ini? Segera kuhapus air mataku.

Entah mendapat keberanian darimana, kugenggam pelan tangan namja ini, hangat dan tangannya besar. Air mataku semakin deras, tak dapat kutahan, entah kenapa aku terisak tangisan ku tak dapat berhenti dengan mudah.

Aku duduk seharian di ruangan itu, tetap tak ada yang bisa kupikirkan. Tiba tiba seorang suster masuk

“Han Jae Rin-ssi? Kenapa anda disini? Apakah anda mengenal namja ini?”

Seorang suster yang pernah merawatku saat aku di rumah sakit karena kecelakaan itu

“Nado mollayo, hanya ingin menengok nya. Apa namja ini tidak ada barang barang pribadi yang dibawa nya saat kecelakaan?”

Aku sangat penasaran dengan namja ini

“ada sih, apa kau ingin melihat nya? Sepertinya kusimpan di lemari ini”

Suster mengarah ke sebuah lemari kecil, ia mengeluarkan pakaian serta tas yang dipakai namja ini saat kecelakaan

“gamsahabnida suster”

“geurom, akan kutinggal dulu,”

Kulihat perlahan mulai dari seragam nya yang penuh dengan darah, sama seperti yanag ada di mimpiku, seragam ini, kurogoh setiap kantong yang ada di baju maupun celana nya tapi hasilnya nihil, tak ada apapun.

Tok Tok Tok

“permisi, jam besuk sudah berakhir, maaf tolong tinggalkan ruangan ini” ujar seorang suster yang berbeda

“nee, algeseumnida” segera kubawa pulang barang barang tadi

Sesampainya di rumah segera kuperiksa ulang segala barang namja itu, aku menemukan ponsel nya, agak kotor dengan darah, dan juga baterainya habis, segera ku cas, sambil menunggu aku kembali menggeledah tas nya, aku menemukan dompetnya, kubuka isi dompet nya, berisi uang dan beberapa kartu pengenal. Tetapi ada fotoku bersama nya disana, kami berpose dengan sangat lucu, ia menyimpan foto itu di belakang kartu pengenal nya.

Ponsel nya sudah bisa menyala, segera kunyalakan ponsel nya, kubuka beberapa file yang mungkin saja menyimpan data pribadi, seperti galeri foto, video, maupun sms.

Kuperhatikan foto-foto nya, yang ada disana hanyalah fotonya dengan ku, atau fotoku yang diambil tanpa kuketahui. Bahkan ada foto saat aku tidur, makan, semuanya, diambil dengan jarak dekat, sudah pasti ia sering berada di dekatku, tapi aku masih belum bisa mengingatnya.

Kubuka galeri video nya, hanya ada 1 video , segera kubuka video itu

aku menutup nutupi wajahku

“Rin-a, menghadaplah ke sini”

“Andweyo oppa! Aku tau kau akan memfoto ku dengan pose jelek lagi”

“ayolah! Ani! Aku tidak memfotomu!”

“Gotjimal!”

“hahaha, ayolah, nanti akan ku traktir ice cream”

“oppa kira aku anak kecil?! Shirreo!”

“Rin-a, kalau kamu akan menikah, mau tidak menikah denganku?”

 

Segera kubuka tangan ku yang menutupi wajahku

 

“mwoya? Pertanyaan macam apa itu?”

“hmm, shirreo?”

“ani! Itu pertanyaan yang tak perlu kau tanyakan oppa, 10000% aku akan menikah dengan mu”

“meskipun akan ada banyak yang menentang?”

“aku tak peduli oppa, kau milikku dan aku milikmu, oppa naekkoya!”

“aku rekam ini! Ini adalah bukti, kau sudah tidak bisa meninggalkan ku”

“hmm! Rekam saja, itu bukti ku padamu oppa”

Aku tersenyum sangat lebar

Cklik, rekaman itu selesai. Aku menangis , kepalaku mendadak sakit, sangat sakit, aku kembali melihat mimpi , tapi kali ini mimpi yang lain

“Han Jae Rin! Will you be my girl?”

Oppa berteriak di atap sekolah, sedangkan aku dibelakang nya hanya bisa menutupi wajahku karena malu “oppa! Tak perlu kau berteriak seperti itu, sangat memalukan!”

 

“biar! Biar semua orang tau!neo!naekkoya!”

 

Seluruh kehidupan sekolah ku berubah, semakin berwarna , ia lah, Choi Junhong lah yang memberikan ku segala sesuatu yang tak kuketahui, membuat ku bisa merasakan arti hidup yang sesungguhnya.

 

Ia lah yang selalu di samping ku. Lelaki tenar ini justru memilihku yang wanita pendiam ini sebagai yeoja chingu nya. Seluruh orang sangat kaget sangat pertama kali ia mendeklarasikan bahwa aku adalah miliknya.

 

Tapi ia tak peduli apa kata orang, ia melakukan segalanya untuk mempertahankan ku meskipun aku sempat ingin menyerah karena perlakuan fans fans nya yang aneh itu. Ia memperlakukan ku dengan sangat baik

 

 

“Jae Rin-a, wae geurae? “

“oppa! Jadikanlah aku milikmu!”

“mwo?! Sadarlah Jae Rin!”

“anii! Aku tak ingin dijodohkan omma oppa, shirreo! Oppa, jadikanlah aku milikmu! Bawalah aku pergi, lakukan lah semua nya oppa, ayolah oppa!” aku memaksa nya dengan berlinangan air mata

Oppa seperti ragu untuk mengambil keputusan, sungguh aku ingin bahwa oppa lah yang mengambil nya dariku, bagaimana pun itu.

Entah setan darimana, aku segera menyerang bibir oppa, kulumat bibir oppa dengan sangat halus, kumainkan lidah oppa, pertama ia tak membalas, entah seperti nya pertahanan oppa telah runtuh, akhirnya ia membalas perlakuan ku, kami saling berpagutan sangat lama

Oppa meletakan tangannya pinggang ku, segera dilepas nya pakaian ku, dijilat nya leher dan pundakku , berkali-kali ,sekarang tidak lagi menjilat bahkan dia menghisapnya kuat hingga menimbulkan bercak merah.

 

“empphh.. oppaaa”

Aku tak mampu menahan sensasi yang oppa hasilkan saat menyentuh tubuhku. Makin kujenjang kan leher ku agar memudahkan kegiatan oppa, ia menyelipkan tangannya di tengkuk ku untuk memperdalam jilatan jilatan dan sedotan nya.

 

“ahhh..oppaa mmhhh”

Tak ingin kalah dari oppa aku pun dengan sigap melepaskan pakaian yang masih dipakainya dan melemparnya asal , Sekarang tubuh oppa sama naked nya dengan li, kembali kami berpagutan saling menikmati lekuk bibir ,

“eumhh.. mhhhh”

Tak ingin makin lama , oppa mulai memainkan nipples ku, ia menyedot nya, memainkan nya dengan lihai dengan jemari nya dan lidah nya secara bergantian,

“aahhh.. oppaaaa more shhh”

Kutahan kepala oppa sehingga ia memperdalam sedotan dan ciuman ciuman nya, sensasi ini membuat ku semakin gila. Oppa sepertinya benar benar akan membuat ku miliknya sekarang, ia mengarahkan junior nya ke arah hole ku yang sudah basah karena perbuatan nya,

“eumhh, oppa tidak kah sebaiknya kita menikmati permainan ini dulu?”

 

Ia hanya tersenyum sedikit , tapi seperti tak menghiraukan perkataan ku, ia langsung meneroboskan junior nya itu,

“aakkhhhh!! Appo !” kugenggan erat lengan nya, tak mampu kulepaskan

Kurasakan sesuatu keluar, iya, itu lah darah keperawanan ku yang direbut oleh nya, tanpa ada penyesalan bagiku.

 

“gwenchanhayo chagi?”

 

“hm.. “ aku menganggukkan kepala ku, wajah oppa sekarang terlihat sangat kebingungan membuat ku makin gemas padanya ,”lanjutkanlah oppa”

 

Ia mulai menggerakkan junior nya perlahan

“aahhh shhh.. eumhhhh”

 

Kugerakkan pinggul ku berlawanan arah dari oppa, kupercepat gerakan itu, seakan tak mau kalah, oppa menggerakan makin cepat, kami saling menggerakkan berlawanan arah menciptakan sensai yang sangat nikmat

“ahhhh shhh, more..ee oppahhh eumhhh shhh”

“you’re tight baby! Shhh eumhhh”

Kami makin cepat melakukan nya,

“aahhh oppa! I’m gonna oouutt..tttt..hhsshhhh”

“nadooo..shhhhh”

Kami berdua mengeluarkan cairan itu di dalam rahim ku, aku tak peduli hamil atau pun tidak, karena memang itu lah tujuan ku.

Kami segera terlelap karena terlalu cape.

 

Pagi hari nya aku tak menemukan oppa dimanapun, bahkan ia menghilang selama 1 bulan, waktu perjodohan itu makin dekat

 

 

“ya! Dengar lah Jae Rin, tadi pagi ada yang melihat Jun Hong datang ke sekolah”

“Jinjjaro?” Aku segera melompat dari kursi ku, aku ingin bertemu dengan namja itu, namja yang membuatku mati karena merindukan nya

“tapi..”

“waeee?”

“ia.. ehmm, “ chingu ku ini malah main sikut sikutan dengan yang lainnya

“waeyo? Cae Lin? Hyora? Wae? Marhae!”

“ia membawa yeoja seksi bersama nya, yeoja itu adalah Kim Hyuna, senior kita.”

“mworago?”

“yaa, sudah dipastikan mereka berpacaran, mereka bahkan tadi berciuman di taman belakang.”

“apa kalian yakin itu Jun Hong ku? Bukan Jun Hong yang lain?” Sungguh aku tak percaya, bagaimana mungkin oppa berselingkuh

 

 

2 minggu berlalu, aku melihat hal-hal kemesraan mereka yang lain, aku sudah muak, pernah sekali aku melabrak mereka, dan yang terjadi adalah aku di tampar oleh Hyuna itu, ia mengatakan bahwa aku adalah yeoja yang babo, dia bilang bahwa aku mau saja dibodohi oleh Jun Hong

 

Cukup sudah! Aku tak mau lagi berhadapan dengan mereka, seluruh kehidupan ku hancur! Dijodohkan dengan lelaku yang bahkan taj ku ketahui siapa dia, namja chingu ku bersama yeoja lain, dan aku sudah tidak perawan, entah kenapa smua itu membuat ku makin stress.

 

Aku memikirkan seluruh permasalahan ku ini saat perjalanan pulang sekolah, tanpa aku sadari rambu untuk pejalan kaki sudah berubah menjadi warna merah, setelah itu semua keadaan menjadi silau

Kubuka mataku perlahan, kepala ku terasa berat,

“Rin-a, kamu sudah sadar? Syukurlah! Yeobo! Cepat panggilkan dokter!”

Omma ku berteriak kepada appa

“waeyo umma? Kenapa seheboh ini, kan aku juga sudah pernah mengalami seperti ini, bersantai lah umma” ucapku sambil terus memegangi kepalaku, aku tak ingin umma terlalu khawatir

“mana bisa umma tidak khawatir! Kamu pingsan selama 1 minggu! Apa lagi yang bisa membuat umma lebih gila daripada ini? Umma takut sekali kehilangan kamu!”

Omo! 1 minggu, cukup lama juga, aku jadi penasaran dengan oppa, apa ia sudah sadar? Tanpa berpikir panjang aku segera melompat turun dari ranjang ku, tapi tubuhku seketika oleng, aku masih belum bisa berdiri dengan seimbang

“waeyo chagi? Kamu mau kemana? Tunggulah sampai dokter datang”

“shirreo omma! Aku ingin melihat oppa, bagaimana keadaan nya! Apa ia sudah sadar?”

“kamu..kamu sudah ingat semua nya?”

“Tentu saja omma, aku ingin melihat oppa!”

tapi tangan omma segera menahan ku, “jangan kesana chagi, jangan kesana”

“waeyo omma! Aku ingin melihat oppa!”

“omma bilang jangan!”

Aku mendengar keributan, para suster berteriak “pasien ruangan 1302 bangun! Ia sudah sadar! Dokterr!”

1302? Oppa? Segera kutepiskan tangan omma, aku berlari ke ruangan oppa. Segera setelah aku masuk, kulihat oppa masih kebingungan, ia memgang kepala nya sendiri bahkan ia melihat seluruh badannya.

“o..oppa” kusapa perlahan ia,ia menoleh kearahku tapi sepertinya ia pun tak sadar siapa aku

“nuguseyo?” rasa nya seperti ingin menangis, apa oppa juga lupa denganku? Apa ia juga terkena amnesia? Kenapa ia tak mengenaliku? Apa ia berpura pura karena sudah tak ingin bertemu dengan ku?

Aku mematung melihat oppa yang semakin kebingungan, air mataku turun begitu saja, oppa wae geurae? Kenapa begini? Ini semua salahku, gara gara kecelakaan itu oppa jadi begini.

Tak lama kemudian para dokter dan suster masuk , mereka mengusir ku keluar, mereka tak mengijinkan ku melihat keadaan oppa, aku menangis di luar , apa benar ini semua salah ku?

Tiba tiba omma datang “ uljimma chagi uljimma”

“omma! Bahkan oppa tidak mengenaliku! Ini semua salah ku! Gara-gara aku oppa kecelakaan hingga koma, gara gara aku oppa seperti sekarang!” aku menangis di pelukan omma, aku tak sanggup lagi menahan ini semua

“aniyoo chagii, sebenar nya saat itu Jun Hong datang kepada appa dan omma, ia mengenalkan sunbae nya kepada kami, namanya Moon Jongup. Awalnya kami tak mengerti mengapa ia mengenalkan Jongup kepada kami.Ternyata ia berpesan supaya kami menjodohkan Jongup dengan mu, awalnya kami menolak, mengapa ia menyuruh kami menentukan pasangan mu, kami sangat marah saat itu. Tetapi ia berlutut di hadapan kami dengan menangis, ia bilang bahwa sebenarnya ia menderita tumor otak stadium akhir, sudah tak bisa tertolong lagi, ia ingin kamu tetap bahagia dan dapat melupakannya. Ia mempercayai  Jongup karena ia sudah menganggap Jongup seperti hyung, ia tak ingin kamu tetap mencintainya, ia ingin kamu segera melupakannya, makanya chagi, ia menyakiti hatimu dengan membawa yeoja lain dan terus menerus meninggalkan mu”

“wae omma? Wae! Aku bisa menerima nya apa adanya! Aku tak ingin berpisah dengan begini!”

“Ani! Dia tak ingin kamu berlarut larut saat kehilangan nya, lebih baik dia dikenang sebagai orang jahat daripada orang yang kamu cintai, ia tak ingin menyakitimu lebih dari ini, tahan lah dirimu chagi.”

“omma!” tak dapat lagi kubendung air mataku, kutumpahkan semua saat ku berpelukan dengan omma, kenapa oppa? Kenapa oppa begitu ingin aku bahagia? Oppa naekkoya naneun nikkoya, tak akan berubah oppa.

1 years later

“oppa, bagaimana kabarmu? Sekarang aku belajar menerima Jongup oppa, ia sangat suka sekali tersenyum dan membuat hal hal lucu. Oppa.. kau tau aku tak bisa berbohong. Neomu bogoshippeo, aku tau tak akan ada yang berubah meskipun waktu akan terulang lagi, tapi aku berharap kamu pun bahagia disana oppa, saranghaeyo oppa” kulangkahkan kaki ku meninggalkan kuburan itu, setelah kejadian malam itu, oppa tak dapat tertolong lagi, 1 minggu setelah kesadaran oppa, oppa kembali sakit parah dan tak terselamatkan lagi. Ia meninggal, sebelum meninggal oppa mencari ku dan membisikkan

“If I say I hope you unhappy,I’m sorry  that’s a lie girl, Just know one thing , I lived because of you”

DONE!!! Pertama kalinya author bikin sad fiction begini, terharu sendiri *plakkk

Mianhae saya telah menodai ZELO😥  tak ada maksud, hanya nama, hanya nama, *menyelamatkan diri

Pokok nya don’t be silent reader yaa, comment lah, comment kalian membangun supaya author bisa lebih baik lagi , and NO BASH! Kalo ga suka tolong ga usah di baca , biar kalian happy author juga happy. *plakk lagi. 

41 thoughts on “(FF NC 21) Why?

  1. Ahahaha ceweny duluan itu sih yg minta, jd kumaapkan zelo wkwkwkwkwk…. Aah chingu, bikin ff castny yongguk ato himchan donk.. Sexy yongguk ekekekeke

  2. Feel nya belum dapet sama sekali thor. Jalan ceritanya terlalu simple dan bertele-tele. Isinya juga belum mengandung makna yg berarti. Dan yg paling penting, NC nya gak merangsang. Keep writing ya thor, fighting! ‘-‘)9

  3. huuuaaaa… Baby jello kenapa modaaaar TT^TT
    Thor.. Kamu jahat banget sih.. Udah nodain bebi jello, trus dibikin mati lagi.. Hiks*nangis bareng himchan
    Ceritanya bagus thor.. Tp menurutku alurnya kecepetan jd feelnya kurang deh.. Tp aku td udah hampir mewek sih

  4. Alurnya kecepetan thor,,
    agak nyesek sih si zelo nya dibuat mati,,😦
    overall bgus kok ffnya,,🙂
    cuma alurnya aja yg kecepetan,jdi feelnya kurang,,🙂

  5. Annyeong,dea imnida.. Aku reder baru #gaknanya
    boleh aku baca ff di sini??

    Ff zelo sad ending..hua… Kasihan bgt gak tega aku membayakanya..

  6. akh….andwae….:-(
    knp sad ending…?:-/

    mnurut aku feelnya kurang dapet deh chingu..#itumnurutakunya#
    so,jgn trsinggung yaa chingu;-)

    chingu request ff nc yadong yg hot abis cast-nya minhyuk btob lawannya jgn artis korea#plak#….
    heheh…:-)

    Jebal..eo?

    Please…:-)B-)

    Jebal….:-D

    Please…;-)

  7. author tega dah~
    daebak thor critanya. wlwpn kecepetan dan jongup cuma sebagai figuran(?) tapi bisa bikin netes jg ㅠ_ㅠ
    besok” bikinin yg jongup ya thor😀
    mau dimatiin lagi jg boleh(?) *ehh
    hahaa xD

  8. Zelo You die!
    Hmmm..kgk apa” toh udah diganti namja terkece kyk Jong Up..
    ^_^

    sad ne!fuuh…Yg bikin aja terharu apalagI reader
    hehehe

  9. keren thor gue suka semua karya elu. sorry gue late reading. baru suka ffnc nih. hihi. ff lu sukses buat gue nangis. gue tunggu karya lu yg sad romance, ok? love you thor😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s